BERITA TERBARU
Senin, 08 Mei 2017 11:52 WIB

Hands-on

Blitz Brigade: Rival Tactics, Penantang Clash Royale ala Gameloft

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Diluncurkan secara global pada Februari 2016 lalu, Clash Royale yang notabene adalah 'adik' dari game fenomenal Clash of Clans mendapat sambutan yang hangat, baik dari kalangan gamer maupun pengguna gadget lainnya. Game ini pun telah diunduh jutaan kali di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Bukan tanpa sebab apabila game tersebut laris. Clash Royale menawarkan genre permainan yang segar dan menarik untuk dimainkan secara berkala. Berbeda dengan Clash of Clans, Clash Royale mempertemukan gamer secara real-time dan menyodorkan permainan yang kompetitif.

Nah, ide menarik ini kemudian coba ditiru oleh Gameloft. Developer game khusus mobile asal Prancis ini kembali beraksi dengan game terbarunya bertajuk Blitz Brigade: Rival Tactics. Game ini sejatinya merupakan spin-off atau perpanjangan tangan dari game Blitz Brigade yang juga dirilis untuk iOS dan Android.

Foto: screenshot detikINET

Hanya saja, genre permainannya dibuat berbeda. Bila Blitz Brigade memiliki genre permainan first-person shooter, maka Blitz Brigade: Rival Tactics lebih kepada strategi dan tower defense. Penasaran dengan game ini, detikINET lantas mencoba untuk mengunduhnya.

Dari pantauan kami, game ini sudah tersedia untuk toko aplikasi region Indonesia. Tidak perlu merogoh kocek, karena game ini memang disediakan secara cuma-cuma alias gratis.

Sama halnya dengan Clash Royale, Blitz Brigade: Rival Tactics membutuhkan koneksi internet untuk bisa memainkannya. Hal ini karena memang pertandingan dilakukan secara real-time, player versus player.

Foto: screenshot detikINET

Bila dilihat dengan seksama, game ini menawarkan user interface dan user experience yang cukup sederhana. Tidak banyak perintilan yang disajikan di menu utama. Hanya ada rewards, division, dan shop. Menu rewards adalah menu yang menampilan koper atau peti yang berisikan item-item bonus. Baru bisa dibuka apabila sudah mencapai batas waktu yang ditentukan. Seperti item peti dalam Clash Royale.

Sementara menu division memberi informasi arena yang telah dicapai oleh pemain. Masing-masing arena akan menghadirkan Hero yang berbeda-beda. Nah, untuk bisa berpindah arena ditentukan oleh berapa banyak poin glory yang diraih.

Seperti misalnya di awal permainan, Anda hanya bisa bermain di arena Boot Camp. Baru setelah poin glory Anda mencapai 600, arena akan berpindah ke Oil Refinery. Poin glory ini bisa berkurang bisa bertambah, tergantun kalah atau menang.

Foto: screenshot detikINET

Bicara Hero, Blitz Brigade: Rival Tactics menyajikan karakter Hero yang cukup unik. Bila Clash Royale diisi oleh karakter Clash of Clans yang secara umum bernuansa abad pertengahan, maka karakter di Blitz Brigade: Rival Tactics dibuat lebih moderen dan futuristik.

Anda di sini akan menemukan karakter berbentuk robot, pesawat bomber, dan tentara. Namun, perannya memang dibuat agak mirip dengan Clash Royale. Seperti misalnya karakter Siegemaster XL yang di sini digambarkan sebagai kendaraan berat mirip tank dengan gergaji mesin sebagai senjata tak lain merupakan jelmaan Giant. Adapula karakter Crawler Storm yang merupakan kumpulan robot kecil digambarkan sebagai skeleton army, dan masih banyak lagi.

Foto: screenshot detikINET

Tugas Anda sebenarnya cukup sederhana, yakni meruntuhkan headquarter atau HQ yang berada di antara dua tower turret. Game akan berakhir apabila Anda berhasil meruntuhkan HQ lawan. Namun, bila Anda berhasil membabat salah satu tower dan waktu yang diberikan habis, maka Anda akan memperoleh poin kemenangan satu.

Secara keseluruhan,game ini sangat mirip dengan Clash Royale. Namun yang menjadi perbedaan adalah tampilan permainan yang dibuat landscape. Sementara Clash Royale, seperti diketahui, menampilkan permainan dalam format portrait. Dengan tampilan yang landscape, maka game akan terasa cukup sulit untuk dimainkan dengan satu tangan.

Belum lagi pada praktiknya game ini membutuhkan konektivits internet yang kencang. Karenanya, ketika berada dalam kondisi jaringan yang jelek, maka game tidak akan berjalan. Tentu ini sangat berbahaya, mengingat Anda bisa kalah dari pertarungan. (mag/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed