Minggu, 29 Nov 2015 10:46 WIB

Mau Selfie Kenapa Rusak Taman Bunga?

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Selfie di taman bunga Amaryllis yang ramai Twitter Selfie di taman bunga Amaryllis yang ramai Twitter
Jakarta -

Rusaknya taman bunga Amaryllis yang berlokasi di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta menuai hujatan dari para netizen. Tagar #SaveAmaryllis pun sempat jadi trending topic di media sosial Twitter.

"Kui kembang dudu kasur, nek rep turu neng ngomahmu kono (itu bunga bukan kasur, kalau mau tidur di rumahmu sana) #SaveAmaryllis," kicau akun bernama @ImunkYakuyaya dikutip detikINET dari Twitter, Minggu (29/11/2015).

Tak sekadar berkicau, rata-rata dari netizen juga menyertakan foto yang menggambarkan kondisi taman bunga yang kacau balau akibat perilaku pengunjung yang tak bertanggung jawab. "Hasilnya seperti ini, hanya demi foto selfie," kicau pengguna Twitter lainnya.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Taman bunga ini sebenarnya bukan seperti taman bunga yang biasanya. Taman bunga yang kini hancur ini merupakan milik pribadi dari seorang penduduk bernama Sukadi (43).

Oleh warga setempat, bunga tersebut kemudian diberi nama Brambang Procot. Awalnya, tak banyak orang yang mengetahui bahwa ada taman bunga yang indah bak di Eropa ini. Hingga suatu hari ada orang yang mengunggahnya ke media sosial.

Tak dipungkiri, kekuatan media sosial dalam menyebarkan berita terbilang luar biasa. Dalam sekejap, berbondong-bondong orang datang menyambangi taman bunga milik Sukadi ini. Tujuannya, kebanyakan hanya sekadar berfoto selfie saja.

Sayangnya, mereka yang datang kebanyakan tidak taat peraturan. Mereka seolah tak peduli dengan bunga-bunga tersebut. Ada yang menginjak-injak, ada pula yang memetiknya.

Sukadi pun tidak menyangka kebun bunga seluas 2.300 meter persegi yang ia budidayakan ini bisa menjadi fenomenal. Meski sedih, namun ia mengaku bangga karena bunga yang ia suka ternyata juga banyak disukai orang lain.

"Niat saya bisa melestarikan bunga ini. Saya tidak menduga bisa seperti ini, tetapi senang juga, ternyata banyak yang suka. Jadi lebih semangat untuk mengembangkannya," ujar Sukadi kepada detikcom ketika ditemui di rumahnya

(mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed