Jumat, 24 Nov 2017 14:10 WIB

Penambangan Bitcoin Butuh Listrik Setara 20 Negara Eropa

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin
Jakarta - Tak cuma nilai bitcoin yang saat ini terus melonjak, juga kebutuhan listrik untuk kegiatan penambangan mata uang digital tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru dari peneliti asal Inggris, penambangan bitcoin saat ini membutuhkan listrik lebih banyak ketimbang penggunaan listrik di 20 negara Eropa, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Jumat (24/11/2017).

Sekadar informasi, menambang bitcoin bukanlah penambangan secara fisik, di mana ada tanah yang digali. Penambangan bitcoin adalah proses komputer yang berjalan terus menerus untuk menjaga transaksi di blockchain terus berjalan.

Dan daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan semua komputer itu lebih besar ketimbang daya listrik yang dibutuhkan di 20 negara di Eropa. Sebagai perbandingan, hanya ada tiga negara di Afrika yang membutuhkan listrik lebih banyak ketimbang penambangan bitcoin, yaitu Afrika Selatan, Aljazair dan Mesir.

Saat ini diperkirakan pemakaian listrik untuk penambangan bitcoin selama setahun membutuhkan daya listrik sebesar 29,05 TWh (1 TWh = 1.000.000.000 KWh). Angka ini setara dengan 0,13% pemakaian listrik pertahun di dunia.

Dalam laporan yang sama juga disebutkan kalau konsumsi daya listrik untuk penambangan bitcoin meningkat sebesar 30% dalam sebulan terakhir. Hal ini diperkirakan terjadi karena nilai bitcoin yang terus meningkat selama beberapa bulan terakhir.


Penambangan Bitcoin Butuh Listrik Setara 20 Negara EropaFoto: Istimewa
(asj/fyk)
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed