Jumat, 02 Mar 2018 10:51 WIB

Tak Cuma Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Suasana acara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Suasana acara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Bali - Sebagai destinasi wisata, nama Bali sudah tidak bisa diragukan lagi suguhan alam dan budayanya yang mempesona wisatawan. Namun, di samping itu, Bali juga memiliki sisi menariknya dari sisi industri kreatif dan teknologi.

CEO KUMPUL Faye Alund memaparkan mengenai potensi bahwa Bali juga tengah berkembang terkait bidang industri kreatif dan teknologi. Seperti fakta kalau total nilai ekspor di Pulau Dewata ini, sekitar 49,3% bersumber dari sektor ekonomi kreatif.

"Lebih dari 500 anak muda yang ingin terjun di startup yang ikut program 1.000 startup digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo. Lalu ada 1.000 tech enthusiast yang mau belajar tentang Android," kata Faye di Bali, Kamis (1/2/2018).

Tak Hanya Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup DigitalFoto: Agus Tri Haryanto/inet


Sebagai informasi, KUMPUL adalah manajemen dan pembangunan ekosistem coworking space di Bali dan Indonesia. KUMPUL mengelola coworking space dan memiliki jaringan profesional, pelaku kreatif, teknologi, dan entrepreneur.

"Banyak talenta startup digital lokal yang ada di Bali, tapi itu kurang terekspos karena pariwisata yang tinggi. Padahal, ada startup Amacall untuk layanan yang membutuhkan jasa bidang yang bisa dipanggil ke rumah, " ungkapnya.

Sehingga, kata Faye, pertumbuhan industri kreatif, teknologi, dan kewirausahaan ini perlu didukung dengan adanya coworking space di berbagai sudut Bali. Hal itu yang mendasari KUMPUL untuk membuka coworking space terbaru bernama Ke{m}bali yang berlokasi di jalan Sunset Road no. 28, Badung, Seminyak, Bali.

Tak Hanya Pariwisata, Bali Punya Potensi Startup DigitalFoto: Agus Tri Haryanto/inet


Ke{m}bali memiliki tiga lantai, di mana itu belum termasuk lantai dasar yang digunakan tempat kerja dengan kondisi yang tenang. Di lantai pertama terdapat lobby, ruang tunggu, dan beberapa tempat meeting. Lalu beranjak ke lantai dua digunakan untuk event yang dipadu dengan balkon cukup luas. Dan, di lantai tiga berfungsi sebagai rooftop dan tempat meeting.

Penjelasan di atas adalah untuk gedung utama karena Ke{m}bali punya area suguhan alam di belakangnya. Ada sebuah taman dan rumah joglo. Khusus untuk rumah joglo ini diperuntukkan sebagai tempat makan atau kantin.

"Ke{m}bali diharapkan jadi wadah untuk mendorong ekonomi kreatif digital, di sini bisa buat program baru, bekerja sama untuk komunitas di Bali. Kita ingin Bali itu jadi hub dengan ekosistem yang solid," ucap Faye yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Coworking Indonesia. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed