BERITA TERBARU
Rabu, 10 Jan 2018 00:40 WIB

Bos Go-Jek Bahagia Larangan Sepeda Motor di Jakarta Dicabut

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Keputusan Mahkamah Agung mencabut aturan larangan sepeda motor di sejumlah kawasan DKI Jakarta ikut disambut gembira oleh pendiri sekaligus CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

Aturan tersebut tadinya melarang kendaraan roda dua untuk melintas jalan MH Thamrin hingga jalan Medan Merdeka Barat mulai pukul 06.00-23.00 WIB. Diketahui, regulasi tersebut diberlakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Saat itu, Ahok menerapkan kebijakan itu dengan menandatangani Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor juncto Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.

"Saya baru saja dengar. Saya sih lebih bahagia buat driver kami," ujar Nadiem ditemui di acara Go-Food Festival di Pasaraya Blok M, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

"Kalau memang terjadi (benar-benar dicabut), saya bahagia untuk para driver kami karena mereka sangat kesulitan. Jadi, saya sangat happy untuk para driver yang bisa melayani customer di situ (di jalan Thamrin hingga jalan Medan Merdeka Barat)," lanjut Nadiem.

Sebelumnya, upaya untuk mendorong pencabutan aturan larangan sepeda motor ini dilakukan Nadiem kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Hal itu diceritakan oleh Sandiaga Uno saat menghadiri acara Go-Food Festival.

"Sekitar dua atau satu minggu lalu, kita makan berdua, berbicara. Nadiem bertanya, 'Pak Wagub ada ide revisi larangan sepeda motor masuk Thamrin?'. Saya bilang, 'Saya sama Pak Anies lagi mencoba," ujar Sandiaga.

Alasannya, lanjut Sandiaga, berdasarkan data point yang dipakai di Jakarta Smart City menemukan bahwa jumlah pengusaha yang terdampak pada larangan ini mengakibatkan sekitar 400 orang tidak bisa mendapatkan peluang usaha, baik itu dari UKM maupun penghuni di kawasan Thamrin, Sudirman.

"Tapi nggak tahu gimana, belum seminggu bergerak, tahu-tahun Mahkamah Agung sudah menurunkan keputusannya bahwa Pergub itu harus direvisi segera dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didenda Rp 1 juta," kata Sandiaga.

"Ini, jangan-jangan doanya Nadiem sampai timbul fatwa daripada MA," sambungnya hingga orang-orang yang hadir dicara tersebut tertawa, tak terkecuali Nadiem.

Saksikan video 20detik tentang kisah Go-Food di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.
  • Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Minggu, 27 Mei 2018 08:37 WIB
    Andy Rubin sedang kurang beruntung. Sang pencipta sistem operasi Android ini tertimpa beberapa kesialan semenjak ia memutuskan meninggalkan Google.