Senin, 16 Okt 2017 15:53 WIB

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Tim Anies-Sandi Foto: Tim Anies-Sandi
Jakarta - Konsep Jakarta sebagai smart city digagas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Desember 2014 dan terus dikembangkan hingga kini. Dengan pergantian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menarik mengetahui sejumlah perubahan melanjutkan mimpi ini.

Dihubungi detikINET, Senin (16/10/2017), Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Setiaji menyebutkan, sejauh ini tidak ada perubahan terhadap program Jakarta Smart City. Gubernur maupun Wakil Gubernur yang baru, beserta tim Jakarta Smart City, menurutnya berkomitmen melanjutkan program tersebut.

"Sejauh ini tidak ada perubahan, bahkan lebih ditingkatkan untuk kolaborasinya, seperti saat ini untuk VR streaming," kata Setiaji memberi contoh.

Sebelumnya, Juru Bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yusrak memang menyebutkan, Anies-Sandi akan menyapa warga di halaman Balai Kota usai pelantikan. Timnya juga akan mengadakan nonton bareng pelantikan Gubernur DKI Jakarta di berbagai lokasi di Jakarta.

"Selain nonton bareng, warga bisa menikmati virtual reality. Disediakan device, warga bisa pakai. Yang memakai alat itu bisa merasakan seolah-olah berada di Balaikota," sebut Naufal.

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi


Setiaji mengonfirmasinya dan menyebutkan siaran streaming VR pelantikan Gubernur DKI Jakarta merupakan kolaborasi Pemprov DKI, Jakarta Smart City, startup komputasi Nodeflux, Citizen Innovation Lab dan developer aplikasi lokal SmartEye.

Disebutkannya, ini hanya salah satu contoh peningkatan kolaborasi di antara tim Jakarta Smart City. Ke depan, tim yang ia pimpin akan menambah lebih banyak kolaborasi untuk pemanfaatan digital, terutama untuk kepentingan publik.

"Akan ditingkatkan pastinya, khususnya untuk data driven policy," kata Setiaji.

Itu artinya, dikatakan Setiaji, sebelum sebuah kebijakan diterapkan, semua akan dilihat dampaknya berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City.

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi Foto: Screen shoot FB Jakarta Smart City


"Misalnya, ganjil genap atau pembatasan motor, dampaknya apa? Untuk ekonomi sekitar maupun pengurangan kemacetan. Pemanfaatan big data untuk analisis sebuah kebijakan. Ini harapan beliau (Anies Baswedan). Dan membentuk smart citizen," terang Setiaji.

Ditambahkannya, ini baru arahan umum dari Gubernur DKI Jakarta yang baru. Adapun secara detailnya, baru akan dibahas setelah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah dilantik nantinya.

"Harapannya, program smart city bisa mendukung kebijakan dan program-program beliau sekaligus lebih meningkatkan pelayanan publik. Tantangan ke depan, pemanfaatan smart city agar lebih luas lagi, menggerakkan masyarakat untuk kolaborasi dan inovasi," sebutnya.

Dia menyebutkan, target terdekat pemanfaatan smart city ke bidang yang lebih luas lagi adalah memanfaatkan hasil analisis data untuk memprediksi banjir, kondisi transportasi dan lain sebagainya.

Kilas Balik Jakarta Smart City

Seperti sudah disebutkan di awal, Jakarta smart city digagas pada Desember 2014. Ahok yang menjabat Gubernur DKI Jakarta saat itu, memerintahkan pengimplementasian berbagai perangkat digital untuk pemerintahan yang efisien dan transparan. Hal ini dilakukan untuk memupuk kepercayaan masyarakat dan swasta.

Tak lama setelah program ini diumumkan, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan website jakarta.go.id dan smartcity.jakarta.go.id. Semua informasi yang ada di pemerintah dipublikasikan melalui kedua situs ini. Berbagai media sosial Pemprov DKI juga dimanfaatkan untuk transparansi kinerja Pemprov DKI sehingga bisa dilihat masyarakat.

Tak hanya itu, Ahok kala itu juga mengatakan, inisiatif smart city dimaksudkan untuk memudahkan warga Jakarta, dan membuat hidup mereka lebih nyaman.

"Saya bermimpi smart city ini bisa membuat warga Jakarta hidup lebih nyaman. Bisa memudahkan pekerjaan banyak orang. Salah satunya dengan memunculkan informasi lengkap mengenai apa saja yang ada di Jakarta, jadi orang tidak perlu lagi mengklik situs ini itu cari informasi," kata Ahok.

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi Foto: aplikasi Qlue


Barangkali yang paling diingat dari program smart city ini adalah pemanfaatan aplikasi Qlue, media sosial yang menjadi wadah pelaporan warga. Dengan aplikasi ini, warga lebih mudah melaporkan masalah di lingkungan sekitarnya, sekaligus menjadi salah satu tolok ukur kinerja jajaran Pemprov DKI.

Selain itu, ada juga ruang pantau Jakarta Smart City di lantai 3 Balai Kota DKI, yang terhubung dengan CCTV di semua titik-titik strategis di Jakarta. CCTV ini memantau kemacetan, kondisi pintu air, tempat rawan kriminalitas, pasar, dan titik lain yang bisa mengganggu pelayanan publik.

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi Ruang pantau Jakarta smart city (Foto: Danu Damarjati/detikcom)


Kemudian pada Juni 2017, Djarot Saiful Hidayat yang menggantikan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, membuka JSCHive. Co-working space ini merupakan kolaborasi EV Hive dan Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) dan Pemprov DKI Jakarta.

Melanjutkan Mimpi Jakarta Smart City di Tangan Anies-Sandi Foto: JSCHive (Grandyos Zafna/detikcom)


JSCHive dan pemerintah Jakarta bertujuan menciptakan ekosistem teknologi yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pemprov DKI mengakui, solusi yang ditawarkan startup digital mampu memberikan solusi terhadap inefisiensi yang menghambat pertumbuhan Indonesia.

Dengan pergantian Gubernur, warga Jakarta berharap upaya ke arah smart city bisa terus berjalan dan Jakarta yang lebih nyaman tercipta. Anies-Sandi pernah mengatakan akan melanjutkannya, bahkan berjanji membuatnya lebih baik dari sebelumnya.

Selamat bekerja Anies-Sandi. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed