BERITA TERBARU
Senin, 23 Apr 2018 09:05 WIB

Demi Buka Ponsel, Polisi Buru Sidik Jari Jenazah

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Florida - Petugas kepolisian Largo, Florida Amerika Serikat (AS) sempat kelimpungan dalam membuka kunci sandi ponsel milik buronan yang tewas ditembak. Tak kehilangan akal, polisi pun sampai datang ke rumah duka demi mendapatkan sidik jari jenazah.

Awal mula cerita, seorang pria berusia 30 tahun bernama Linus F. Phillip tewas setelah ditembak petugas kepolisian di sebuah pom bensin. Timah panas terpaksa dilesatkan karena Philip mencoba untuk kabur.

Beberapa hari setelahnya, sejumlah detektif mendatangi rumah duka Sylvan Abbey di Clearwater sambil membawa ponsel milik jenazah. Para detektif ini kemudian menempatkan sidik jari jenazah pada sensor demi membuka kunci ponsel.



Usut punya usut, seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (23/4/2018), pihak kepolisian ingin mengambil data yang ada di dalam ponsel Phillip. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari investigasi narkoba yang melibatkan Phillip.

Aksi aparat dalam mendatangi rumah duka dan mengambil sidik jari jenazah mengundang perhatian. Pakar hukum menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh detektif ini adalah legal dan tidak perlu mengajukan surat geledah karena tak ada lagi yang namanya privasi setelah seseorang meninggal.

Walau demikian, profesor Charles dari Rose Stetson University College mengatakan bahwa tindakan ini bisa melukai keluarga yang ditinggalkan. "Ini mengganggu bagi sebagian orang," ujarnya.

Kasus Phillip ini mengingatkan akan peristiwa penembakan di San Bernardino beberapa tahun lalu. Pelaku penembakan yang tewas, yakni Syed Farook, meninggalkan iPhone 5c di lokasi kejadian.

Namun, sayang Apple menolak untuk bekerjasama dengan pemerintah AS untuk membukakan kunci ponsel milik pelaku sehingga jadi polemik berkepanjangan ketika itu. (mag/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed