BERITA TERBARU
Senin, 30 Nov 2015 15:35 WIB

Filosofi Ramen untuk Kesuksesan Startup

Rachmatunnisa - detikInet
Wilix Halim (nis/inet) Wilix Halim (nis/inet)
Jakarta - Startup yang baru berdiri, disarankan untuk menggenjot pertumbuhan terlebih dahulu sebelum berpikir tentang pemasukan. Ini menjadi salah satu cara startup bertahan hidup dan tidak mengandalkan kucuran dana investor.

"Pertumbuhan itu akan membantu investasi. Kalau pertamanya pertumbuhan dulu, investasi yang masuk akan lebih banyak, valuasinya lebih banyak. Di Indonesia gak banyak yang bootstrap. Bootstrap itu gak tahan investasi murah," kata Senior Vice President of Growth Wilix Halim, berbagi tips untuk startup kepada detikINET.

Bootstrap di dunia startup berarti cara agar tetap bertahan dengan atau tanpa kucuran investasi. Ini berarti, startup tersebut melakukan apa saja guna memangkas biaya dan menjalankannya dengan biaya rendah.

"Freelancer.com di awal-awal itu, gue sama bos mikir, kita pakai uang, dapat uang untuk hire more people untuk pertumbuhan. Freelancer go public dua tahun lalu, sekarang asik untuk mikir valuasinya, public yang market," Wilix mencontohkan.

Konsep lain yang cukup akrab di dunia startup, terutama di Silicon Valley, adalah ramen profitability. Artinya, startup mendapat keuntungan lebih cepat dan dengan jumlah yang cukup untuk menghidupi para pendirinya.

"Ramen profitability, di mana kalian bisa buat profit. Di mana para founder-nya punya uang istilahnya buat ramen untuk bisa kenyang doang. I think the best way adalah do the rest money from the customer," terangnya.

Dengan cara ini, dikatakannya seorang pendiri startup tidak bergantung pada kucuran dana, namun memaksimalkan modal yang ada. Strategi ini menurutnya justru mempercepat proses investasi, karena startup tersebut pada akhirnya akan memiliki kontrol yang kuat saat melakukan negosiasi investasi.

"Misalnya mau buat kafe, dari day one harus profitable. Sama dengan Freelancer mindset-nya itu dari awal, kalau ngabisin Rp 1 miliar, gak cuma harus balik Rp 1 miliar. Itu konsep yang menurut gue sangat healthy. Jadi bagusnya fokus ke profitability from day one," sarannya.

(rns/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed