Senin, 19 Jun 2017 09:45 WIB

Fenomena Remaja Kaya Instagram Pamer Buang-buang Uang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Instagram jadi tempat beberapa anak muda kaya memamerkan gaya hidup super mewah. Mereka sering dijuluki Rich Kids of Instagram. Atau berdasarkan tempat tinggalnya.

Ada Rich Kids of Hong Kong, Rich Kids of Singapore, Rich Kids of Dubai, ataupun Rich Kids of Germany. Instagram semacam ini biasanya adalah kumpulan akun para remaja kaya di masing-masing wilayah tersebut. Dan jumlahnya terus bertambah.

Apa yang dipamerkan memang sangat mewah, dari mobil super, arloji luar biasa mahal, jet pribadi sampai liburan ke tempat-tempat eksotik. Baik dari usaha sendiri maupun 'nebeng' kekayaan orang tua.

Salah satunya adalah Timothy Drake asal Florida, Amerika Serikat, yang baru berusia 24 tahun. Timothy mengaku kaya berkat bisnis berlian yang digeluti orang tuanya. Menginap di hotel super mewah sudah biasa baginya dan sering ia pamerkan di Instagram.
Fenomena Remaja Kaya Instagram Pamer Buang-buang UangEvan Luthra. Foto: Instagram

"Aku menghabiskan banyak uang untuk tinggal di kamar Presidential Suite beberapa hotel, dengan biaya USD 43 ribu per malam selama sekitar tiga minggu," kata dia.

Timothy mengaku semua uang itu bukan hasil jerih payahnya melainkan masih dipasok orang tua. Tapi ada juga pelaku Rich Kids of Instagram yang mengklaim menghabiskan uang dari hasil usaha sendiri. Seperti Evan Luthra yang memiliki ratusan ribu follower di Instagram.

"Kalau di klub aku menghabiskan sekitar USD 20 ribu per malam untuk minum minum atau kadang menyewa kapal pesiar sekitar USD 50 ribu per hari," katanya. Evan yang tinggal di Los Angeles ini menyatakan sudah membuat aplikasi sejak usia muda dan membuatnya bergelimang uang.

Kemunculan Rich Kids of Instagram itu sudah lama menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menganggapnya biasa saja karena toh, itu kekayaan mereka. Sosiolog terkemukan asal Australia, Jon Stratton mengemukakan jelas ada motivasi tertentu dari pelaku Rich Kids of Instagram.

"Mereka ingin membuat iri. Dan kebanyakan dari mereka tidak sadar bagaimana kehidupan banyak orang. Sudah kaya dari sananya sehingga tidak merasakan kehidupan sehari-hari mayoritas orang di dunia," demikian pendapatnya yang dikutip detikINET dari Sydney Morning Herald. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed