BERITA TERBARU
Kamis, 28 Apr 2016 13:24 WIB

Kata Presiden Jokowi, e-Commerce Bisa Gusur Mall

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Industri e-commerce di Indonesia menggeliat pesat. Nilai transaksinya di tahun 2016 ini saja diprediksi mencapai USD 30 miliar. Angka ini masih diyakini akan tumbuh berlipat ganda jadi USD 130 miliar di 2020 mendatang.

Hitung-hitungan proyeksi ini ternyata telah sampai ke telinga orang nomor satu di Indonesia. Presiden Joko Widodo pun ternyata menaruh minat tinggi terhadap perkembangan e-commerce di Tanah Air.

Jokowi, demikian presiden akrab disapa, bahkan sangat mengikuti berita perkembangan e-commerce dan startup. Terlebih setelah dia mengunjungi Silicon Valley di California, Amerika Serikat.

"Saya dengar Alibaba sudah masuk dan ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa negara lain sudah melihat potensi kita ini besar," ujarnya. "Mereka (perusahaan asing) boleh datang, tetapi semua sektor usaha digital sebaiknya sudah bisa diisi perusahaan dalam negeri," imbuhnya.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Jokowi saat membuka acara Indonesia e-Commerce Summit & Expo (IESE) di Indonesia Convention Exhibition, di Banten, yang berlangsung 27-28 April 2016.

Menurutnya, persaingan akan semakin berat. Indonesia mesti bisa melahirkan berbagai startup atau usaha rintisan digital agar bisa mengimbangi tantangan ke depan. Terkait hal tersebut, presiden secara khusus meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk memerhatikan pengembangan startup di Tanah Air.

"Saya titip ke Pak Menteri soal startup ini dipikirkan betul-betul. Anggaran disiapkan betul. Saya dengar, Pemerintah Thailand mengalokasikan Rp 7 triliun untuk pengembangan startup," ujar Jokowi.

"Negara lain sudah memulai itu. Jika kita tidak bisa mengejar dan melebihi mereka, saya pastikan akan ketinggalan. Dunia persaingan dan kompetisi ekonomi memang kejam, tapi itu tantangan yang mesti dihadapi," imbuhnya.

Jokowi berpendapat perkembangan ekonomi digital atau e-commerce bisa membuat pusat perbelanjaan offline terancam. Pasalnya e-commerce memberikan berbagai kemudahan belanja, cukup dengan membuka aplikasi dan pesanan bisa langsung diantar.

"Saya bayangkan kalau ini (e-commerce) diteruskan, nanti banyak mall yang tutup. Ya sudah bisa pesan online, diantar, buat apalagi ke mal. Pemilik mall hati-hati. Dunia digital berubah dengan sangat cepat," imbuhnya.

"Saya titip e-commerce ini bisa digunakan membantu saudara-saudara kita. Utamanya, petani yang ingin menjual produknya, nelayan usaha-usaha mikro yang ingin menjual produknya. Dan produk dari kampung, desa dan pelosok (supaya) bisa disambungkan dengan aplikasi," pungkasnya. (rou/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.