detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
  • KONTRA mrroot  ″canggih sih canggih tapi ane rasa bukan yang terbaik pissman .. ″
  • PRO asalbunyiah  ″Sekarang udah akhir 2012 yah.. ″
50%   50% 

Selengkapnya


Kamis, 16/11/2006 19:04 WIB

Microsoft Diundang Masuk Dewan TIK
Luhur Hertanto - detikinet


Presiden SBY (setpres/dudi anung)

Jakarta - Craig Mundie, Chief Research and Strategy Officer Microsoft Corp. menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan tersebut, diumumkan nota kesepahaman (MoU) pemakaian software Microsoft legal di kalangan pemerintah dan BUMN. "Pengumuman hari ini menunjukan komitmen pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi dan menumbuhkan industri TI yang sehat dengan memanfaatkan teknologi," kata Mundie. Tidak disebutkan berapa nilai lisensi software yang disepakati dalam MoU, maupun jumlah komputer yang diinstalasi software berlisensi Microsoft. Mundie merupakan salah seorang petinggi di Microsoft Corp. yang berkantor pusat di Redmond, Amerika Serikat. Mundie datang dengan didampingi Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen, dan wakil ketua harian Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional Kemal Stamboel. Perwakilan Microsoft diterima langsung Presiden SBY yang didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/11/2006). Pertemuan antara Mundie dengan SBY juga membicarakan kemitraan sektor publik dan swasta di bidang TI. Salah satunya dengan mengundang Mundie sebagai penasihat Dewan TIK Nasional. Mundie pun menyambut baik undangan tersebut. Usai diterima presiden, Mundie menjelaskan bahwa Microsoft akan mendukung kerjasama di bidang TI dan mendukung pengembangan perusahaan software lokal di Indonesia. "Kita akan terus bekerjasama di bidang TI dan mendukung perusahaan software lokal di Indonesia yang jumlahnya saat ini mencapai 250 perusahaan kecil," kata Mundie kepada wartawan. "Kami harap pemerintah perlu mendorong pengembangannya, dengan memberikan dukungan di berbagai sektor, termasuk memberikan perlindungan intelektual terhadap produk software mereka," imbuhnya. Menanggapi hal tersebut, Sofyan Djalil berpendapat perlu ada upaya memperbanyak dan memperkuat perusahaan-perusahaan software lokal. Serta perlu adanya upaya-upaya konkrit untuk melindungi hak cipta software, untuk mengupayakan pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. "Pemerintah ingin kita meneladani pemanfaatan TIK untuk menciptakan perekonomian berbasis pengetahuan. Dukungan Microsoft di bidang peningkatan keterampilan TI serta memberdayakan industri TI domestik, sudah lama dilakukan dalam upaya membantu Indonesia bergerak ke arah perekonomian berbasis pengetahuan," kata Sofyan Djalil. ( nks / nks )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel