Jumat, 26 Feb 2016 17:08 WIB

Menkominfo: Bosan Ngomong Potensi Ekonomi Digital, Ayo Bergerak!

Rachmatunnisa - detikInet
Rudiantara di Hackaton Mandiri 2016 (Foto: Agung Pambudhy) Rudiantara di Hackaton Mandiri 2016 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Dalam kunjungannya ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar masuk ekonomi digital dan akses ke pasar global.

Di acara Hackathon Mandiri 2016 yang berlangsung di Menara Mandiri, Plaza Bapindo, Jakarta, Jumat (26/2/2016), Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menegaskan kembali komitmen pemerintah tersebut.  

Dikatakannya, hampir semua negara di dunia sudah memposisikan masuk digital ekonomi. AS dan China adalah contoh dua negara dengan kapitalisasi e-commerce yang besar.

"Tiongkok terutama sangat mengesankan. Mereka beberapa tahun sebelumnya serius membuat grand design e-commerce dan sekarang nilai transaksi e-commerce mereka sudah melebihi AS," kata Rudiantara.

Rudiantara mengungkapkan, saat ini ada sekitar 50 juta UMKM di Indonesia yang memberi kontribusi gross domestic product (GDP) sebesar 50%.

"Namun UMKM di kita masih banyak yang belum digital. Kalau AS dan Tiongkok sudah (digital). Di Indonesia belum karena internet belum merata," ungkapnya.

Untuk mendukungnya, pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur konektivitas, sehingga internet masuk ke seluruh wilayah termasuk ke pelosok, sehingga potensi yang dimiliki bisa diakses ke pasar global.

"Bosan ngomongin potensi. Sudah tahu lah betapa besarnya potensi kita. Kita harus bergerak dan bertindak, agar digital economy ini punya akses pasar global," tegasnya.

Seperti diketahui, salah satu misi kunjungan Presiden Jokowi ke Silicon Valley adalah bisa mengajak pelaku pasar digital masuk ke Indonesia.

"Berbagai kebijakan kita lakukan, salah satunya yang penting adalah membuka investasi e-commerce yang sebelumnya tertutup untuk asing. Pemerintah menargetkan di 2020 e-commerce bisa mencapai USD 130 miliar," tutupnya. (rns/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed