BERITA TERBARU
Jumat, 09 Des 2016 19:25 WIB

Review Game

Call of Duty: Infinite Warfare, Perang Futuristik yang Kurang Greget

Angga Aliya ZRF - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Call of Duty: Infinite Warfare --untuk selanjutnya akan kami singkat menjadi CODIW-- dirilis saat banyak game-game baru nan menarik beredar di pasaran. Game keluaran Activision ini bahkan muncul sedikit terlambat dibandingkan rivalnya Electronic Arts (EA) yang merilis Battelfield 1.

Di awal pemutaran trailer perdananya, banyak yang mengkritik CODIW. Bahkan video trailer yang diunggah di situs YouTube masuk ke dalam salah satu video dengan jumlah dislike terbanyak. Hal ini justru berbanding terbalik rivalnya, Battlefield 1.

Apa yang menyebabkan CODIW terjungkal tak lain karena nuansa peperangan yang disajikan. Gamer merasa bosan dan muak dengan perang bernuansa modern, lengkap dengan senjata-senjata dan skill unik yang mengawang-ngawang jauh di masa depan sana.

Sementara Battlefield 1 malah menghadirkan kesan klasik dari era Perang Dunia I. Suka atau tidak, Activision tidak memperdulikan hal itu. Publisher game raksasa ini maju terus tanpa memperdulikan kritik dari gamer.

Lalu seperti apa impresi kami dalam memainkan CODIW? Simak review singkat detikINET berikut!


Perang Modern dengan Cita Rasa Klasik

Foto: screenshot detikINET

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya atau mungkin seri Call of Duty pada umumnya, CODIW menawarkan mode single player campaign dan multiplayer. Akan tetapi, banyak yang menyebut jika mode permainan single player campaign menjadi yang menarik perhatian di seri ini.

Seri COD agak sulit melepaskan diri dari bayang-bayang kesuksesan tema Perang Dunia II. Memang ada beberapa judul yang sukses seperti COD: Ghost atau COD: Black Ops, tapi tetap yang paling dikenang adalah yang bertema Perang Dunia II.

Itulah mengapa ketika mencoba single player campaign ini terasa seperti negara-negara bersatu melawan Nazi yang bermarkas di luar angkasa. Ada sekelompok orang, dipimpin oleh pemimpin keji, berniat menguasai alam semesta. Mirip seperti Hitler, tapi lebih ambisius.

Di masa depan, jumlah populasi yang terus membengkak ditambah sumber daya yang menipis membuat umat manusia bersatu dan mulai mengeksplorasi wilayah lain di luar bumi.

Umat manusia mulai membuat koloni dan menambang sumber daya lain di alam semesta di bawah bendera United Nations Space Alliance (UNSA). Namun, alih-alih bekerja sama dengan UNSA, sekelompok manusia dan robot yang mendeklarasikan diri sebagai Settlement Liberation Front (SDF) justru ingin menguasai semua jerih payah yang sudah diraih UNSA.

Foto: screenshot detikINET

Di sini lah pihak militer gabungan bumi, Solar Associated Treaty Organization (SATO), harus turun tangan. Tokoh utamanya adalah Captain Nick Reyes yang diisi suaranya oleh aktor Brian Bloom. Bloom ini pernah bermain sebagai penjahat bernama Pike di film The A-Team (2010).

Tugas Reyes adalah membebaskan UNSA dari jajahan SDF dengan bantuan serdadu militer lain hingga robot humanoid yang bentuknya seperti di film Chappy (2014).

Reyes bersama teamnya akan menjelajahi ruang angkasa mulai dari berjalan kaki memakai baju luar angkasa, mengendarai kendaraan roda empat di bulan Jupiter yang bernama Europa, hingga menjadi pilot pesawat luar angkasa dalam menghapus tirani SDF.

Gaya permainannya masih sama, linear dan bunuh semua NPC sampai habis sebelum melanjutkan cerita ke level selanjutnya. Namun ceritanya yang menarik untuk diikuti di single player campaign ini.


Multiplayer Kurang Inovasi

Foto: screenshot detikINET

Developer Infinity Ward seolah kurang serius menggarap mode multiplayer CODIW. Mode multiplayer di game tembak-tembakan futuristik ini hampir sama dengan pendahulunya, yaitu Call of Duty: Black Ops III yang dirilis tahun lalu.

Pemain masih bisa double-jump boost, wall running, dan sliding menuju cover menghindari tembakan. Bedanya, kalau sebelumnya ada pilihan karakter dengan skill berbeda-beda, kini gantinya adalah Combat Rigs, yang sebenarnya tidak jauh berbeda.

Sama-sama memilih karakter, tapi dengan pilihan yang jauh lebih sedikit dari game sebelumnya. Supply drop juga masih ada, supaya pemain bisa membeli senjata spesial saat mulai bertempur dengan pemain lain.

Mode pilihan permainan multiplayer tetap sama, mulai dari team deatmatch sampai domination. Semuanya seperti memainkan CODBO III memakai skin yang berbeda saja.

Foto: screenshot detikINET

Untungnya, ada mode multiplayer lain yang menarik untuk dicoba. Jika bosan dengan tema futuristik, pemain bisa mencoba versi zombie bersama teman-teman melalui splitscreen atau online.

Siapa yang tidak suka membabi-buta dan menghancurkan zombie bersama teman-teman?


Opini detikINET

Single player campaign di CODIW menjadi satu-satunya hal yang menarik dari permainan tembak-tembakan ini. Grafi memukau dibalut dengan cerita yang apik membuat story telling-nya mengalir, membuat gamer serasa sedang menonton film science fiction.

Apalagi ditambah dengan pengisi suara aktor dan aktris Hollywood, seperti Kit Harington (Jon Snow di serial Game of Thrones) hingga David Hasselhoff (kita semua tahu siapa dia) membuat penyajian ceritanya semakin lebih hidup.

Dari segi gamplay tidak banyak berbeda dari lini game COD sebelumnya. Perbedaan paling nyata hanya di jenis senjata dan peralatan perang yang lebih baru lagi.

Foto: screenshot detikINET

Itulah kenapa mode multiplayer-nya juga tampak tidak jauh berbeda dengan game-game COD sebelumnya. Bahkan seperti memainkan COD Black Ops III saja tapi dengan skin yang berbeda.

Nilai plus dari mode multiplayer ini adalah bisa dimainkan bersama di satu layar televisi dengan mode splitscreen. Kebanyakan game-game jaman sekarang kalau multiplayer berarti harus online dan masing-masing pemain harus punya game-nya.

Nah, dengan mode ini CODIW bisa dimainkan bareng teman-teman saat berkumpul di rumah. Namun jika harus memilih antara single player campaign atau multiplayer, untuk game ini detikInet memilih bermain sendiri saja sambil berkelana mengeksplorasi luar angkasa.

Untuk versi CODIW Legacy Edition, anda akan mendapatkan Call of Duty 4: Modern Warfare secara cuma-cuma. Satu lagi tambahan single player campaign yang ceritanya memukau.

Foto: screenshot detikINET

Grafis di COD4MW sudah ditingkatkan khusus untuk next-gen console. Selain itu, Activision juga memberikan game Virtual Reality (VR) stand alone sebagai bagian dari CODIW yaitu Jackal Assault VR Experience.

Game VR ini memberikan nuansa dan pengalaman sebagai pilot pesawat luar angkasa yang bertempur melawan musuh selama kurang lebih 10-15 menit gameplay. (mag/mag)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed