Sabtu, 24 Feb 2018 15:42 WIB

Elon Musk Beberkan Jumlah Bitcoin Miliknya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Elon Musk. Foto: Istimewa Elon Musk. Foto: Istimewa
Jakarta - Setelah sempat disebut sebagai penemu Bitcoin akhir tahun lalu, kini Elon Musk memberikan pernyataan terkait aset cryptocurrency tersebut yang ia miliki.

Elon Musk, yang menjabat sebagai CEO dari tiga perusahaan sekaligus, SpaceX, Tesla, dan The Boring Company, mengumumkan jumlah Bitcoin yang ia miliki sekarang melalui akun Twitter pribadinya.

"Saya tidak memiliki cryptocurrency sama sekali, kecuali 0,25 BTC yang diberikan oleh teman saya beberapa tahun yang lalu," tulisnya dalam kicauan tersebut.

Melihat nilai BTC (Bitcoin) sekarang yang berada di kisaran USD 10.400 sesuai data dari Coindesk, maka aset mata uang digital kepunyaan Elon Musk tersebut akan berharga sekitar USD 2.600 (Rp 35,5 juta).

Angka tersebut sangat jauh di bawah 1% dibandingkan dengan total kekayaan pria berjuluk 'Iron Man' ini yang berjumlah USD 21,6 miliar, atau setara dengan Rp 295 triliun, merujuk pada data dari Bloomberg Billionaire Index, sekaligus menempatkan dirinya di urutan 41 dalam jejeran orang terkaya di dunia.

Kicauan yang diunggah oleh Elon Musk tersebut merupakan tanggapannya terhadap banyaknya akun spam mengatasnamakan dirinya yang menyebarkan penipuan dengan embel-embel cryptocurrency.

Saat ditanya oleh salah satu akun perihal penipuan yang menggunakan Ethereum (ETH) sebagai 'umpan', ia mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

"Saya menyerahkan kepada Jack untuk mencari tahu, tapi (pencarian) ini masih terus berjalan," tulisnya dalam salah satu cuitan seraya merujuk pada nama Jack Dorsey, CEO Twitter.

Platform media sosial itu sudah memberikan peryataan resmi terkait dengan banyaknya akun spam yang mengatasnamakan orang-orang terkenal, seperti Elon Musk dan Donald Trump, dengan penipuan menggunakan cryptocurrency.

"Kami menyadari aksi manipulasi ini dan secara proaktif menerapkan sejumlah aksi pencegahan untuk menghindari akun-akun tersebut melakukan penipuan kepada pengguna lain, ujar juru bicara Twitter, sebagaimana detikINET kutip dari CNN, Sabtu (24/2/2018).

Modus tersebyt merupakan usaha dari para penipu untuk mengelabui user dengan embel-embel akan memberikan cryptocurrency secara cuma-cuma jika mengikuti instruksi sesuai arahan mereka.

Nantinya, saat pengguna Twitter 'memakan umpan' tersebut, para pemilik akun spam ini yang justru akan mencuri aset cryptocurency milik korban. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed