Senin, 23 Jan 2017 16:32 WIB

Australia Ingin Gantikan Paspor dengan Pemindai Wajah

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Agar bisa bepergian ke luar negeri, seseorang wajib membawa paspor. Namun, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, ada kemungkinan pelancong tak lagi membutuhkan paspor untuk bisa masuk ke negara lain.

Pemerintah Australia dilaporkan berencana untuk mengganti kebiasaan menggunakan paspor dalam bepergian ke luar negeri. Ketimbang menggunakan paspor, nantinya pihak Department of Immigration and Border Protection Australia akan memeriksa imigran yang datang dengan menggunakan sistem pemindai wajah, retina, dan atau sidik jari.

Dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (23/1/2017), dengan adanya sistem pemindai ini, niscaya bisa mempercepat proses pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas di kedatangan internasional. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari inisiatif pemerintah Australia menggunakan teknologi tinggi yang bertujuan mengubah pengalaman mengunjungi negara lain dengan lebih baik.

Selain membuat proses masuk lebih efisien, pemerintah yakin jika penggunaan sistem tersebut bisa membantu proses pengidentifikasian wajah lebih baik pada pengunjung yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Penyematan teknologi pada paspor sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Dikenal dengan sebutan e-Passport, imigran yang masuk ke sebuah negara hanya tinggal memindai paspornya pada sebuah alat di smart gate.

Rencananya akan dilakukan uji coba teknologi pemindai wajah ini di bandara Canberra pada bulan Juli 2017, sebelum akhirnya bisa diujikan di bandara sibuk seperti di Sydney dan Melbourne. (mag/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed