Selasa, 21 Mar 2017 08:28 WIB

Sering Beramal, Bill Gates Terus Jadi Orang Terkaya Sejagat

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Bill Gates dan Melinda Gates menerima penghargaan (Getty Images) Foto: Bill Gates dan Melinda Gates menerima penghargaan (Getty Images)
Jakarta - Bill Gates rajin menyumbangkan kekayaannya untuk amal. Namun duitnya seakan tak ada habisnya, malah terus bertambah dengan angka lebih dari seribu triliun rupiah.

Majalah Forbes yang baru saja merilis Daftar Orang Terkaya Dunia 2017, Selasa (21/3/2017), kembali menempatkan sang pendiri Microsoft, sebagai orang terkaya dunia. Sudah empat tahun berturut-turut Gates memegang posisi ini dengan harta USD 86 miliar atau sekitar Rp 1.103 triliun (kurs Rp 13.300 per dolar AS).

Pada posisi terkaya dunia kedua ada pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dengan harta USD 75,6 miliar (Rp 1.005 triliun). Warga Amerika Serikat (AS) mendominasi posisi 10 besar orang terkaya sejagat, rata-rata bergerak di industri teknologi.

Mereka antara lain pendiri Amazon, Jeff Bezos, di urutan ketiga. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dan pendiri Oracle, Larry Ellison, di urutan kelima dan ketujuh. Miliuner lain yang masuk posisi 10 besar antara lain Amancio Ortega si pemilik merek Zara dari Spanyol di posisi keempat, serta taipan telekomunikasi Meksiko Carlos Slim di urutan keenam.


Kemudian, ada juga dua bersaudara Koch, Charles dan David di urutan kedelapan dan kesembilan. Terakhir, ada mantan Wali Kota New York pendiri Bloomberg News, Michael Bloomberg yang bertengger di urutan kesepuluh.

Rajin Beramal

Bill Gates telah mengumpulkan kekayaan sedemikian banyak. Namun demikian, ia mengaku tak mata duitan dan di masa lalu tak pernah membayangkan jadi orang terkaya. Malah dalam sebuah wawancara, Gates pernah mengira pasti aneh rasanya menjadi miliuner.

Bill Gates dan Warren BuffetBill Gates dan Warren Buffet. Foto: Reuters


"Aku tak mengawali semua dengan impian untuk jadi super kaya. Bahkan setelah kami mulai mendirikan Microsoft dan orang-orang di Intel adalah para miliuner, kurasa menjadi orang kaya adalah hal yang cukup aneh," kata dia.

Nasib baik akhirnya melontarkannya jadi orang terkenal dan berlimpah uang. Tapi itu tak membuatnya jumawa. Melalui yayasan amal terbesar di dunia yang ia dirikan bersama istri, Bill & Melinda Gates Foundation, dia berjanji akan menyumbangkan sebagian besar hartanya.

"Mayoritas besar dari kekayaan itu, lebih dari 95%, akan diserahkan ke yayasan, yang akan menghabiskan semua uang itu sampai 20 tahun setelah kami berdua sudah tidak ada lagi di sini," kata Gates seperti detikINET kutip dari Telegraph.

Saat ini, Bill diketahui sudah mengucurkan lebih dari USD 30 miliar ke yayasannya itu. Dan sisanya akan diberikan secara bertahap, disalurkan untuk memberantas penyakit dan kemiskinan.

"Tentu saja aku sudah memenuhi kebutuhanku terkait makanan dan pakaian. Uang tidak ada manfaatnya bagiku sampai titik tertentu. Manfaatnya adalah untuk membangun organisasi dan menyalurkannya untuk kaum termiskin di dunia ini," ujarnya.

Bill memang sudah hidup sangat nyaman dengan kekayaannya sampai mungkin tidak tahu lagi akan dihabiskan untuk apa. Rumahnya saja harganya ratusan juta dolar. Maka ia punya ambisi untuk membantu mereka yang menderita.

"Aku dan istriku sudah berdiskusi panjang tentang bagaimana kami akan mengelola kekayaan yang kami miliki dan memberikannya kembali dalam cara yang paling berdampak bagi dunia. Kami fokus membantu mereka yang termiskin, di antaranya dengan vaksinasi," paparnya.

'Pelit' Soal Warisan

Dalam kesempatan lain, Bill pernah menyatakan tidak akan memberi banyak warisan pada anak-anaknya. Mereka harus berusaha sendiri untuk sukses.

Bill Gates semasa mudanya.Bill Gates semasa mudanya. Foto: Istimewa

"Aku pikir jumlah uang sebanyak itu tidak bagus bagi mereka. Mereka hanya akan memiliki sebagian kecil dari kekayaanku. Mereka harus mencari jalan sendiri," kata Gates mengenai harta yang mungkin akan dibagi untuk tiga anaknya, Jennifer, Rory dan Phoebe.

"Mereka akan diberi pendidikan yang luar biasa. Semua hal terkait kesehatan mereka juga akan selalu diperhatikan. Namun untuk masalah pendapatan, mereka harus memilih pekerjaan sendiri," tambah pria berkacamata ini.

Bill menceritakan ia pun bekerja begitu kerasnya di masa muda hingga meraih kesuksesan bersama Microsoft. Namun kini, dia memiliki lebih banyak waktu luang dan kadang menghabiskannya bersama keluarga kecilnya.

"Aku tidak pernah istirahat saat berumur 20 tahun. Kini aku masih fanatik bekerja, namun tidak seperti dulu lagi. Aku suka main tenis, aku main bridge, aku menghabiskan waktu dengan keluargaku. Kadang aku mengemudi sendiri keliling kota dengan mobil Mercedes biasa," paparnya. (rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed