Selasa, 17 Nov 2015 11:22 WIB

Dicari! Ahli Forensik Digital yang Mau Ngulik

Adi Fida Rahman - detikInet
(ki-ka): Menkominfo Rudiantara dan Kabareskrim Komjen Anang Iskandar (afr/detikINET) (ki-ka): Menkominfo Rudiantara dan Kabareskrim Komjen Anang Iskandar (afr/detikINET)
Jakarta - Makin maraknya kejahatan cyber membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI). Diharapkan adanya asosiasi tersebut dapat meredam eksistensi kejahatan online.

Hal tersebut disampaikan Menkominfo Rudiantara saat menyampaikan keynote pada acara kick off pembentukan AFDI di kantor Kominfo, Selasa (17/11/2015).

Menurut Chief RA -- sapaan akrab Rudiantara -- dunia digital telah berkembang pesat, karena itu harus dikembangkan dengan kemampuan forensik yang mumpuni. Di Indonesia sendiri ahli forensik dianggap menteri sudah memiliki kualitas baik, hanya saja jumlahnya masih kurang.

"Menjadi seorang forensik digital tidaklah mudah. Harus orang yang punya kesabaran dan mau ngulik. Susah kalau tidak ada dua hal itu," kata Rudiantara.

"Dengan adanya asosiasi, para ahli forensik digital dapat berkumpul tak hanya membahas bagaimana mengurangi kejahatan cyber. Tapi juga dapat mencetak ahli forensik digital lebih banyak di Tanah Air," lanjutnya.

Dalam acara kick off pembentukan AFDI dihadiri lebih dari 100 analis forensik digital. Sejumlah pemapar juga tampil, di antaranya Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar, Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKBP M Nuh Al Azhar, ahli forensik digital Ruby Alamsyah dan Kepala Pusat Studi Forensik Digital Universitas Islam Indonesia Yudi Prayudi.

(afr/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed