Senin, 20 Mar 2017 17:51 WIB

Penantang Baru Lazada cs, Punya Andalan Augmented Reality

Rachmatunnisa - detikInet
Aplikasi Tandamata (Foto: Rachmatunnisa/detikINET) Aplikasi Tandamata (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)
Jakarta - Para pecinta belanja online dimanjakan dengan berbagai pilihan aplikasi belanja di ponsel mereka. Sebagai pendatang baru, Tandamata pun harus menawarkan sesuatu yang berbeda.

"Tren di berbagai belahan dunia saat ini menunjukkan kecenderungan yang kuat akan kewirausahaan. Banyak sekali wirausaha, UKM melahirkan produk unik dan berkualitas, namun terkendala dalam pemasarannya," kata Enrico Pitono, Chairman Matata, perusahaan teknologi yang membuat aplikasi Tandamata.

Saat peluncuran Tandamata di Dia.Lo.Gue, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017), Enrico menjelaskan kebanyakan usaha kecil menengah (UKM) sulit menjual hasil karya mereka. Biaya operasional yang tinggi serta faktor kepercayaan pelanggan jadi salah satu faktor utamanya.

Penantang Baru Lazada cs, Punya Andalan <i>Augmented Reality</i>Enrico Pitono, Chairman Matata (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)


"Ketika kami bilang mau buat Tandamata ini, memang banyak yang berkomentar, 'Aplikasi belanja? Sudah ada Lazada, Matahari Mall dan lain-lainnya. Lo mau melawan yang udah gede-gede itu?'. Tapi kami punya alasan untuk itu," kata Enrico percaya diri.

Tandamata yang resmi diluncurkan hari ini, adalah aplikasi yang dibuat untuk menjadi wadah berkumpulnya produk-produk bermutu hasil wirausahawan Indonesia. Sesuai namanya, aplikasi ini membantu konsumen mencari tanda mata atau hadiah bagi orang-orang spesial.

"Konsumen belanja online itu kebanyakan perempuan dan umumnya membeli sesuatu untuk diberikan kepada orang lain. Tandamata mempermudahnya dengan menghadirkan produk yang sudah kami kurasi," sebutnya.

Menurutnya, mencari hadiah di aplikasi belanja online yang sudah ada seringkali membingungkan. Kalau pun dicari melalui fitur pencarian, hasilnya seringkali tidak relevan.

"Saya pernah coba cari dari layanan belanja online yang sudah besar, tak perlu saya sebut namanya. Tampilannya ramai dan penuh sekali, sulit menemukannya. Ketika search 'hadiah untuk wanita' misalnya, hasilnya ngaco," ujarnya.

Penantang Baru Lazada cs, Punya Andalan <i>Augmented Reality</i>Menjajal fitur augmented reality di Tandamata (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)


Augmented Reality

Satu hal lagi yang membedakan Tandamata secara signifikan dengan aplikasi belanja online yang sudah ada, adalah dibenamkannya augmented reality (AR). Teknologi ini menjawab tantangan berbelanja online yang sering dikeluhkan oleh konsumen, yakni barang yang dibeli tidak sesuai dengan gambar.

"AR ini memungkinkan konsumen menjajal langsung bagaimana benda yang mereka pilih terlihat di tempat yang diinginkan. Misalnya beli bantal, seperti apa jika dipadankan dengan sofa di rumah. Atau pajangan kembang, apakah besarnya sesuai atau tidak," paparnya.

Dalam presentasinya, Enrico mendemokan bagaimana ketika ingin membeli bantal, pengguna bisa 'menjajalnya' dengan membuka menu AR di aplikasi, lalu diarahkan ke QR code yang sudah disediakan. Ketika bantal sudah muncul, tablet atau smartphone diarahkan ke sofa dan terlihat seperti apa nantinya jika jadi membelinya.

Penantang Baru Lazada cs, Punya Andalan <i>Augmented Reality</i>(Foto: Rachmatunnisa/detikINET)


Namun fitur ini dijanjikan Enrico baru akan bisa dipakai pada 17 Agustus mendatang karena masih dalam pengembangan. Sejauh ini, pengguna baru bisa menjajal versi betanya.

"Semua tantangan belanja online ada dalam checklist kami dan ada solusinya. Karena itu kami yakin bisa bersaing dengan nama-nama yang udah besar itu tadi," tutup Enrico. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars

    'Masih Sulit Bawa Manusia Terbang ke Mars'

    Senin, 18 Jun 2018 21:35 WIB
    Space Launch System NASA, Rocket SpaceX milik Elon Musk, dan Blue Origin kepunyaan Jeff Bezos, diyakini mantan astronot ini masih sulit bawa manusia ke Mars.
  • Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Huawei Bantah Ancam Keamanan Australia

    Senin, 18 Jun 2018 19:59 WIB
    Huawei merilis surat terbuka yang isinya membantah tudingan pemerintah Australia yang menilai jaringan mereka berbahaya bagi keamanan nasional negara itu.
  • Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Senin, 18 Jun 2018 15:35 WIB
    Berbahan dasar kardus, tak sedikit gamer yang mengejek kemunculan Nintendo Labo. Meski demikian, nyatanya aksesoris Nintendo Switch ini laris manis di pasaran.
  • Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Senin, 18 Jun 2018 14:26 WIB
    Google terus memperkuat cengkraman bisnisnya di China dengan cara mengguyur uang triliunan rupiah di salah satu raksasa e-commerce pesaing terkuat Alibaba.
  • Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Senin, 18 Jun 2018 13:35 WIB
    Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data signifikan. Jika dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, trafik data operator seluler itu melonjak pesat 109%.
  • Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Senin, 18 Jun 2018 12:53 WIB
    Setelah update Thanos dari euforia film Avengers Infinity War beberapa waktu lalu, kini game Fortnite juga ikut serta menyemarakkan Piala Dunia 2018.
  • Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Senin, 18 Jun 2018 10:59 WIB
    Hari ini adalah hari ayah di Amerika Serikat. Pendiri Microsoft Bill Gates pun tak ketinggalan mengucapkan selamat hari ayah untuk bapaknya yang ternyata..