BERITA TERBARU
Rabu, 13 Des 2017 10:10 WIB

Konsumen Toko Offline Pindah Online Karena Tergiur Diskon

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilusrasi. Foto: Rachman Haryanto Ilusrasi. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Fenomena tutupnya sejumlah toko retail dalam akhir-akhir ini dianggap karena masyarakat mulai beralih belanja online. Hal itu seiring meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para pelaku e-commerce.

Terbukti dari survei yang dilakukan oleh ShopBack mengungkapkan bahwa konsumen yang doyan belanja mulai beralih ke situs-situs e-commerce Tanah Air.

Ketertarikan berbelanja ini dengan adanya 37,9% responden yang sudah mulai berbelanja online lebih dari tiga tahun lalu. Sedangkan persentase konsumen yang berbelanja kurang dari satu tahun itu hanya 13%.

Country General Manager ShopBack Indonesia Indra Yonathan mengatakan alasan pindahnya gaya belanja dari offline ke online ini karena penawaran diskon dan promo yang diberikan e-commerce. Baik pria maupun perempuan yang pertama kali belanja online tergiur adanya promo-promo menarik.

"Sebanyak 49,9 responden wanita mengungkapkan harga dan diskon menjadi hal penentu utama (belanja online). Sedangkan, 45,2% responden pria mengungkapkan hal yang sama," ujar Indra di Jakarta, kemarin.

Ketika memutuskan belanja online pertama kali, fashion adalah kategori yang diincar perempuan. Sementara untuk pria, gadget dan aksesoris merupakan pembelanjaan pertamanya. Sebanyak 56,7% responden mengaku mengeluarkan kurang dari Rp 250 ribu saat pertama kali berbelanja online.

Mengenai metode pembayaran, transfer bank jadi favorit konsumen sampai saat ini. Begitu juga mereka yang pertama kali belanja online, di mana lebih dari separuhnya menggunakan metode tersebut. Di samping itu, pembayaran via internet banking juga mulai banyak digemari.

Menariknya, survei ini memperlihatkan 42,2% wanita da 40,7% responden mengaku pernah melihat barang di toko offline tetapi memutuskan membelinya secara online.

"Belanja online terbukti mempengaruhi 37,8% konsumen wanita. Mereka meninggalkan kebiasaan berbelanja offline karena banyak promo dan diskon yang ditawarkan oleh e-commerce," sebut Indra.

Meski demikian keluhan konsumen kepada belanja online juga muncul ke permukaan, seperti 59% komplain pengiriman yang lama, 13% produk rusak, 9% salah pengiriman produk, 5% konfirmasi pembayaran yang lama, 4% produk yang tidak bisa dilacak, 3% produk tidak terkirim, dan 7% lainnya.

Survei ShopBack ini ditunjukkan dalam ajang Harbolnas 2017 yang dilakukan kepada 1.254 responden, sebanyak 52,1% wanita dan 47,9% pria. Responden ini merupakan mereka yang gemar berbelanja online dan tersebar di kota Medan, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, serta Makassar. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.
  • Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Minggu, 27 Mei 2018 08:37 WIB
    Andy Rubin sedang kurang beruntung. Sang pencipta sistem operasi Android ini tertimpa beberapa kesialan semenjak ia memutuskan meninggalkan Google.