http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Taiwan Gempa, Internet Indonesia Sekarat

Ni Ketut Susrini - detikinet
Rabu, 27/12/2006 10:23 WIB
http://us.images.detik.com/content/2006/12/27/328/taiwannasa2.jpg Foto Satelit Taiwan (Nasa)
Jakarta - Gempa 7,1 SR yang mengguncang Taiwan, Selasa (26/12/2006), berdampak pada putusnya link internasional internet Indonesia. Koneksi jadi byar pet. Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan, gempa yang mengguncang Taiwan menyebabkan putusnya backbone fiber optik yang melewati Taiwan. Akibatnya, link internasional yang disediakan ISP (internet service provider) di Indonesia dan ISP-ISP di semua negara di Asia Pasifik, putus. "Semua ISP di Indonesia memakai fiber optik sebagai backbone utamanya, dan memanfaatkan satelit sebagai back up. Dengan adanya kejadian ini, semua saluran internasional tersendat sekarang," papar Sylvia saat dihubungi detikINET, Rabu (27/12/2006). Saat ini, kata Sylvia, para ISP tengah mengusahakan koneksi ke penyedia saluran alternatif melalui satelit. Namun langkah alternatif ini diakuinya kurang optimal, mengingat kapasitas yang disediakan satelit tidak sebesar yang disedikan fiber optik. Selain itu usaha memindahkan saluran ke satelit diakui Sylvia tidaklah mudah. "Prosesnya tidak gampang, karena sekarang trafiknya antri. Kalau dipindah mendadak, e-mail dan data bisa lost," paparnya. Sylvia menekankan saat ini yang terganggu hanya link internasional, dan menegaskan bahwa link domestik masih berfungsi normal dan dalam kondisi baik. "Jadi kalau mau kirim-kiriman e-mail ke teman yang internetnya sama-sama memakai ISP lokal masih bisa," ujarnya. (nks/nks)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close