BERITA TERBARU
Selasa, 23 Mei 2017 12:00 WIB

Review Game

Farpoint: Sebuah Babak Baru Game Shooter

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Teknologi virtual reality memang menggoda. Teknologi ini mungkin bisa menyeret orang awam yang tadinya cuek terhadap perkembangan teknologi, menjadi tertarik dan bahkan bersedia menjajalnya.

Meski begitu, dari semua perangkat virtual reality yang ada, hanya segelintir orang yang akhirnya memutuskan untuk membelinya. Salah satu faktor yang membuat orang enggan adalah harganya yang masih melambung tinggi. Beberapa game virtual reality dibanderol mahal. Padahal bila mengacu dari durasi permainan, tidak lebih lama dari game biasa.

Faktor yang kedua terkait kondisi fisik pengguna virtual reality. Untuk sebagian besar pengguna, teknologi ini memang menimbulkan rasa pusing, keringat dingin, hingga mual. Hampir rata-rata mengaku tidak kuat memainkan virtual reality dalam waktu yang lama. Bahkan tidak lebih dari hitungan jam.

Nah, selain dua faktor tadi, tentu faktor yang tak kalah penting adalah ketersediaan game. Diluncurkan sekitaran akhir tahun 2016 lalu, PlayStation VR langsung dijejali dengan berbagai judul game yang cukup menarik. Walau menarik, sayangnya beberapa dari judul game yang diluncurkan tidak ada yang sangat menonjol.

Meski begitu, Sony sepertinya tidak pernah menyerah untuk menghadirkan yang terbaik untuk gamernya. Dan setelah kurang lebih tujuh bulan setelah peluncuran PlayStation VR, Sony akhirnya resmi merilis game virtual reality bertajuk Farpoint.

Game ini sebenarnya sudah diperkenalkan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2016. Kala itu, game yang mengusung genre first-person shooter luar angkasa ini langsung menarik perhatian khalayak yang hadir.

Ketertarikan ini tak lain karena dukungan kontroler menyerupai senjata api yang diberi nama PlayStation Aim Controller. Nah, beruntung detikINET mendapat kesempatan untuk mencicipi asyiknya bermain Farpoint berikut kontrolernya. Seperti apa? Ini dia sajian review dari kami!


Terdampar di Planet

Foto: screenshot detikINET

Walau mengedepankan unsur shooter, tetap Farpoint menyuguhkan alur cerita yang cukup menarik untuk disimak. Game dibuka dengan adegan berada di dalam sebuah pesawat luar angkasa, di mana di sini Anda berperan sebagai salah seorang anggota awak kapal perjalanan Pilgrim.

Namun di tengah-tengah eksplorasi, terjadi kekacauan di luar angkasa. Sejumlah kapal rusak akibat terserang semacam badai dan kapal yang Anda tumpangi tersedot ke dalam sebuah lubang wormhole.

Dan tak lama setelah adegan terseret wormhole tadi, Anda tiba-tiba tersadar telah terdampar di sebuah planet yang asing, dikeliilingi oleh padang pasir. Tugas Anda adalah mencari tahu ke mana awal kapal lainnya dan berkumpul kembali.

Akan tetapi, di planet ini ternyata Anda tidak sendirian. Planet ini dihuni oleh sejumlah mahkluk bak serangga yang siap menyerang kapan saja. Tembak dan habisi makhluk-makhluk itu dengan senjata Anda.

Bermain game ini sedikit mengingatkan kita akan film Starship Troopers yang dibuat tahun 1997 silam. Musuh-musuh seperti serangga dan pakaian luar angkasa adalah sesuatu yang biasa.


Babak Baru Game Shooter

Foto: screenshot detikINET

Beruntung kami bisa menjajal game Farpoint dengan menggunakan PlayStation Aim Controller. Walau memiliki desain yang aneh, di mana bentuknya seperti pipa yang digabungkan dengan ujung berbentuk bola seperti PlayStation Move, kontroler ini cukup nyaman digenggam.

Bila digabungkan dengan penglihatan dalam headset, menggenggam PlayStation Aim Controller bisa seolah-olah seperti menggenggam senjata betulan. Sony membawa semua tombol yang ada di Dualshock 4 ke kontroler ini. Penempatannya pun dibuat agar gamer bisa nyaman dalam bermain.

Tombol analog kiri dan D-pad diletakkan di tengah-tengah batang tembakan. Penempatan yang pas menurut kami ketika berbicara pose menggenggam senjata. Karena dalam Farpoint, untuk bisa maju dan mundur, Anda harus menggerakkan analog kiri tadi.

Di belakangnya, yang sejajar dengan posisi jari telunjuk terdapat tombol L1 dan L2. Tombol ini dalam Farpoint dipakai sebagai alat pemindai dan tombol triger untuk granat. Nah, lanjut ke bagian atas, Sony membawa empat tombol khasnya, yakni segitiga, silang, lingkaran, dan kotak yang mengelilingi analog kanan.

Posisinya juga sangat pas dengan pose genggaman senjata, di mana semua tombol itu bisa diakses dengan menggunakan jempol kanan. Tombol kotak, di sini dipakai untuk mengisi ulang senjata (reload). Jadi, akan sangat berguna bila tombol-tombol darurat seperti itu bisa diakses dengan mudah.

Foto: screenshot detikINET

Dalam Farpoint, Anda bisa melongok seisi lingkungan di dalam game secara 360 derajat. Untuk mengatur arah ke mana Anda akan berjalan, Anda cukup menengokan kepala ke arah yang ingin dituju. Serasa seperti berjalan sungguhan.

Pun bisa menengok ke belakang, rata-rata musuh yang menghadang datang dari arah depan. Cara menyerang musuh mengingatkan kita akna game Time Crisis. Monster seperti laba-laba kecil akan melompat ke arah Anda untuk menyerang. Bila Anda luput dalam menembak, tak perlu panik menengok ke belakang. Karena laba-laba itu akan kembali beranjak ke depan dan menyerang dari depan.

Untuk pertama-tama Anda akan dibekali senjata dengan tipe riffle. Menariknya, tidak ada recoil yang dihasilkan dari serangan. Keseimbangan serangan bergantung pada cara Anda menggenggam senjata dan mengarahkannya pada musuh. Salah satu cara menembak yang disukai adalah dengan cara membidik. Cukup angkat senjata dan bergaya seolah sedang membidik.


Opini detikINET

Foto: screenshot detikINET

Mengaggumkan! Itulah mungkin kata-kata yang bisa kami ucapkan ketika bermain ini. Seperti yang disebutkan dalam pembuka, game ini mampu menarik orang awam yang ingin menjajalnya. Selain karena virtual reality, ketertarikan salah satunya mungkin karena PlayStation Aim Controller.

Banyak dari rekan kerja yang berdatangan karena penasaran. Namun, seperti kodrat game virtual reality pada umumnya, banyak yang mengalami motion sickness atau pusing karena bermain ini. Kami pun mengakui hal ini. Keringat bercucuran tidak bisa dihindari ketika Anda memutuskan untuk bermain game ini.

Beruntung, bahan headset terbuat dari karet. Sehingga tidak perlu repot-repot untuk membersihkan dari kucuran keringat yang menetes sebesar butir jagung.

Foto: screenshot detikINET

Secara kendali, Farpoint mudah dikendalikan. Tombol berjalan hanya dengan menggerakan analog kiri yang seperti kami sampaikan, letak tombol dibuat pas dengan posisi menggenggam senjata. Hanya saja, ritme jalan karakter di dalam game agak terlalu cepat, sehingga hal ini yang membuat pusing pemakainya.

(Baca juga: Unboxing Senjata Virtual Farpoint)

Ada banyak ragam senjata yang ditawarkan. Mulaid ari rifle, shotgun, dan lain-lain. Cara menggantinya pun cukup mudah, cukup menghentakkan senjata dari atas ke bawah atau sebaliknya. Dan senjata akan berganti.

Farpoint mungkin bisa menjadi gerbang pembuka untuk game shooter lainnya bermunculan. Alasan game ini menarik karena PlayStation Aim Controller. Mungkin ke depannya akan ada game yang mendukung kontroler ini, seperti misalnya Battlefield atau Call of Duty. (mag/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed