Jumat, 16 Okt 2015 10:45 WIB

Omprengan 'Ngetem' di Ranah Digital

ash - detikInet
Jakarta - Berangkat dari kemacetan yang seakan tiada henti dan kondisi transportasi umum yang kurang layak di Jakarta, sebuah startup lokal membuat layanan omprengan digital.

Ary Setiyono, pendiri dan CEO Ompreng.com memaparkan, pertambahan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Pertumbuhan kendaraan mencapai 12% setiap tahunn. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya sekitar 0,01% per tahun.

Dari angka itu jelas pertumbuhan jalan tidak mampu mengejar pertumbuhan kendaraan, sehingga wajar saja terjadi kemacetan hampir di setiap ruas jalan. Dan tentunya kemacetan itu semakin lama akan semakin parah.

Berdasarkan data Yayasan Pelangi, kemacetan lalu lintas berkepanjangan di Jakarta menyebabkan pemborosan senilai Rp 8,3 triliun per tahun. Data yang sama diungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono, mengacu pada kajian Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP 2004).

Menjamurnya kendaraan pribadi dikarenakan fasilitas transportasi pelayanan publik di Jakarta yang terbilang masih buruk. Mulai dari supir bus ugal-ugalan, angkot yang sering ngetem, waktu menunggu busway yang lama, hingga kereta KRL yang penuh sesak. Hal-hal tersebut membuat masyarakat enggan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Kebijakan 3 in 1 di jalan protokol pun dianggap belum mampu memotivasi masyarakat untuk beralih ke kendaraan umum.

Dari permasalahan di atas, lanjut Ary, ompreng.com hadir guna menjembatani gap antara pemilik kendaraan pribadi dan penumpang kendaraan umum. Ompreng merupakan ride sharing platform berbasis web dan mobile dimana pemilik kendaraan dapat menawarkan tumpangan kepada orang lain dan sebagai gantinya penumpang membayar 'iuran perjalanan' kepada pengemudi.

Ompreng menawarkan jasa gratis dimana pemilik kendaraan (pemberi omprengan) dan penumpang (pencari omprengan) dapat berkomunikasi secara langsung untuk pengaturannya seperti rute, meeting point dan besaran iuran perjalanan.

Untuk menggunakan platform ini, pengguna wajib membuat akun dan mengisi data diri. Setelah terdaftar, user dapat memilih find ride untuk mencari omprengan atau offer ride untuk memberi omprengan. Jika memilih find ride, user dapat memasukan data asal dan tujuan perjalanan beserta tanggal keberangkatan. Para pencari omprengan dapat menggunakan fitur radius (1 km, 5 km, 10 km, sampai 50 km) sehingga memungkinkan pencarian lebih fleksibel berdasarkan koordinat radius yang dimasukkan.

Dengan fitur radius ini, jika pencari omprengan tidak mendapatkan hasil tepat sesuai asal/tujuan perjalanan, setidaknya mereka bisa mendapat lokasi terdekat sesuai dengan destinasi yang dimasukkan. Selain itu ada juga fitur advance filter dimana hasil pencarian dapat disaring berdasarkan waktu keberangkatan, jenis kelamin dan ada tidaknya profile picture. Jadi bagi para wanita yang ingin melakukan perjalanan antara wanita saja, bisa memilih filter gender female agar hasil pencarian yang dihasilkan hanya wanita.

Pada menu Offer a Ride, pemberi omprengan memasukkan asal dan tujuan perjalanan, jam serta waktu keberangkatan, jumlah kursi yang ditawarkan dan juga besarnya iuran perjalanan. Di kolom ride detail, pemberi omorengan dapat menulis rute yang dilalui, meeting point serta toleransi waktu tunggu.

"Kami memudahkan para pemberi omprengan dengan adanya fitur Round Trip dan Repeat. Round trip ditujukan bagi mereka yang melakukan perjalanan bolak-balik untuk asal dan tujuan yang sama. Sedangkan repeat (Senin - Minggu) dikususkan bagi mereka yang melakukan perjalanan berulang seperti pergi dan pulang kantor yang dilakukan Senin sampai Jumat," jelas Ary, dalam keterangannya kepada detikINET, Jumat (16/10/2015).

Ary mengaku, sangat optimistis aplikasi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan banyaknya jumlah perjalanan yang mencapai 26 juta trip per hari di Jakarta, aplikasi ini diklaim cocok guna mengurangi kemacetan di kota besar seperti Jakarta. "Dalam tiga tahun ke depan, kami memiliki target 1 juta download user," lanjutnya.

(ash/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed