BERITA TERBARU
Senin, 30 Nov 2015 10:06 WIB

Growth Hacking, Seni Talenta Engineer Menjadi Marketer

Rachmatunnisa - detikInet
Wilix Halim (rns/detikINET) Wilix Halim (rns/detikINET)
Jakarta - Growth hacking kian populer seiring meningkatnya pertumbuhan ekosistem startup. Istilah ini memunculkan orang-orang 'hybrid' para engineer yang menjadi marketer.

Senior Vice President of Growth Freelancer.com Wilix Halim mengatakan, growth hacking pada dasarnya adalah pola pikir yang fokus membuat perusahaan tumbuh. Caranya, mengandalkan kreativitas mengolah data menjadi strategi pemasaran.

"Fokusnya growth growth growth dan always be data driven. Semua eksperimen yang kita buat harus data driven dan marketing campaign yang kita buat harus harus di-tracking untuk lihat it works or not. Semuanya harus di-track. Jadi ini konsep growth hacking," kata Wilix saat berbincang dengan detikINET pekan lalu.

Di perusahaan tempatnya bekerja, semua divisi fokus pada pertumbuhan. Hal ini yang menurutnya membuat Freelancer.com istimewa. Jika umumnya perusahaan hanya punya tim kecil untuk fokus ke pertumbuhan, di perusahaan yang berpusat di Australia tersebut, istilahnya seluruh perusahaan adalah divisi pertumbuhan.

"Saya personally kenal sama pencipta growth hacking, Sean Ellis. Dia senang banget ketika datang ke Freelancer lihat tim growth itu banyak. Karena biasanya company itu (tim growth) cuma sebagian kecil. Makanya semuanya dari bawah ke atas mindset-nya growth termasuk CEO-nya," ujarnya.

Yang menarik, untuk mencapai tujuan tersebut, bukan online marketer yang dipekerjakan Wilix, tetapi para engineer. Bukan berarti dirinya tidak menganggap penting keberadaan online marketer. Alasannya lebih suka merekrut engineer sederhana, yakni karena apa yang dilakukannya di perusahaan sangat matematikal, scientific dan bisa dihitung.

"Sebagian besar marketer, hal yang berbau matematikal itu adalah sesuatu yang berlawanan dengan apa yang mereka kerjakan. Gue lebih suka engineer karena mereka selalu mikirnya ilmiah, skeptis, mencintai angka dan gemar menganalisa," ujar lulusan bidang robotik dan teknik informatika University of Melbourne ini.

Mengutip ahli growth hacking Andrew Chen, Wilix menyebut para growth hacker seperti dirinya adalah jenis manusia 'hybrid' yang merupakan kombinasi dari marketer dan engineer.

Talenta ini menurutnya menjadikan growth hacker menjadi ahli strategi dan bisa memandu tim bermain pada peran yang sangat penting dalam strategi produk dan pengambilan keputusan.

"Saya menyebut tim growth yang saya pimpin adalah growth engineering yang merupakan hybrid antara engineer dan marketing. Di sisi lain itu menjadi challenge, gimana pake engineering mindset to solve business. Jadi bukan orang business to solve business," jelasnya.

Wilix dengan bangga menyebutkan bahwa tim yang dipimpinnya adalah para engineer lulusan terbaik dari berbagai latar belakang. Orang-orang ini adalah adalah mereka yang bisa kuat duduk berjam-jam di depan komputer, menganalisa data, berusaha memahami pengguna, mengenali cara pengguna mengadopsi produk, dan membangun fitur-fitur yang dibutuhkan pengguna.

Tujuan akhirnya, agar pengguna mau menggunakan produk yang dibuat, terus menggunakannya, dan menarik lebih banyak pengguna baru untuk menggunakan produk tersebut.

Dengan strategi ini pula, Wilix sukses membawa Freelancer.com menjadi marketplace freelancing, outsourcing dan crowdsourcing terbesar di dunia. Penggunanya terus bertambah sejak dirinya bergabung.

Saat ini, sudah ada 17 juta orang memanfaatkan layanan situs tersebut, termasuk 1 juta di antaranya dari Indonesia melalui Freelancer.co.id. Dua tahun lalu, perusahaan ini go public di bursa saham Australia dan valuasinya kini Rp 8 triliun. Freelancer.com pun tercatat sudah melakukan akuisisi sejumlah marketplace outsourcing dari berbagai negara.

(rns/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed