Kamis, 14 Sep 2017 11:42 WIB

Siapa di Balik Game Kontroversial 'Duel Nabi vs Tuhan'?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Screenshot Fight of Gods Foto: Screenshot Fight of Gods
Jakarta - Siapa yang menciptakan game kontroversial Fight of Gods yang menghebohkan beberapa negara? Setelah ditelusuri, diketahui jika game itu dipublikasikan perusahaan asal Inggris bernama PQube.

"PQube adalah publisher, distributor dan penyedia layanan industri hiburan interaktif dengan jangkauan global di Inggris, Eropa, Timur Tengah, Australia, Amerika Utara dan Amerika Selatan," demikian tertulis di situs resminya.

Mereka telah meluncurkan bermacam game dan Fight of Gods adalah salah satu yang terbaru. PQube merilisnya pada awal September melalui platform Steam. PQube bertindak selaku publisher, sedangkan pembuat Fight of Gods adalah developer game indie bernama Digital Crafter.

Game tersebut secara grafis atau gameplay katanya biasa-biasa saja. Namun memang temanya sangat kontroversial, menyajikan pertarungan sosok suci di berbagai agama. Tak heran jika Malaysia sampai mengancam memblokir Steam jika tak 'mengenyahkan' game itu.

Otoritas Indonesia dan Thailand juga melakukan langkah serupa. Game tersebut diminta segera dihapus oleh Steam karena dinilai sangat tidak pantas dimainkan.


Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, menyatakan pihaknya sudah mengirim surat kepada Steam agar memblokir game tersebut dari wilayah Indonesia. Ia pun mengakui, pihaknya telah mendapatkan banyak sekali aduan dari masyarakat terkait game Fight of Gods.

"Kalau dari trailer-nya sih, game ini tidak layak untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Kita adalah bangsa yang beragama. Simbol-simbol agama bukan untuk dipermainkan. Apalagi dipertarungkan. Ini bisa menimbulkan gesekan yang berbau SARA," kata Semuel.

Pihak PQube dan Digital Crafter sendiri mengaku akan mengikuti aturan di setiap negara. Tapi mereka membantah game itu dibuat untuk menyinggung kalangan agama.

"Game itu tidak mempromosikan agenda agama apapun dan tak didesain untuk menghina. Meski begitu, kami menghormati tiap aturan dan sensor yang diberlakukan di wilayah tertentu. Kami telah menghubungi Steam dan bekerja dengan mereka menyelesaikan masalah ini," kilah juru bicara PQube. (fyk/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed