BERITA TERBARU
Jumat, 12 Jan 2018 19:32 WIB

Selain Facebook, Mereka Juga Pernah Didemo

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Tak hanya Facebook, sejumlah perusahaan Silicon Valley lainnya juga pernah didemo. Ada aksi protes yang digelar terkait kebijakan, ada pula yang terkait sikap perusahaan terhadap suatu isu.


Twitter


Presiden Amerika Serikat Donald Trump senang mengutarakan pendapatnya di Twitter. Namun karena ini, Twitter terkena getahnya pada Januari 2017.

Dianggap sebagai corong Trump, belasan orang menggelar aksi demo di kantor pusat Twitter yang berlokasi di San Francisco, Amerika Serikat. Mereka menuntut Twitter memblokir Trump.

Menurut mereka, dengan membiarkan Trump berceloteh di Twitter, maka jejaring sosial berlogo burung biru itu telah dengan sengaja membiarkan perkataan bernada kebencian dan fasisme merebak.


Google


Google pernah nyaris didemo pada Agustus 2017. Para pendukung James Damore, engineer Google yang dipecat setelah menulis memo anti perbedaan, merencanakan demonstrasi nasional di seluruh kampus Google di Amerika Serikat.

Demonstrasi semula akan dilakukan pada 19 Agustus di lima lokasi, yakni kantor Google di Mountain View, New York, Washington, Austin dan Boston.

Tujuan dari aksi ini, memunculkan kesadaran bahwa Google tidak menghargai kebebasan berbicara. Namun akhirnya demonstrasi tersebut batal digelar.

Dalam sebuah pernyataan di situs resminya, panitia aksi demo mengklaim bahwa mereka telah menerima ancaman teroris yang mereka sebut sebagai 'Alt Left terrorist'. Demonstrasi dibatalkan demi keselamatan para peserta aksi.


Uber


Uber mungkin jadi perusahaan teknologi yang paling sering didemo, dengan isu beragam, mulai dari layanannya, kebijakannya, sampai kontroversi pemimpinnya.

Pada 2016, layanan Uber didemo di banyak negara termasuk Indonesia, lantaran kepraktisan dan harga murahnya menggerogoti taksi konvensional.

Di Indonesia sendiri, pada Agustus 2017 kantor Uber di Plaza UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, didatangi puluhan mitra drivernya. Mereka menuntut kejelasan status sebagai mitra.

Awal 2017, Uber digoncang berbagai pemberitaan buruk. Lebih dari 200 ribu pelanggan Uber ramai-ramai memboikot dengan menghapus aplikasi tersebut dari ponsel mereka.

Hashtag #deleteuber menggaung di media sosial. Tidak hanya di luar negeri, netizen di Tanah Air juga banyak yang ikut berpartisipasi.

Aksi ini merupakan respons pengguna karena menganggap Uber mendukung kebijakan penangguhan akses masuk warga dari tujuh negara muslim yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Trump. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.