detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
  • KONTRA mrroot  ″canggih sih canggih tapi ane rasa bukan yang terbaik pissman .. ″
  • PRO asalbunyiah  ″Sekarang udah akhir 2012 yah.. ″
50%   50% 

Selengkapnya


Jumat, 08/12/2006 17:48 WIB

Google Ikut Danai Jaringan Teroris?
Lathiefa Nur Ilma - detikinet


Screenshot Iklan Google di Orkut

Jakarta - Google dianggap mengalirkan dana untuk kelompok teroris. Pernyataan ini diungkapkan oleh Jim Hedger dari Webmaster Radio dalam sebuah Konferensi Strategi Mesin Pencari di Chicago, Amerika Serikat. Menurut Jim, Google mengalirkan dana tersebut melalui fasilitas Google AdSense dan Google AdWork untuk para anggota Al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya. Seperti dilansir searchenginejournal.com dan dikutip detikINET, Jumat (8/12/06), kelompok ini beraksi lewat jaringan pertemanan Orkut yang tergabung dalam jaringan Google. Jim juga telah mewawancarai seseorang di wilayah Fallujah, Irak, yang mengaku bekerja sama dengan pemberontak Irak untuk membuat jaringan situs dan blog yang di dalamnya diberi iklan Google AdSense. Blog tersebut juga berisi dorongan untuk pembaca agar meng-klik iklan-iklan tersebut. Search Engine Journal mengungkap bahwa kelompok pemberontak ini berlaku curang dengan menanamkan program clickbot yang hampir sama kerjanya dengan click fraud alias pemalsuan jumlah akses. Akibatnya mereka mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari seharusnya. Google mendapatkan bayaran dari pemasang iklan untuk setiap pengunjung yang meng-klik iklan di AdSense maupun AdWords. Sebagian bayaran itu kemudian mengalir kepada pengelola situs yang mengikuti program AdSense (menampilkan iklan dari Google di situs atau halamanweb mereka). Dalam kasus ini, rekanan yang mendapatkan aliran dana adalah pemilik account di Orkut. Rekanan ini mengalirkan dana ke 'badan amal'. Badan amal ini sebenarnya tidak pernah ada karena hanya kedok bagi kelompok seperti Hizbullah, Pemberontak Irak maupun seluruh jaringan Al-Qaeda di seluruh dunia. Kemungkinan Google tidak bisa dianggap bertanggung jawab terhadap aktivitas terorisme tersebut. Karena, pada prinsipnya, siapapun boleh memasang fasilitas iklan Google sepanjang ia mematuhi aturan. Dalam kasus ini Google dikritisi karena kurang tegas menangani click fraud. Padahal click fraud merupakan metode yang digunakan kelompok tersebut untuk meraup uang dari Google. ( wsh / wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel