BERITA TERBARU
Kamis, 28 Mar 2013 17:07 WIB

Tumbuh Pesat, e-Commerce Rawan Penipuan

- detikInet
(Ist) (Ist)
Jakarta - Nilai transaksi e-commerce<\/em> alias perdagangan online di Indonesia tumbuh nyaris dua kali lipat. Dari Rp 63 triliun naik jadi Rp 120 triliun tahun lalu. Namun di balik pesatnya bisnis e-commerce <\/em>ini, ada bahaya penipuan yang siap mengancam.

Ancaman ini terus diingatkan kembali oleh PANDI selaku Pengelola Nama Domain Internet Indonesia. Bahaya penipuan yang dimaksud, bisa saja datang dari situs e-commerce <\/em>palsu yang mayoritas menggunakan domain .com.

Andi Budimansyah, Ketua Umum PANDI, mengaku seringkali menemui situs e-commerce <\/em>palsu yang gentayangan di jejaring sosial seperti Facebook, serta SMS broadcast yang menawarkan transaksi yang menggiurkan lewat situs e-commerce aspal tersebut.

\\\"Banyak sekali, contohnya yang suka kirim gambar nge-tag <\/em>orang di Facebook jual BlackBerry murah di Batam, itu pakai .com. Sms tipu-tipu yang saya terima juga pakai .com. Kasihan masyarakat yang tidak mengerti,\\\" keluhnya saat berbincang dengan detikINET<\/strong>, Kamis (28\/3\/2013).

Beberapa SMS penipuan yang dimaksud Andi adalah sebagai berikut:

Plggn Tsel Yth<\/em>
SELAMAT!! Pin<\/em>
Anda m-dptkan<\/em>
HALO Poin Tsel<\/em>
HADIAH Rp.75jt<\/em>
U\/Info Hub:<\/em>
Ir.H.Sarwoto,SE<\/em>
085282222322<\/em>
Atau kunjungi:<\/em>
www.tselpoin-777.blogspot.com<\/em>

SLMT!! No Anda<\/em>
men-dpt hadiah<\/em>
dr: pengundiang<\/em>
TELKOMSELpoin<\/em>
no.pin-d377hi8<\/em>
Untk melihat<\/em>
Hadiah anda<\/em>
Silahkan,klik:www.gebyar-tsel2013.jimdo.com<\/em>

Ia juga yakin, masih banyak lagi modus-modus penipuan semacam ini.

Menurut Andi, modus penipuan yang memanfaatkan booming e-commerce ini makin banyak ditemui di Indonesia. Dan penipuan semacam ini sulit dibasmi karena keberadaannya yang tidak jelas.

\\\"Kalau pakai .com, polisi mau cari ke mana? Itu sebabnya kami di PANDI terus menyosialisasikan penggunaan domain .id, agar masyarakat terlindungi dari penipuan yang cenderung pakai gTLD (penyedia domain internet) yang bebas,\\\" jelasnya.

Ia pun menyarankan agar para wirausahawan di dunia maya untuk menggunakan domain .id agar lebih dipercaya konsumen karena statusnya yang terdaftar di Indonesia.

\\\"Bikin co.id tidak susah kok<\/em>. Cuma memang harus bertanggungjawab, karena daftarnya minimal pake KTP. Jadi kalau ada masyarakat yang ditipu dan lapor polisi atau PPNS, maka PANDI atau registrarnya bisa menyampaikan kepada yang berwajib sebagai penanggung jawab atas domain .id untuk proses lebih lanjut,\\\" paparnya.

PANDI juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh Kementerian Kominfo baru-baru ini untuk mendorong seluruh e-commerce<\/em> lokal menggunakan domain co.id.

\\\"Baiknya demikian. Rasanya spirit pemerintah sudah benar dalam melindungi masyarakat dengan mendorong penggunaan domain .id. Belum semua e-commerce <\/em>lokal pakai co.id,\\\" kata Andi.

Direktur E-Business Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Azhar Hasyim sebelumnya juga sudah menyarankan pelaku e-commerce<\/em> di Indonesia beralih menggunakan domain co.id untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

\\\"Situs e-commerce<\/em> dengan domain .com asal Indonesia banyak dilaporkan oleh orang-orang luar negeri karena melakukan penipuan. Ini merugikan, karena itu baiknya situs e-commerce <\/em>asal Indonesia pakai .id saja,\\\" sesalnya.

Ia pun mengatakan, jika menggunakan domain .id akan lebih tertata masalah data karena registrasi diketahui oleh pemerintah.

Untuk mendukung masalah registrasi ini, pemerintah sedang menyusun Rancangan Peraturan Menteri (RPM) yang mengatur tata cara pendaftaran registrasi dan registrasi domain, serta keamanan domain dalam negeri.

\\\"Pemerintah bisa menertibkan jika pakai domain .id karena pemilik jelas sehingga ada sanksi seandainya melanggar seperti memblokir situsnya untuk penegakan hukum,\\\" jelas Azhar.

Saat ini memang banyak sekali toko online abal-abal yang melakukan berbagai aksi penipuan, dan kebanyakan dari mereka menggunakan domain gratisan atau domain yang mudah didapat seperti .com.

Nah<\/em>, kemudahan mendapatkan domain itulah yang dianggap menjadi salah satu penyebab makin maraknya pertumbuhan toko online palsu di Indonesia. Bahkan berdasarkan data dari Batam Watch saat ini setidaknya ada 1.103 situs palsu yang beredar di Tanah Air.

Kominfo juga melansir data, perangkat yang digunakan untuk transaksi e-commerce <\/em>senilai Rp 120 triliun pada 2012 lalu itu 55% dari komputer PC, 43% dari mobile web browser, dan 2% dari mobile apps.

Untuk meredam aksi tipu-tipu e-commerce<\/em> tersebut, maka langkah PANDI dan Kementerian Kominfo yang menyarankan agar para pengusaha di dunia maya untuk menggunakan domain yang dikelola oleh bangsa sendiri, dalam hal ini adalah .id, bisa dibilang sudah cukup tepat.


(rou/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed