Rabu, 10 Jan 2018 13:07 WIB

CEO Go-Jek Ungkap Alasan Kesuksesan Go-Food

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Rengga Sancaya/detikcom Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Meski baru berusia hampir tiga tahun, layanan Go-Food diklaim CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjadi idaman para pengguna aplikasi Go-Jek, selain layanan Go-Ride.

Saat awal meluncurkan Go-Food April 2015, Go-Jek menggandeng sekitar 15 ribu restoran di Jakarta. Namun, saat ini jumlahnya meningkat menjadi 125 ribu penjual makanan.

Tak hanya dari restoran, penjual makanan yang tergabung dalam layanan Go-Food juga banyak berasal dari kalangan UMKM kuliner di berbagai kota Indonesia.

"Alasan kenapa Go-Food begitu besar? karena jumlah seleksinya. Kami ada di 50 plus kota dan hampir semua restoran dan warung pinggir jalan, itu sudah masuk ke platform," ujar Nadiem di Festival Go-Food di Pasaraya Blok M, Selasa (9/1).

Nadiem juga menyebut peran para driver Go-Jek yang sangat besar dalam hal ini. Berkat mereka, semua restoran sampai warung pinggir jalan bisa tercover.

"Karena jumlah driver Go-Jek itu banyak sekali. Di sampingnya itu warung sudah pasti ada driver Go-Jek yang siap mengambil, karena ekosistem Go-Ride yang sudah di mana-mana tersebar itu kecepatan dari sisi realibity dan kecepatan, maka dari itu seperti dunia fantasinya makanan," tuturnya.

Bahkan, Nadiem mengklaim layanan pesan antar makanan Go-Food telah tumbuh menjadi yang terbesar di dunia di luar China. Sayangnya, dia menolak mengungkap data spesifik mengenai hal itu.

"Go-Food itu delivery bisnis yang sekarang dibahas di luar negeri juga, di Silicon Valley dibahas bagaimana kesuksesan Go-Food dan Go-Jek sampai China dan India untuk case study, di mana perusahaan delivery food bisa efektif menggunakan ojek," ucapnya.

Kedepannya, Nadiem berupaya menyempurnakan Go-Food dengan memberikan rekomendasi pintar untuk penggunanya. Itu menjadi salah satu resolusi yang dijalankan Go-Jek untuk Go-Food pada 2018 ini.

"Kita ingin mencoba menciptakan suatu sistem rekomendasi yang lebih relevan bagi customer. Anda akan melihat evolusi produknya Go-Food akan ada berbagai otomasi terhadap rekomendasi, seperti Anda itu selera sukanya apa sih?," ucap Nadiem.

Jadi, harapan Go-Jek, kata Nadiem, dalam satu tahun ke depan, pihaknya bisa memprediksi apa yang bikin pengguna Go-Food senang.

"Itu merupakan challenge yang besar dari sisi engineering tapi itu merupakan aspirasi kami dapat mengerti lidah pengguna kita. Jadi, yang benar-benar dia suka," tutupnya.

Saksikan video 20detik untuk mengetahui rahasia di balik kesuksesan Go-Food di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed