Selasa, 25 Okt 2016 11:25 WIB

Kisah Kencan Tinder yang Tewaskan Wanita Cantik

Fino Yurio Kristo - detikInet
Warriena Wright. Foto: Istimewa Warriena Wright. Foto: Istimewa
Jakarta - Kencan online yang berujung kematian seorang gadis cantik menyita perhatian publik Australia. Kencan yang dilakukan melalui aplikasi Tinder itu berakibat fatal, korban bernama Warriena Wright meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 14 apartemen sang kekasih.

Dikutip detikINET dari Guardian, Selasa (25/10/2016), pengadilan beberapa hari lalu memutuskan kalau tersangka bernama Gable Tostee tidak bersalah dan dibebaskan. Namun masih ada beberapa pihak meyakini Tostee bertanggungjawab atas kematian Wright.

Kisah tragis ini terjadi dua tahun lalu. Wright yang asal Selandia Baru dan Tostee berjumpa secara fisik pada 7 Agustus 2014. Mereka bertemu pertama kali di internet seminggu sebelumnya, melalui aplikasi Tinder yang belakangan populer untuk mencari jodoh. Wright berada di Australia menghadiri pernikahan seorang teman.

Seminggu berkenalan dengan bertukar pesan, mereka memutuskan bertemu di dunia nyata, di resort pinggir laut bernama Surfers Paradise. Mabuk asmara, mereka berdua melanjutkannya di apartemen Tostee yang berlokasi di Gold Coast, Queensland.

Tapi kencan itu malah berujung tragedi. Beberapa jam kemudian, Wright terjatuh dari lantai 14 apartemen tersebut dan meninggal dunia seketika. Polisi pun menetapkan Tostee sebagai tersangka.
Akhir Kisah Kencan Tinder yang Tewaskan Wanita CantikTostee (ist)

Bukti utama kasus ini adalah rekaman sepanjang 199 menit di ponsel Tostee. Tostee rupanya sengaja merekam saat-saat mereka bertengkar hebat sampai jatuhnya Wright dari balkon.

Jaksa menyatakan Tostee membuat Wright sangat ketakutan dan melakukan intimidasi, sehingga dia mencoba lolos dengan memutuskan turun dari balkon di mana dia dikunci dari dalam oleh Tosteen. Namun malang ia terjatuh sampai tewas.

Pengacara Tostee menandaskan bahwa apa yang dilakukan kliennya sudah tepat dan dia tidak berperan dalam kematian Wright. Sebab, Wright lah, dalam keadaan mabuk, yang pertama kali melakukan serangan fisik pada Tostee. "Kejadian ini memang tragedi, tapi bukan pembunuhan," kata sang pengacara.

Setelah proses pengadilan yang melelahkan, Tostee akhirnya diputuskan tidak bersalah alias bebas belum lama ini. Ia dinyatakan tidak berperan secara aktif dalam kematian Wright.
Akhir Kisah Kencan Tinder yang Tewaskan Wanita CantikWright (istimewa)

Tostee sendiri mengaku sedih atas kematian teman kencannya itu. "Awalnya semuanya terasa menyenangkan tapi semakin malam, kelakuannya semakin aneh dan semakin agresif," sebut Tostee dalam penjelasannya.

"Dia terus saja memukuliku, mengejekku, membuang barang-barangku dan merusak apartemenku," klaimnya. Itu yang membuat Tostee berusaha membela diri, tapi berujung pada kematian Wright.

Kasus yang menyita perhatian luas di Negeri Kanguru ini turut menyeret Tinder. Orang-orang disarankan berhati-hati saat melakukan kencan online, terutama memperhatikan latar belakangnya.

"Tentu saja ada orang baik di Tinder dan ada yang harus diteliti latar belakangnya. Sama saja Anda harus berhati-hati ketika menyerahkan nomor ponsel pada orang yang baru ditemui di dunia nyata," sebut Dr Lauren Rosewarne dari University of Melbourne.

(fyk/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed