Jumat, 27 Jan 2017 16:17 WIB

Laporan dari Wetzlar, Jerman

Mengungkap Alasan Leica Dibanderol Selangit

Enche Tjin - detikInet
Foto: Enche Tjin Foto: Enche Tjin
Wetzlar, Jerman - Saat mendengar kamera Leica, mungkin terbersit pikiran bahwa kok kamera dan lensa ini mahal sekali? Mengapa bisa demikian?

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Leica adalah merk kamera premium, yang berarti bahwa produk Leica berkualitas tinggi, jumlah produksi yang terbatas dan merknya telah diakui dan dihormati. Hal ini yang membedakan Leica dengan pabrikan kamera lainnya.

Leica tidak berniat mengejar pangsa pasar besar dengan membuat produk yang cukup baik dengan harga yang rendah, tapi Leica berusaha membuat produk high-end dan unik dengan teknologi mutakhir yang tersedia.

Dengan produksi yang tidak terlalu banyak dan komponen yang digunakan paling canggih, maka harganya harus menyesuaikan. Tahun lalu, Leica menjual sekitar 100 ribu kamera saja, dan memiliki pangsa pasar 1%.

Contohnya, kamera Leica SL, kamera ini berteknologi mirrorless dengan jendela bidik yang sangat besar dan resolusi 4.4 juta titik, sedangkan biasanya jendela bidik kamera mirrorless pada umumnya sekitar 2 juta titik saja. Selain itu, layar LCD-nya sudah touchscreen dan casingnya dari logam yang tahan air dan debu.

Mengungkap Alasan Leica Dibanderol SelangitFoto: Enche Tjin
Contoh, lainnya lagi yaitu kamera Leica M10 yang baru diumumkan awal tahun 2017 ini mengunakan sensor yang rangkaiannya dirancang khusus dengan lensa-lensa mikro supaya penyerapan cahaya lebih optimal saat mengunakan lensa-lensa Leica M.

Alhasil, kualitas hasil fotonya lebih baik. Karena harus dirancang khusus dari awal dan khusus untuk kamera Leica saja, maka otomatis harga akan menyesuaikan.

Beda dengan konsep marketing pabrikan kamera asal Jepang yang biasanya memperhitungkan masa yang pendek, sekitar 2-4 tahun, beberapa malah mengeluarkan kamera baru pengganti setiap tahun, Leica yang memiliki darah Jerman mementingkan nilai produk di masa yang panjang, setidaknya 20 tahun ke depan.

Contohnya, lensa Leica M dirancang untuk dapat digunakan dalam waktu yang sangat lama. Jika disimpan dan dirawat dengan baik, fotografer masih dapat menikmati mengunakan lensa Leica buatan tahun 1950-an atau lebih awal lagi.

Kamera Leica yang sudah berumur 8 tahun seperti Leica M9 masih banyak yang mengunakannya, bahkan Leica masih menjual dan melayani pengguna kamera film/analog Leica.

Mengungkap Alasan Leica Dibanderol SelangitFoto: Enche Tjin
Selain mementingkan pembuatan produk yang berkualitas sangat tinggi, Leica juga mementingkan elemen manusia dalam produksinya, meski saat ini komponen elektronik dibuat oleh mesin, tapi quality control dan finishing tetap dilakukan oleh staf ahli yang berpengalaman.

Untuk menghadapi persaingan dengan pabrikan kamera lain, Leica berusaha membuat produk yang unik (niche) yang memenuhi sebagian jenis fotografi dengan sangat baik dan tanpa kompromi, contohnya seperti sistem kamera Leica M yang legendaris.

Leica M adalah kamera rangefinder digital satu-satunya saat ini yang memungkinkan desain body yang compact dengan jendela bidik yang luas dan terang dan sensor full frame 36x24mm yang cukup besar.

Lensa-lensa Leica M sangat compact dibandingkan dengan lensa-lensa DSLR maupun mirrorless yang ada dipasaran sehingga sistem ini sangat digandrungi oleh street, photojournalist atau travel photographer.

Dalam beberapa tahun terakhir, Leica juga mengembangkan product line baru, salah satunya dengan mengenalkan kamera compact berkinerja tinggi seperti Leica Q, yang sudah memiliki fungsi autofokus, lensa bukaan besar 28mm f/1.7 dan sensor full frame dengan harga yang relatif terjangkau di Leica Land.

Sampai saat ini, belum ada kamera yang memiliki spesifikasi dan kinerja seperti Leica Q.

Mengungkap Alasan Leica Dibanderol SelangitFoto: Enche Tjin
Cara lainnya yaitu dengan bekerjasama dengan beberapa pihak lain seperti Panasonic untuk pengembangan kamera compact dan lensa, dan baru-baru ini dengan perusahaan raksasa asal Cina, Huawei, dalam mengembangkan riset dan desain lensa untuk ponsel high-end seperti Huawei P9.

Dibandingkan dengan pabrikan lain yang mengejar jumlah dan pangsa pasar, Leica berada di posisi yang lebih baik, karena tidak harus bersaing habis-habisan di pasar kamera digital yang menurun penjualannya dari tahun ke tahun karena tergerus dengan kamera ponsel yang kualitasnya makin bagus.

Leica juga tidak akan membuat produk yang kualitasnya rendah dengan harga murah karena tuntutan pasa, karena jika kualitas produk Leica di kompromikan, maka reputasi merk Leica sendiri kedepannya akan jatuh.

*) Penulis, Enche Tjin aktif dalam menulis dan menyelenggarakan kursus kilat serta tur fotografi, Enche juga menerima jasa fotografi terutama event dan portrait. Ia pun terafiliasi dengan www.infofotografi.com.

(yud/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed