Senin, 19 Des 2016 16:06 WIB

Harbolnas 2016

Banyak Diskon Palsu, Panitia Harbolnas Lepas Tangan?

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun ini masih dinodai dengan banyaknya diskon palsu yang berseliweran. Menanggapi kegelisahan ini, panitia Harbolnas pun terkesan lepas tangan karena tak berani bertindak tegas.

Ketua Panitia Harbolnas 2016 Miranda Suwanto mengakui masih ada sejumlah penjual yang memberikan diskon palsu. Tapi pihaknya tidak dapat memberikan sanksi kepada e-commerce yang kedapatan penjualannya memberikan potongan harga abal-abalan.

"Panitia Harbolnas hanya gabungan dari e-commerce saja. Jadi kami kembalikan ke masing-masing e-commerce. Mereka yang dapat memberikan sanksi kepada seller yang menaikan harga tidak wajar," kata wanita yang menjabat SVP Strategic Partnership & Business Development Lazada ini usai pemaparan hasil penyelenggaraan Harbolnas 2016 di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Miranda pun mengatakan masih adanya diskon palsu harusnya disikapi dengan kehati-hatian oleh konsumen itu sendiri. Kata dia, konsumen harus jeli memilih barang, jangan sampai dibohongi oleh penjual.

"Konsumen harus pinter-pinter milih barang. Kita kalau ke ITC juga sering banding-bandingin harga ke toko-toko. Tidak langsung beli, kan? Ini juga harusnya dilakukan di online," masih kata Miranda.

Banyak Diskon Palsu, Panitia Harbolnas Lepas Tangan?Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Meski demikian, Miranda berharap kasus diskon palsu ini tidak lagi terjadi di Harbolnas tahun depan. Antisipasinya, panitia akan berkolaborasi dengan lembaga hukum sehingga bisa memberikan sanksi langsung.

"Tapi saat ini kami lebih menyerahkan ke masing-masing peserta untuk menegur seller yang melakukan itu (diskon palsu)," tegas Miranda.

Saat ditanya soal Lazada sendiri, Miranda memilih tidak menjawab terkait diskon palsu di tempatnya. "Kalau dari Lazada, aku tidak bisa menjawab. Hari ini aku mewakili panitia Harbolnas," pungkasnya.

Banyak Diskon Palsu, Panitia Harbolnas Lepas Tangan?Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Produk Diskon

Di tempat yang sama, menurut CEO Lion Parcel Gunardi Minah, menaikan harga sebelum memberikan diskon adalah hal wajar. Ini juga sering dilakukan banyak toko offline. Karena itu ia menyarankan agar konsumen teliti.

"Naikin harga kemudian didiskon sudah sering terjadi. Konsumen bisa terjebak kalau nggak aware," kata Gunardi.

Dilanjutkannya, strategi ini bisa dilakukan untuk penjualan aksesori. Sementara untuk gadget kemungkinan sulit, terutama produk baru.

"Gadget baru sulit untuk diskon besar. Kecuali yang obsolete 4-5 tahun lalu atau barang tak laku yang tersisa di gudang. Tapi mereka naikin dulu harganya sebelum didiskon," tutup Gunardi.

Saksikan video 20detik di sini:

(afr/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed