Senin, 20 Nov 2017 18:15 WIB

Jerman Perintahkan Orang Tua Hancurkan Smartwatch Anak

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi. Foto: istimewa. Ilustrasi. Foto: istimewa.
Jakarta - Tak cuma ditujukan untuk orang dewasa, beberapa perangkat teknologi kini juga diciptakan untuk anak-anak, salah satunya adalah smartwatch. Namun, pemerintah Jerman mendadak melarang penggunaan smartwatch untuk anak-anak.

Bahkan pemerintah Jerman, melalui Badan Regulasi Komunikasi Bundesnetzagentur tak segan meminta kepada para orangtua untuk menghancurkan smartwatch yang diberikan kepada sang buah hati. Bukan tanpa sebab pemerintah Jerman mengeluarkan aturan ini.

Pasalnya, seperti dikutip detikINET dari Tech Crunch, Senin (20/11/2017), pemerintah Jerman menganggap smartwatch untuk anak dapat menimbulkan ancaman bagi privasi mereka. "Lewat aplikasi, orangtua bisa memanfaatkan jam tangan anak untuk menyadap lingkungan anak dan itu bisa disebut sebagai sistem transimisi yang tidak sah," ujar President Bundesnetzagentur Jochen Homann.

Pihak Bundesnetzagentur juga mendesak para pendidik untuk memperhatikan jam tangan siswanya. Karena menurut penelitan mereka, para orang tua juga mendengarkan apa yang guru katakan di ruang kelas. Hal seperti ini rupanya dianggap sebagai pelanggaran di negara Eropa itu.

Tak cuma itu, perhatian terhadap penggunaan smartwach untuk anak telah berkembang dari tahun-tahun. Ancaman terhadap anak-anak yang menggunakan perangkat wearable juga semakin banyak.

European Consumer Organization's (BEUC) menyatakan bahwa smartwach menimbulkan ancaman untuk anak-anak. Sebab, sistem GPS yang tersemat di smartwach bisa diretas dan penyerang bisa melacak lokasi sang anak lewat GPS. (mag/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed