Selasa, 20 Feb 2018 19:27 WIB

Uber Asia Tenggara Segera Jual Diri ke Grab?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Uber tengah bersiap untuk melantai perdana di bursa saham atau initial public offering (IPO) pada tahun depan. Kabarnya demi meningkatkan kondisi keuangannya menjelang IPO, perusahaan menjual unit bisnisnya di Asia Tenggara.

Rumor yang beredar makin menguat, bahwa Uber akan menjual bisnis di Asia Tenggara pada kompetitornya, yakni Grab. Bila itu terealisasi, maka hasil dari penjualan tersebut bisa memperbaiki kondisi Uber yang mencatatkan rugi sebesar USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 60 triliun pada 2017.

Tanda-tanda Uber akan melepas bisnisnya di Asia Tenggara, diungkapkan secara tidak langsung oleh CEO Uber Dara Khosrowshahi saat menghadiri Goldman Sachs Technology and Internet Conference di San Francisco, Amerika Serikat, pada minggu lalu.

Disampaikan Khosrowshahi, Uber mungkin bakal menjual bagian-bagian perusahaan yang dinilai kurang baik, guna memperbaiki keuangan perusahaan sebelum menjual saham perdana perusahaan di 2019. Mereka mungkin juga akan lebih fokus ke pasar yang diniai lebih makmur dan menjanjikan.

"Jumlah yang kami investasikan di pasar negara berkembang adalah negatif yang signifikan, tapi itu adalah investasi opsional," kata Khosrowshahi dikutip dari Business Insider, Selasa (20/2/2018).

Apabila rumor Uber Asia Tenggara dijual ke Grab menuju kenyataan, maka bukan pertama kali mereka merelakan pasarnya untuk diserahkan kepada kompetitor. Sebelumnya di Tiongkok, Uber memilih menjual operasionalnya ke Didi dengan timbal balik kepemilikan saham 20%.

Selain itu, di Rusia juga Uber melakukan hal yang serupa dengan menggabungkan bisnis mereka ke Yandex guna mengantongi 37% saham perusahaan tersebut. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed