BERITA TERBARU
Jumat, 12 Ags 2016 10:34 WIB

Review Game

Mighty No. 9: Kekalahan Telak dari Megaman

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Meski sudah era konsol next-gen, game platforming masih menjadi genre yang digemari. Hal ini juga didasari oleh fakta dimana industri game berkembang berdampingan dengan pertumbuhan usia gamer itu sendiri.

Karenanya, tak jarang dari developer game itu yang sampai detik ini masih terjebak dan terlena akan nostalgia game-game lawas. Ada yang membuat ulang dengan konsep/remake atau remastered seperti yang sering kita lihat dalam beberapa tahun, namun ada pula yang menggarap game baru dengan konsep mirip-mirip.

Nah, game dengan konsep mirip-mirip itulah yang bisa kita jumpai pada game Mighty No. 9. Game yang mengusung genre 2D platforming ini diciptakan oleh mantan pegawai Capcom yang juga seorang veteran game asal Jepang, yakni Keiji Inafune.

Pemilihan stage yang menjadi ciri khas Megaman turut hadir di game.

Bersama dengan timnya di studio yang ia bentuk bernama Comcept, Keiji seolah ingin mengobati kerinduan gamer akan sosok Megaman yang dibuang begitu saja oleh Capcom. Namun untuk bisa menciptakan game tentu membutuhkan modal yang tak sedikit.

Dengan kondisi yang saat ini bergerak independen, Keiji pun mencoba untuk menggalang dana melalui situs crowdfunding Kickstarter. Dengan segala macam bentuk promosi jitu, proses pengenalan Mighty No. 9 terbilang cepat.

Banyak gamer yang jatuh hati pada impresi pertama Mighty No. 9. Tak sedikit dari gamer yang berharap agar Mighty No. 9 ini bisa sesukses Megaman. Lalu apakah benar Mighty No. 9 bisa menggantikan Megaman? Simak review detikINET berikut!


Plot

Cerita berlatar dunia di tahun 20xx, di mana robot dan manusia hidup berdampingan.

Mighty No. 9 mengambil alur cerita di kehidupan bumi yang futuristik di tahun 20XX, di mana manusia dan robot hidup berdampingan. Namun, secara tiba-tiba wabah virus menyerang sehingga menyebabkan sebagian robot menjadi menggila dan berubah menjadi rogue.

Anda di sini berperan sebagai seorang robot yang bernama Beck. Robot dengan kemampuan mirip Megaman ini -- serangan laser di tangan -- tergabung ke dalam aliansi pasukan bernama Mighty Numbers.

Di antara pasukan Mighty Numbers hanya Beck yang tidak terkena dampak virus. Karenanya, dengan mandat yang diberikan oleh Dr. White, Beck akhirnya berkelana dari kawasan ke kawasan untuk menghadapi delapan Mighty Numbers lainnya yang terkena virus.

Satu per satu Mighty Numbers harus dituntaskan demi mendapatkan data yang dipakai Dr. White untuk menginvestigasi virus. Caranya adalah dengan menyerap Xel yang ada pada delapan Mighty Numbers.

Lalu, apa yang menyebabkan virus tersebut menyebar? Dan siapa dalang dari semua ini? Semua pertanyaan itu bisa terjawab jika Anda memainkan game ini dengan tuntas.



Mighty No. 9 vs Megaman

Efek ledakan yang terasa murah.

Ketika semua dana terkumpul di Kickstarter, Mighty No. 9 total meraih dana sebesar USD 4 juta atau sekitar Rp 52,3 miliar. Sebuah angka yang fantastis untuk menggarap game. Namun pada kenyataannya Mighty No. 9 tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sebagian besar kritikus game terkemuka berpendapat bahwa apa yang ditawarkan di dalam game tidak sepadan dengan besaran investasi yang diraih. Memang secara gameplay dan kasat mata Mighty No. 9 sedikit mirip dengan Megaman.

Dan bila dibandingkan dengan visual Megaman yang era konsol lawas, Mighty No. 9 memiliki peningkatan. Tapi, sayangnya peningkatan tersebut tidak memenuhi ekspektasi selayaknya game next-gen pada umumnya. Tekstur kasar jelas terlihat pada karakter maupun environment game.

Belum lagi desain visual yang ada pada game. Dibandingkan dengan Megaman yang walaupun tampil dengan warna serba biru, Beck hadir dengan selera desain dan warna yang kurang menarik.

Desain karakter yang tak lebih baik dari Megaman.

Setali tiga uang dengan Beck, desain musuh-musuh receh pun punya selera desain yang lebih parah. Efek ledakan juga terasa murahan sehingga menimbulkan kesan bahwa 3D yang hadir tidak sewajar game 3D pada umumnya.

Selain itu selama bermain, terutama ketika terjadi ledakan-ledakan, kami kerap menemukan fenomena 'patah-patah' yang ditimbulkan akibat frame rate yang turun. Tentu kualitas yang payah ini menjadi pertanyaan, seginikah game USD 4 juta?

Secara kemampuan Beck serupa dengan Megaman. Anda bisa membasmi musuh dengan menggunakan serangan laser dari tangannya. Hanya saja, laser yang ditembakkan tidak bisa di-charge, sehingga Anda harus puas dengan tembakan yang keluar satu per satu.

Selain laser, Beck juga dibekali kemampuan untuk melesat dengan menggunakan dash. Dash di sini selain berguna untuk membantu Beck melesat, juga berfungsi untuk menyerap Xel lawan yang sudah kepayahan akibat ditembak.

Xel tersebut juga berguna untuk mendapatkan sejumlah keuntungan yang sifatnya sejenak, seperti membuat tembakan lebih sakit dibanding biasanya. Beck juga punya kemampuan untuk menyerap jurus kawan-kawannya sesama anggota Mighty Numbers yang dilawan sebagai bos.

Meski sudah memakai kostum Pyro, Beck tetap tidak kebal terhadap api.

Semisal, setelah bertarung melawan Pyro, Beck jadi punya skill api yang sama seperti Pyro, begitu pula yang lainnya. Hal-hal seperti yang disebutkan tadi memang sama persi yang kita jumpai di Megaman masa lampau.

Namun yang menjadi satu kelemahan adalah kostum atau kemampuan lawan yang dipakai di Beck hanya sebatas serangan. Sebaliknya, kostum tidak bisa dipakai untuk melindungi diri. Sebagai contoh lagi, kostum Pyro sejatinya mampu mengeluarkan serangan api, namun ini tidak berfungsi ketika Beck terjatuh ke dalam kobaran api.

Beck tetap saja menerima damage. Begitu pula dengan kostum Dynatron yang sejatinya merupakan robot dengan kemampuan listrik tak mampu menahan aliran listrik. Berbeda ketika era Megaman, di mana kostum yang didapat bisa menahan serangan sejenis.


Opini detikINET

Kemampuan Beck ketika dash berperan penting terhadap serangan musuh.

Secara keseluruhan, Mighty No. 9 tidak bisa menggantikan Megaman. Bila Anda berharap bahwa membeli game ini bisa mengobati kerinduan bermain Megaman, sepertinya jangan terlalu berharap banyak.

Secara gameplay mungkin iya. Tapi bila diresapi lebih dalam, tantangan dan semua yang dihadirkan di Megaman, harapan itu tak sangat tidak mampu diemban oleh Mighty No. 9. Walaupun disokong dengan budget USD 4 juta sekalipun.

Elemen yang menurut kami lumayan adalah musikalitas yang dibesut oleh Manami Matsumae. Ya, Manami yang dulu didapuk menjadi komposer di seri Megaman turut berkontribusi terhadap penggarapan musik Mighty No. 9 yang cukup oke. Manami mampu menciptakan musik ngebeat khas Megaman di Mighty No. 9.

Secara tingkat kesulitan, Mighty No. 9 pun tidak terlalu menantang layaknya Megaman. Masing-masing bos musuh bisa dihadapi dengan santai, asal mengikuti pola gerakan dan paham dengan kelemahan. Sebagai contoh, Cyro pasti akan lemah bila terkena serangan api yang didapat dari Pyro. Begitu seterusnya.

Jadi pada intinya, jika kedua jagoan disandingkan sepertinya kharisma Mighty No. 9: takkan bisa mengalahkan Megaman. (mag/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed