BERITA TERBARU
Jumat, 22 Jun 2018 15:15 WIB

Fakta Menarik Soal Teknologi VAR di Piala Dunia 2018

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Wasit mengakses video VAR. Foto: Carl Recine/Action Images via Reuters Wasit mengakses video VAR. Foto: Carl Recine/Action Images via Reuters
Jakarta - Video asisstant referee (VAR) merupakan sebuah sistem yang membantu wasit dalam mengambil keputusan pada pertandingan sepak bola. Piala Dunia 2018 di Rusia pun turut mengimplementasikan teknologi tersebut, sekaligus jadi momen perdana bagi VAR untuk diterapkan pada gelaran empat tahunan itu.

VAR, dengan 13 orang yang tergabung menjadi tim di dalamnya, bekerja pada sebuah hub di Moskow sebagai pusat operasional dari teknologi tersebut. Tempat itu dikenal dengan nama video operation room (VOR).

Area tersebut memiliki akses independen terhadap seluruh kamera dari berbagai sudut di dalam stadion. Salah satunya adalah kamera yang berada di dekat gawang yang memiliki kemampuan untuk menayangkan gambar kualitas 4K. Hal tersebut dikarenakan banyak kejadian penting di sekitar gawang, dengan gol jadi salah satu yang paling utama.



Kamera-kamera tersebut nantinya akan dilakukan sinkronisasi dengan layar di dalam VOR agar dapat ditampilkan secara real-time, atau selisih kurang satu detik dari kejadian sebenarnya. Untuk berjaga-jaga, disediakan kamera tambahan jika sewaktu-waktu terdapat perangkat yang bermasalah.

Mengulik Seluk-beluk Teknologi VAR di Piala Dunia 2018Monitor VAR. Foto: Sergei Karpukhin/Reuters


Setiap layar mewakili satu kamera di dalam lapangan. Maka dari itu, setiap kamera memiliki namanya tersendiri. Nama masing-masing kamera pun juga dipasangkan pada tiap televisi yang menayangkan gambar dari perangkat tersebut.

Selain menayangkan video secara real-time, VOR juga memiliki sejumlah televisi yang menampilkan tayangan slow-motion. Fasilitas ini berguna untuk melakukan ulasan pada sebuah kejadian di dalam pertandingan.

Mengulik Seluk-beluk Teknologi VAR di Piala Dunia 2018Foto: istimewa


Bukan hanya tim VAR yang memiliki area khusus untuk melakukan pemantauan jalannya pertandingan dan kejadian khusus di dalamnya. Wasit pun juga memiliki titik khusus untuk menjalankan fungsinya sebagai pengadil dengan bantuan teknologi tersebut.

Titik itu diberi nama referee review area (RRA). Ini merupakan sebuah fasilitas berupa monitor yang terletak di pinggir lapangan dekat bench. Monitor tersebut memiliki penutup untuk melindunginya dari terpaan cuaca sekaligus demi alasan keamanan.

Lokasinya pun bisa berbeda-beda di masing-masing stadion. Sejumlah hal seperti penataan bangku penonton di dalam stadion, kepentingan pengiklan, dan keamanan menjadi sejumlah pertimbangan utama dalam menentukan tempat dipasangkannya RRA.

Untuk menghubungkan tim VAR dan wasit yang bertugas pada sebuah pertandingan, headset jadi tumpuan. Perangkat tersebut dibekali dengan jalur komunikasi dua arah melalui sistem radio berbasis fiber. Selain itu, headset tersebut memiliki sejumlah fitur, seperti push-to-talk untuk menghindari distraksi karena jalur komunikasi dua arah yang diterapkan.



Sejumlah vendor pun digaet untuk mendukung realisasi dari VAR. Lebih dari sepuluh perusahaan teknologi seperti Avid untuk keperluan multimedia, EVS Broadcast Equipment untuk penyiaran, serta Dartfish sebagai penyedia software, sebagaiamana detikINET mengutip keterangan resmi dari International Football Association Board (IFAB), Jumat (22/6/2018). Organisasi tersebut bertanggung jawab dalam yang merancang Laws of the Game, aturan dalam sepak bola

Seluruh pihak yang terkait membutuhkan waktu lebih dari lima jam sebelum kick-off untuk menyiapkan segala sesuatunya. Memastikan segala perangkat terkoneksi menjadi salah satu alasan yang membuat persiapan VAR tampak membutuhkan banyak waktu.

Saksikan juga video 'Yang Harus Kamu Tahu soal Teknologi VAR di Piala Dunia 2018':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed