BERITA TERBARU
Kamis, 22 Des 2016 15:55 WIB

Fenomena 'Om Telolet Om' Ternyata Bermula dari Sini

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikInet
Foto: Screenshot YouTube Foto: Screenshot YouTube
FOKUS BERITA Om Telolet Om!
Jakarta - Komunitas Bismania mengatakan asal usul klakson bus telolet dari Arab Saudi dan dibawa pengusaha perusahaan otobus (PO) Indonesia ke sini. Di Indonesia, klakson telolet itu dipasang pada armada bus untuk memberikan ciri khas.

"Jadi sekitar tahun 2002-2004 yang lalu, owner kita, Teuku Erry Rubihamsyah katakanlah tertarik dengan suara klakson yang ada di negeri Arab (Saudi) sana untuk klakson bus atau truk kendaraan besar, nggak cerita detil sih ya, singkatnya tertarik dengan klakson itu, coba dibeli dan dibawa ke Indonesia dipasang di busnya beliau, seperti itu," tutur Manajer Komersial PO Efisiensi, Syukron Wahyudi kala berbincang dengan detikINET, Kamis (22/12/2016).

Yang pasti, imbuhnya, klakson aslinya terdiri dari 3 corong dengan bunyi te-lo-let yang bila dipencet lama bisa berbunyi telolet-telolet. Saat awal-awal bus dipasang klakson telolet itu, banyak masyarakat merespons negatif.

"Banyak masyarakat merespons negatif di daeerah tertentu, sopir kami arahkan untuk tidak membunyikan klakson yang telolet, klakson standar busnya saja," paparnya.

Namun, rupanya kegemaran masyarakat berubah sejak 4 tahun terakhir. Klakson telolet tersebut digemari, warga malah meminta membunyikan klakson itu.

"Itu hampir di setiap daerah dekat-dekat dengan sekolahan biasanya anak-anak yang minta. Pokoknya tiap ada sekolahan minta dibunyikan, anak-anak melambaikan tangan itu di daerah jalur bus reguler kami Cilacap, Jogja, Purwokerto," jelas dia.

Kini, imbuhnya, semua armada bus Efisiensi, sekitar 60 unit memiliki standar 2 jenis klakson. Satu jenis klakson standar dari pabrikan dan klakson telolet.

"Di Efisiensi klakson telolet jadi ciri khas kita. Owner kepengin ada ciri khas, jadi di bus-bus lain kami membeli dan memasangkannya di armada kami," jelasnya.

Klakson telolet di PO Efisiensi didatangkan dari Arab Saudi dengan harga alatnya di atas Rp5 juta. Namun, imbuhnya, ada produksi lokal klakson telolet yang alatnya berkisar Rp3 juta ke bawah.

Tak cuma klakson, sejak 5-6 tahun lalu, PO Efisiensi juga memiliki maskot bus kota dengan nama "Tolelot".

Dari Perusahaan Otobus ini Fenomena 'Om Telolet Om' BermulaFoto: Tolelot, maskot bus PO Efisiensi (Foto: FB PO Efisiensi)


"Maskot Tolelot sekitar 5-7 tahunan, diambil dari kata "Tole" dari bahasa Jawa yang berarti anak laki-laki. Itu idenya muncul lebih kepada anak-anak ini kalau misalnya dia naik bus selalu ada kata "Kene le tak pangku wae" sama ibunya," imbuh Syukron.

Dari pesan "Kene le (tole) tak pangku wae" itu kemudian muncullah kata "Tolelot". "Tole, lot itu dipanjangkan saja. Bentuknya anak kecil (maskotnya)," jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Bismania Community Arief Setiawan menjelaskan, bunyi telolet yang merepresentasikan klakson bus justru muncul pertama kali bukan di Indonesia, melainkan Timur Tengah. Bunyi itu digunakan untuk mengusir unta yang kerap berada di jalanan.

Kemudian, ada seorang pengusaha yang mendengar bunyi khas tersebut dan membawa 'pulang' ke Indonesia untuk digunakan sebagai klakson bus. "(Bunyi) telolet itu justru aslinya dari Timur Tengah untuk ngusir unta. Di Arab kalau enggak salah. Kemudian setahu saya dulu ada pengusaha, dengar suara itu dipasang di busnya. Tapi waktu itu kan belum banyak yang pakai telolet. Belum jadi viral kan," kata Arief kepada detikcom, Kamis (22/12/2016). (nwk/rou)
FOKUS BERITA Om Telolet Om!

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.