Sabtu, 11 Mar 2017 12:56 WIB

Misi Terselubung AMD di Balik Turnamen Dota 2

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Event AMD eSports Indonesia Dota 2 Championship yang berlangsung di mall Pluit Village pekan ini tak cuma jadi ajang unjuk kebolehan gamer Dota 2 di Indonesia, tapi ini juga merupakan kesempatan bagi AMD untuk pamer kebolehan prosesor Ryzen 7.

Seperti diketahui, tepat di awal bulan Maret 2017 ini produsen semikonduktor ternama asal Amerika Serikat ini baru saja merilis tiga model prosesor Ryzen. Prosesor yang ditujukan untuk penggunaan desktop ini dikembangkan kurang lebih selama empat tahun dan disebut-sebut menjadi salah satu prosesor desktop yang diantisipasi.

Sedari awal, Ryzen diciptakan untuk penggunaan multi tasking mulai dari rendering, video editing, pekerjaan kantor, dan tak ketinggalan gaming. Oleh karenanya, melalui AMD eSports Indonesia Dota 2 Championship, AMD ingin membuktikan bahwa prosesor terbarunya ini juga bisa dipakai untuk pengalaman game yang tak kalah mumupuni.

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

"Ryzen ini diciptakan untuk mengakomodir kebutuhan yang multi tasking dari pengguna PC desktop. Namun, sesuai dengan core business kami, yakni game, maka tidak menutup kemungkinan bila produk terbaru yang kami rilis pada tanggal 3 Maret 2017 lalu bisa dipakai untuk kebutuhan game," ujar Stevenus Soesanto National Sales Manager AMD Indonesia kepada detikINET, Sabtu (11/3/2017).

Karenanya, tak heran bila semua PC yang dipakai selama pertandingan ditenagai oleh prosesor Ryzen. Stevanus pun mengklaim bila pertandingan ini menjadi pertandingan game profesional pertama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.

Senada dengan Stevanus, Benny Lodewijk selaku Product Manager Gigabyte Indonesia membenarkan bila Ryzen 7 bisa dipakai untuk kebutuhan game, walaupun prosesor ini sebenarnya merupakan prosesor kebutuhan multi tasking.

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET

"Kalau menurut saya pribadi, Ryzen 7 ini memang bisa dipakai untuk bermain game. Dia sebenarnya lebih ideal untuk komputasi tinggi, seperti animasi, rendering, work station yang selama ini menjadi kelemahan dari AMD. Tapi apakah bisa untuk game? Ya tentu saja," tuturnya.

Untuk setting-nya sendiri, Ryzen 7 bahkan bisa dipakai untuk setting bermain game tinggi. Namun, Benny menambahkan ada sedikit catatan di mana pengguna harus tahu karakteristik dari game itu sendiri.

"Tapi kita harus tahu, ada game yang intens ke yang namanya frekuensi," pungkasnya. (mag/mag)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed