Senin, 16 Apr 2018 07:30 WIB

Teknologi Facial Recognition Bisa Tangkap Buron

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi (Foto: TechEmergence) Ilustrasi (Foto: TechEmergence)
Jakarta - Facial recognition tak melulu soal selfie di smartphone. Teknologi tersebut nyatanya juga bisa dipakai menangkap penjahat yang sedang buron.

Kepolisian China berhasil menangkap buronan di tengah kerumunan 50.000 orang yang tengah menghadiri konser musik. Teknologi facial recognition memainkan peran penting dalam penangkapan tersebut.

Pria dengan nama belakang Ao tersebut sejatinya tengah menghadiri konser penyanyi asal Hong Kong bernama Jacky Cheung di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Karena datang dari Zhangsu, yang berjarak 90 kilometer jauhnya, pria berusia 31 tahun itu mengaku tak menyangka jika pihak kepolisian mampu menangkapnya di tengah 'lautan' manusia tersebut.

"Ia sangat terkejut, tatapannya pun kosong saat kami menangkapnya," ujar Li Jin, polisi yang bertugas dalam penangkapan tersebut, sebagaimana detikINET kutip dari Digital Trends, Senin (16/4/2018).

China memang menjadi negara yang berinvestasi besar dalam pengembangan teknologi facial recognition, dengan penegakkan hukum hanya menjadi salah satu implementasinya.

Meski begitu, sektor ini menjadi salah satu pionir dalam penerapan teknologi tersebut setelah Kementerian Keamanan Publik China mulai menggunakannya pada 2015.

Setelahnya, facial recognition mulai menjalar ke beberapa sektor. Awal tahun ini, dikabarkan sejumlah polisi di Beijing dipersenjatai dengan kacamata pintar yang ditanamkan fitur facial recognition agar para petugas dapat mengindentifikasi seseorang yang termasuk dalam daftar pencarian.

Bahkan, para pengguna toilet umum di Beijing pun menjadi sasaran teknologi pengenalan wajah tersebut. Penerapan ini dilakukan untuk mencegah orang-orang menggunakan terlalu banyak tisu di toilet umum.

Penerapan facial recognition di sejumlah sektor tak lepas dari dukungan Presiden China, Xi Jinping. Pria berusia 64 tahun yang mulai menjabat pada 2013 lalu ini memang dikenal antusias dalam penggunaan kecerdasan buatan di negaranya, salah satunya teknologi pengenalan wajah.

Selain itu, Negeri Tirai Bambu ini pun merupakan negara yang paling banyak mendanai startup di bidang kecerdasan buatan dalam skala global sepanjang 2017 lalu dengan torehan 48%.
Amerika Serikat menjadi pesaing terdekat dengan 38%, sedangkan 13% sisanya merupakan gabungan investasi dari seluruh negara di dunia selain keduanya.

Seakan mengikuti jejak dari China, pemerintah Singapura pun berencana memasang ratusan ribu kamera di berbagai tiang lampu mulai tahun depan. Pemasangan perangkat yang sudah ditanami fitur pengenal wajah tersebut merupakan bagian dari proyek bernama 'Lampost-as-a-Platform' oleh GovTech. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed