detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
  • KONTRA mrroot  ″canggih sih canggih tapi ane rasa bukan yang terbaik pissman .. ″
  • PRO asalbunyiah  ″Sekarang udah akhir 2012 yah.. ″
50%   50% 

Selengkapnya


Jumat, 27/04/2007 16:17 WIB

PS3 Tak Laku, Sayonara 'Bapak PlayStation'
Wicaksono Hidayat - detikinet


Ken Kutaragi (Jio Ito/CC)

Jakarta - Menyusul posisi buncit yang diraih PlayStation 3, Bapak PlayStation Ken Kutaragi, akan mundur sebagai CEO Sony Computer Entertainment. Sayonara!. Kutaragi, yang dikenal sebagai arsitek utama PlayStation, pernah disebut-sebut memiliki peran terhadap dunia game bagaikan Guttenberg yang merevolusi dunia cetak-mencetak. Namun nama besar Kutaragi tidak cukup untuk membuatnya bertahan di jajaran eksekutif Sony. Apalagi setelah 'anak' terbarunya, PlayStation 3 menduduki peringkat paling buncit dalam pertarungan tiga konsol game generasi terbaru. Saat ini Nintendo Wii memuncaki penjualan konsol disusul oleh Xbox 360 dari Microsoft. Setelah Kutaragi pensiun, posisi CEO dan Chairman Sony Computer Entertainment Inc. akan diduduki oleh Kazuo Hirai. Hirai saat ini adalah Presiden dan Chief Operating Officer di divisi yang sama. Kutaragi secara resmi akan pensiun pada 19 Juni 2007. Ia masih akan memegang posisi Chairman kehormatan dan penasehat teknologi senior untuk CEO Sony, Howard Stringer. Tanda-tanda 'disingkirkannya' Kutaragi sudah nampak ketika pada Desember 2006 ia tidak lagi menjabat Presiden Sony Computer Entertainment. Bahkan Kutaragi nyaris tidak memegang aktivitas sehari-hari divisi yang ia bantu tumbuh-kembangkan itu. Meski Kutaragi disebut-sebut telah berniat pensiun sejak lama, langkah ini oleh para analis pasar tetap dianggap sebagai upaya Sony 'menyelamatkan muka'. Billy Pidgeon,analis game dari IDC, mengatakan Sony terlalu banyak janji tapi tidak menepatinya. Sedangkan Rob Enderle, analis utama dari Enderle Group, menyebut Kutaragi memang sudah habis waktunya. "Ketika seseorang berubah status dari superstar jadi bencana, nyaris tak ada eksekutif yang bisa bertahan," ujarnya seperti dikutip detikINET, dari Cnet, Jumat (27/4/2007). ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel