Kamis, 16 Feb 2017 18:13 WIB

Review Game

Gravity Rush 2: Sensasi Jungkir Balik yang Fantastis

Teguh Priambodo - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Salah satu kenikmatan dalam bermain video game adalah Anda memiliki kesenangan untuk mengontrol penuh apa yang ingin Anda lakukan berdasarkan pilihan Anda sendiri. Namun Gravity Rush menentang semua itu!

Permainan ini berani melawan arus, menciptakan sesuatu yang terasa segar dan berbeda dengan game manapun. Gravity Rush akan membebaskanmu dari gravitasi serta mengorbankan presisi untuk mendapatkan sensasi yang tidak terduga.

Pada saat Gravity Rush dirilis eksklusif untuk Playstation Vita pada tahun 2012, permainan ini langsung menjadi favorit dan menuai pujian dari para gamer. Alasannya adalah berani untuk menghadirkan visual animasi dengan panel ala komik, gameplay yang open-world serta memiliki sistem mekanik gerakan karakter yang mengalir bebas (walaupun ada kendala di kontrol Vita yang kurang nyaman).

Setelah 5 tahun, SIE Japan Studio dan Project Siren kembali muncul dengan sekuel kedua Gravity Rush yang dirilis pada tanggal 20 Januari 2017 lalu. Tidak jauh seperti seri pertamanya, Gravity Rush 2 masih tetap memiliki genre Action-adventure RPG game, di mana Anda memainkan Kat -karakter utama di seri pertama-, seorang gadis pirang yang memiliki kemampuan shifter, yaitu berpindah ke mana saja dengan memanipulasi gravitasi.

Foto: screenshot detikINET

Namun kali ini, Gravity Rush 2 hanya hadir eksklusif di konsol Playstation , dengan kualitas tampilan yang lebih menawan dan warna-warna yang indah, layaknya seakan-akan mengingatkan Anda dengan kualitas animasi besutan Studio Ghibli.

Sebenarnya Sony telah melakukan optimasi resolusi dan mengubah frame rate Gravity Rush menjadi lebih hidup di Playstation 4, sejak merilis Gravity Rush Remastered pada tahun 2015 lalu. Tujuannya adalah memenuhi permintaan gamer untuk menghadirkan kembali Gravity Rush ke layar Playstation 4, sekaligus membuka jalan sebelum Gravity Rush 2 hadir.

Seperti yang dikatakan Keiichiro Toyama kepada detikINET di GameStart 2015 Singapura, bahwa jalan cerita antara Gravity Rush 2 dengan seri sebelumnya sangat berkaitan. Maka dari itu, sangat disarankan untuk bermain Gravity Rush Remastered bagi yang belum pernah memainkan game tersebut sebelumnya.


Kisah Heroik yang Berlanjut

Foto: screenshot detikINET

Beberapa hari setelah insiden senjata baru yang disebabkan oleh mantan walikota D'nelica berakhir, kota Hekseville direkonstruksi. Kat bekerjasama dengan Raven menjaga proses rekonstruksi Hekseville dari serangan para Nevi. Namun tiba-tiba terjadi badai gravitasi misterius yang menarik Kat, Raven, Syd (polisi) dan Dusty (kucing kosmik yang menjadi sumber kekuatan Kat) ke pusat pusaran badai.

Akibat kejadian itu, Kat dan Syd terlempar ke sebuah desa pertambangan bernama Banga Settlement milik Lisa. Sayangnya Raven dan Dusty hilang entah kemana. Di sini kekuatan Kat diceritakan jadi hilang dan ia berubah menjadi manusia normal, karena hilangnya Dusty.

Oleh karena itulah Kat dan Syd harus bekerja keras sebagai buruh tambang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berharap menemukan jalan pulang kembali ke Hekseville.

Pada suatu hari, Lisa meminta bantuan Kat untuk mencari Cecie yang ternyata ada di bagian atas puncak terapung di Banga. Tak disangka terjadi badai gravitasi akibat kehadiran Giant Nevi yang ingin menghancurkan puncak Banga. Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba Dusty muncul dan memberikan kekuatan kepada Kat untuk mengalahkan Giant Nevi. Gravity Queen is back in action!

Foto: screenshot detikINET

Kat dianggap sebagai pahlawan Banga karena telah menyelamatkan Cecie, walau masih ada beberapa penduduk Banga yang meragukan kekuatannya. Untunglah Kat mendapatkan kesempatan untuk membuktikannya melalui serangkaian misi.

Dari misi inilah, Kat kembali bertemu dengan Raven dan berusaha menyadarkannya dari pengaruh topeng besi misterius yang membuatnya jadi liar. Karena pada saat itu situasi politik sangat tidak kondusif, mereka berusaha untuk melakukan eksplorasi di benua Jirga Para Lao yang luas (terdiri dari 4 pulau) untuk mencari jalan pulang menuju Hekseville.

Kali ini musuh mereka tidak hanya Nevi, tapi juga tentara manusia dan mecha army (pasukan robot). Tapi tenang saja, nantinya Kat juga akan mendapatkan bantuan satu karakter baru yang penuh misteri. Akankah mereka berhasil melalui semua itu? Anda lah yang menentukannya.


Jungkir Balik Sesuka Hati

Foto: screenshot detikINET

Tidak berubah seperti seri pertama , Gravity Rush 2 tetap menggunakan gameplay yang sama, yaitu memanipulasi gravitasi. Dengan menekan sebuah tombol, Anda dapat membuat Kat terbang lalu menjatuhkannya ke mana saja sesuai keinginan. Kat bisa jatuh ke atas, bawah, atau ke samping.
Kat juga bisa menggunakan medan gravitasi pribadinya untuk melemparkan puing-puing pada musuhnya, berdiri di atas dinding lalu terbang sambal meluncurkan tendangan sejauh seratus meter. Atau juga bisa dengan tiba-tiba mengambil junk food di sebuah stall lalu memakannya.

Tidak hanya itu saja, di dalam Gravity Rush 2, Kat memiliki tambahan variasi kekuatan. Sekarang dia bisa menggunakan dua gaya manipulasi gravitasi baru, yaitu Jupiter Style dan Lunar Style. Jupiter Style membuat tubuh Kat jadi lebih berat. Dengan style ini, kecepatan Kat akan lebih lambat, namun setiap pukulan yang dilancarkan Kat ke musuh jadi lebih sakit.

Foto: screenshot detikINET

Style ini cocok dipakai jika Anda ingin mengumpukan obyek-obyek untuk dilemparkan ke musuh dengan mengharapkan kerusakan maksimal. Lunar Style membuat tubuh Kat jadi lebih ringan. Dengan style ini, kecepatan Kat akan meningkat dan bisa melompat sangat jauh untuk mencapai area tertentu tanpa membutuhkan manipulasi gravitasi.

Style ini cocok dipakai jika Kat ingin mengejar musuh-musuh yang lincah. Ketika Anda bermain, Anda akan memerlukan gems untuk meng-upgrade skill. Untuk mendapatkan gems, Anda harus pergi ke tambang dan mengumpulkannya. Jika beruntung, Anda akan menemukan bos monster yang kuat, di mana jika Anda melenyapkannya maka Anda akan mendapatkan special reward.

Gravity Rush 2 memiliki tiga kali jumlah misi dari sebelumnya, yaitu sekitar 20 episode dan setidaknya tersedia 40 misi tambahan untuk membuang kebosanan. Dengan beragam tambahan ini, menamatkan Gravity Rush 2 mungkin akan memerlukan waktu sekitar 20-40 jam lamanya. Apalagi peta di dalam game ini juga 2,5 kali lebih besar daripada seri pendahulunya.


Grafis RPG Memukau

Foto: screenshot detikINET

Visualisasi di dalam Gravity Rush 2 sangat mengesankan, bahkan dibilang terbaik jika dibandingkan dengan game-game RPG lainnya di Playstation 4. Karakter dan lingkungan yang ada disekitarnya benar-benar diwarnai dengan tekstur sempurna. Mungkin boleh dibilang game ini seperti film animasi Holywood berbiaya milyaran rupiah.

Kualitas image benar-benar menjadi point terkuat atau utama di Gravity Rush 2, mengingat Sony memang merancangnya khusus untuk Playstation 4 sehingga bisa beroperasi optimal di 1080 pixels. Namun kekurangan minornya adalah saat adegan perkelahian Kat dengan musuh yang terlalu banyak, cenderung akan membuat framerate menurun sesaat,

Namun pada akhirnya, Gravity Rush 2 adalah permainan indah yang menawarkan visualiasi ceria dan menyenangkan seperti menonton animasi atau membaca manga dengan polesan warna cat air yang sangat halus serta memanjakan mata.


Sistem Trophy yang Mudah, Namun Lama

Foto: screenshot detikINET

Gravity Rush 2 memiliki 37 trophies yang bisa dikumpulkan oleh Trophy Hunter, yaitu terdiri dari 1 Platinum, 4 Gold, 13 Silver dan 19 Bronze. Untuk mengumpulkannya bisa dibilang "gampang gampang susah", yaitu mudah diikuti namun perlu makan waktu yang cukup lama.

Contohnya adalah harus menamatkan seluruh side mission, menyelesaikan challenge mission dengan tiga tingkatan berbeda ataupun mengumpulkan collectible items.


Opini detikINET

Foto: screenshot detikINET

Menurut kami, Gravity Rush 2 adalah contoh sekuel terbaik dan wajib dijadikan koleksi oleh pecinta game RPG dengan segala kesempurnaanya. Karakter-karakternya yang cantik, jalan cerita yang makin menarik serta dibalut dengan visualisasi ala komik, banyaknya varian misi serta level tantangan, dan memiliki gaya animasi yang sinematis, membuat game ini sangat adiktif untuk dimainkan.

Apalagi dengan segala keistimewaan tersebut masih ditambah alunan soundtrack orkestra dari komposer Kohei Tanaka yang menyentuh hati. Namun, Gravity Rush 2 masih memiliki celah yang harus diperbaharui, seperti framerate yang tiba-tiba bisa menurun drastis, misi repetitive yang membosankan, stealth mission yang aneh dan auto target yang susah untuk diprediksi.

Namun yang paling buruk adalah pergerakan kamera yang tidak tepat dan malah ikut bersaing dengan pergerakan karakter, sehingga membuat gamer kesal dan cenderung membuat motion sickness atau mual jika baru bermain game ini untuk pertama kalinya. Tidak hanya itu, kesalahan yang paling konyol adalah jika melakukan "Infinite Shift", NPC disekitar karakter akan ikut mengambang di udara dan ikut terjebak di gravity area.

Belum genap sebulan dari tanggal rilis Gravity Rush 2, Sony sudah menyiapkan DLC Gravity Rush 2 Another Story: The Ark of Time – Raven's Choice pada bulan Maret 2017 mendatang sebagai free add-on. Dari judulnya sudah terlihat bahwa isi DLC ini nantinya khusus menceritakan tentang perjalanan Raven saat ia harus bertarung dengan

Foto: screenshot detikINET

Nevi untuk menyelamatkan anak-anak yang terperangkap di dalam The Ark of Time pada akhir cerita Gravity Rush seri pertama.

Secara keseluruhan, Gravity Rush 2 merupakan keberhasilan awal untuk Sony di tahun 2017. Jika diberi kesempatan, kami ingin menobatkannya sebagai calon Game of The Year 2017, sebagai salah satu game terbaik yang pernah dihadirkan di konsol Playstation 4 pada tahun ini! (mag/mag)
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed