Kamis, 12 Apr 2012 13:11 WIB

3 Nasehat Agar Facebook Tak Bernasib Seperti MySpace

- detikInet
Amit Kapur (BusinessInsider) Amit Kapur (BusinessInsider)
Palo Alto, California - MySpace sempat menjadi hit di dunia internet, sebelum Facebook lahir dan mengambil alih dominasi di situs jejaring sosial. Kini, gaung MySpace tidak sebesar dulu.

Adalah Ex-COO MySpace, Amit Kapur yang membagi-bagi nasehatnya pada Facebook agar tidak mengalami nasib serupa seperti perusahaan tempat ia bekerja dulu.

Kapur mengawali karirnya di MySpace sejak masih menjadi start up. Setelah dibeli News Corp pada tahun 2005, Kapur memutuskan keluar dari situs tersebut.

Menyadari ancaman pada Facebook seiring meledaknya situs itu, Kapur pun berbagi pengalaman dan nasehatnya. Berikut petuahnya pada situs besutan Mark Zuckerberg seperti yang dilansir BusinessInsider, Kamis (12/4/2012):

1. Jangan memprioritaskan pendapatan di atas pengalaman user
Jika Facebook melakukan hal itu, maka ia mengambil jalan yang salah. Kapur agaknya menengok kesalahan yang terjadi setelah pengakuisisian MySpace dulu.

Untung, Mark Zuckerberg sepertinya sudah sadar akan hal tersebut. Zuck pernah mengirimkan surat pada para investor bahwa ia mencari value yang dibangun dalam jangka panjang, bukan semata-mata keuntungan jangka pendek.

2. Jangan membatasi percakapan antar teman
"Situs jejaring yang bisa bertahan, dibangun di atas kegunaan," ujar Kapur. Kapur mengakui bahwa MySpace sebenarnya adalah platform komunikasi yang baik, namun kurang dalam hal interaksi antar pengguna.

Meski pengguna menghabiskan waktu dan energi di halaman MySpacenya, namun ujung-ujungnya MySpace tidak berinovasi. Facebook sebaiknya tidak membatasi komunikasi antar teman dalam situsnya, demikian inti nasehat Kapur.

3. Sharing foto
Jangan melupakan kegemaran orang di situs jejaring, yakni berbagi foto, demikian nasehat Kapur yang ketiga. Keputusan pencaplokan Instagram membuktikan bahwa Facebook telah mengetahui hal itu.

Selain menyampaikan petuah untuk Facebook, Kapur turut menyinggung situs pertemanan besutan Google, Google+.

"Jangan mengejar Facebook. Berapa lama kamu akan berkompetisi head-to-head dengan Facebook dengan melakukan hal serupa seperti yang ia lakukan?" ujar Kapur.

Ia menyugestikan bahwa sebaiknya Google melakukan hal yang tidak bisa dilakukan Facebook, seperti menciptakan 'Google identity' yang membantu orang untuk menemukan konten terbaik dari semua layanan Google.


(sha/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed