Selasa, 03 Jan 2017 19:47 WIB

Review Game

The Last Guardian, Petualangan Emosional yang Tertunda 9 Tahun

Teguh Priambodo - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Jika Anda mengikuti perjalanan konsol Playstation semenjak awal era milenial lalu, pasti sangat mengenal dua judul game fenomenal karya Fumito Ueda beserta Team Ico, yaitu Ico (2001) dan Shadow of the Colossus (2005). Kedua game yang ditujukan untuk konsol Playstation 2 ini dikenal dengan game yang memiliki seni tinggi, karena desain lanskap minimalis, gameplay mendalam serta perjalanan karakter yang emosional.

Kemudian pada tahun 2007, Fumito dan Team Ico mulai mengembangkan game The Last Guardian dengan style dan gameplay yang sama seperti 2 titel sebelumnya. Sehingga pada ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2009, game The Last Guardian diumumkan akan segera dirilis secara eksklusif pada tahun 2011 untuk konsol Playstation 3.

Namun sayang, karena mengalami penundaan yang terlalu lama akibat kendala hardware konsol Playstation 3 yang tidak memadai, pengembangan game ini mulai dipindahkan ke konsol Playstation 4 pada tahun 2012.

Foto: screenshot detikINET


Kabar inilah yang menimbulkan anggapan baru di kalangan gamer pada waktu itu, bahwa game The Last Guardian tidak akan pernah dirilis. Hingga pada akhirnya Fumito membentuk tim baru yang dinamakan genDESIGN (sisa anggota Team ICO yang lepas dari Sony) bekerjasama dengan SIE Japan Studio mulai akktif mengerjakan game The Last Guardian dengan serius.

Pada ajang E3 tahun 2015, secara mengejutkan The Last Guardian diperkenalkan kembali ke publik dan diberitakan akan segera dirilis pada tahun 2016. Kini, setelah penantian nyaris satu dekade atau 9 tahun lamanya, The Last Guardian akhirnya dirilis secara eksklusif untuk konsol Playstation 4 pada tanggal 6 Desember 2016 lalu di Jepang untuk pertama kalinya.

Apakah karya ketiga dari Fumito Ueda ini layak untuk ditunggu? Mampukah The Last Guardian memenuhi ekspektasi gamer setelah penantian 9 tahun lamanya? Berikut sajian review dari detikINET!


Persahabatan Sejati

Foto: screenshot detikINET

Semua berawal dari seorang anak yang diculik secara misterius dan dibawa ke istana yang sangat besar. Kemudian ia terbangun di dalam sebuah tempat, tanpa disadari tubuhnya sudah dipenuhi oleh tato berbagai macam simbol. Di dekatnya, ia bertemu dengan seekor makhluk lemah bernama Trico.

Makhluk yang memiliki wujud mirip Griffin ini dirantai dan terbaring dengan tubuh penuh tusukan luka akibat tombak yang menancap di tubuhnya. Tidak hanya itu, sayap yang memungkinkan untuk terbang juga terluka karena tusukan tombak. Anak itu kemudian membantu Trico untuk mencabut tombaknya, melepaskan rantai, dan memberi makan Trico melalui barel-barel yang ada di beberapa spot.

Meskipun Trico awalnya memusuhi anak itu, namun ia perlahan-lahan mulai menerima perawatan dan bimbingan sang anak. Keduanya kemudian berusaha melarikan diri dari istana sambil menghadapi berbagai macam penjaga dan makhluk lain yang mirip dengan Trico.

Foto: screenshot detikINET

Disinilah perjalanan emosional dan ikatan persahabatan mereka dimulai. Apa yang membuat The Last Guardian begitu istimewa adalah karena unsur ikatan yang terus tumbuh antara sang anak dengan Trico. Game ini sepertinya diciptakan sebagai refleksi untuk belajar mengenai persahabatan dan cinta kasih, bukan ditujukan untuk mengasah keterampilan ataupun agresif melawan musuh

Misalnya, Anda dapat berteriak 'Trico!' untuk memanggilnya lalu naik ke atas tubuhnya agar mencapai tempat yang lebih tinggi. Namun kemudian Anda akan belajar beberapa perintah yang berbeda untuk merebut perhatian Trico. Seperti hewan pada umumnya, Anda juga harus bersabar, karena Trico terkadang pergi ke arah yang salah, hanya berdiri diam ditempat, atau bermalas-malasan.

Dia juga sering berteriak, takut dengan air, bergulir di tanah, atau mencegah sang anak dari memanjat di punggungnya dengan menggaruk bulu. Kamu hanya perlu memperlakukan Trico seperti hewan pada umumnya, yaitu menepuk-nepuk tubuhnya agar merasa nyaman, mengelus bulu halus di tubuh Trico, atau selalu memberikan makanan jika dia lapar.

Ada momen lucu di mana Trico akan mengeluarkan puppy eye jika sang anak berteriak kepadanya.


Sensasi Puzzle Bergaya Klasik

Foto: screenshot detikINET

Fokus gameplay dari The Last Guardian adalah third-person game yang dikombinasikan dengan Action-Adventure dan elemen puzzle. Anda akan mengontrol seorang anak kecil tanpa memiliki senjata apapun, di mana ia dapat berlari, melompat, memanjat dan melakukan aksi-aksi lainnya seperti di dalam game Ico atau Shadow of the Colossus.

Bisa dibilang, gameplay-nya hampir mirip dengan Lara Croft dalam game Tomb Raider yang mengajak Anda untuk melompat sambil menantang maut, bergantungan pada tali di jurang yang curam, menapaki jalan setapak yang berbahaya dan menyelesaikan puzzle untuk mencari jalan keluar.

Yang unik di dalam game ini adalah ketika sang anak dapat menggunakan perisai seperti cermin untuk menghancurkan obyek tertentu dengan menggunakan energi dari ekor Trico. Karena Trico memiliki naluri hewani, Anda harus mengarahkan sang anak untuk bisa saling berkomunikasi dalam menyelesaikan teka-teki.

Seperti misalnya, ketika sang anak melempar barel ke area tertentu untuk memancing ia bergerak ke tempat tersebut. Sehingga sang anak bisa melompat ke suatu tempat yang tinggi. Atau mengarahkan kepala Trico ke area tersembunyi agar bisa melewati sebuah ruang yang nyaris tidak ketahuan di mana jalan keluarnya.

Foto: screenshot detikINET

Anda juga bisa menggunakan ekor Trico untuk menuju ruang lain yang sempat tidak terpikirkan oleh Anda. Intinya di sini adalah Anda harus memiliki naluri untuk memecahkan puzzle sederhana dengan logika dan hampir semua memerlukan bantuan Trico.

Pada akhirnya, setiap pemain akan memiliki Trico dengan sifat yang berbeda, tergantung pada bagaimana ia memilih untuk berinteraksi dengannya. Hal ini benar-benar mirip seperti pelatihan hewan peliharaan, di mana hewan itu akan melakukan eksplorasi sesuatu yang menarik, menolak makanan yang dianggapnya buruk, atau memilih untuk pergi tidur jika memang ingin tidur.


Mimpi Buruk Trophy Hunter

Foto: screenshot detikINET

Bagi sebagian gamer, mengumpulkan semua trophy atau piala menjadi hal yang wajib dilakukan. Nah, The Last Guardian memiliki 24 Trophy yang harus dikumpulkan, yaitu terdiri dari satu platinum, tujuh emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu. Untuk meraih platinum dan menyelesaikan semua trophy tidak semudah game Sony lainnya, seperti Until Dawn atau The Order: 1886.

Untuk meraihnya benar-benar harus memperhatikan detail, sangat tricky dan harus berpikir keras. Contohnya adalah bagaimana Anda harus menyusun dua barel dan membawanya sejauh 100 meter, melempar barel ke udara langsung ke arah mulut Trico, atau bergelayutan dipunggung penjaga selama beberapa detik (dan ini tidak mudah).

Tantangan yang paling seru adalah bagaimana menamatkan game ini di bawah 4 jam tanpa mati sekalipun.


Opini detikINET

Foto: screenshot detikINET


Untuk beberapa kalangan yang belum mencoba Ico atau Shadow of The Colossus mungkin sedikit ragu untuk mencoba game ini. Apalagi The Last Guardian masih kalah hype dengan game Final Fantasy XV yang lebih diminati pada bulan Desember 2016 lalu. Padahal Final Fantasy XV memiliki nasib yang kurang lebih sama seperti The Last Guardian, yaitu pengembangan game yang memakan waktu 10 tahun.

Menurut kami, The Last Guardian ini seperti bernostalgia. Entah bagaimana, game ini mengingatkan kami dengan game platformer klasik seperti Prince of Persia ataupun Tomb Raider yang memiliki beberapa puzzle dan misteri yang harus dipecahkan.

Keunggulan lain adalah keindahan struktur bangunan dunia kuno yang penuh dengan teka-teki. Kemudian AI (Artificial Intellegence) karakter yang sering berubah tergantung ikatan antara sang anak dan Trico, di mana akan mempengaruhi tindakan yang akan terjadi selanjutnya. Yang paling menarik adalah alunan musik ketika suara orkestra Takeshi Furukawa ikut mengiringi perjalanan dua sahabat ini ke dalam sisi yang mendekatkan mereka, sehingga permainan jadi lebih emosional.

Namun sangat disayangkan, kontrol game ini agak membingungkan, membuat Anda kurang nyaman dan cenderung membuat gameplay agak sedikit membosankan. Kelemahan terbesar adalah dari sisi kamera, di mana saat melakukan gerakan animasi ke kiri kanan, lalu zoom in dan zoom out menjadi seperti tidak terarah, sehingga sulit untuk mengontrol gerakan sang anak.

Foto: screenshot detikINET

Di luar kelemahan itu, menurut kami The Last Guardian adalah game visual yang mengesankan dengan pencahayaan yang sangat baik, perhatian terhadap detail, lingkungan yang realistis serta memiliki beragam puzzle yang menantang untuk ditaklukan.

Dari segi grafis, game ini sebenarnya cukup mengecewakan. Bahkan di beberapa area permainan, framerate-nya cenderung menurun.

Saat bermain juga ditemukan beberapa bug dan glitch yang agak mengganggu, misalkan menyangkut di batu, atau tertancap di tiang, sehingga mau tidak mau harus restart checkpoint.

Yang membuat frustasi adalah jika Anda coba mengumpulkan trophy, karena Anda akan mengulangi hal yang sama berulang-ulang sambil mengharapkan pop up achievement keluar. Walaupun hanya ada satu sisi positifnya, yaitu animasi Trico yang terlihat hidup, terlihat dari bulu-bulunya yang terbang terkena angin saat menggaruk tubuhnya atau saat melompat ke area tertentu.

Ini mungkin karena pada awalnya memang dikembangkan untuk Playstation 3, tetapi sayang kurang dioptimalkan untuk Playstation 4. Belum tahu jika coba dimainkan di Playstation 4 Pro, karena menurut kami di-upscale pun juga tidak banyak berpengaruh.

It's taken a long time to join the tale of friendship journey, but it was definitely worth the wait. (mag/yud)
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed