Kamis, 05 Apr 2018 15:50 WIB

Tua-tua Keladi Windows XP

Adi Fida Rahman - detikInet
Windows XP. Foto: PCmatic Windows XP. Foto: PCmatic
Jakarta - Windows XP diluncurkan Microsoft pada 2001 silam. Artinya sudah 17 tahun usianya. Kendati sudah demikian lawasnya, sistem operasi ini rupanya masih punya banyak penggemar. Kok bisa?

Berdasarkan data statistik yang dirilis NetMarketShare, dalam dua tahun terakhir ini pangsa pasar Windows XP terus menurun secara bertahap. Tapi pada bulan Oktober 2017 terjadi sesuatu mengejutkan, pangsa pasarnya mengalami kenaikan dari 6,19% menjadi 7,64%.

Tapi kondisi tersebut tidak bertahan lama. Market share Windows XP kembali menurun hingga ke titik 3,81% pada bulan Februari. Perubahan sedikit terjadi pada bulan Maret lalu, market share Windows XP sedikit meningkat 0,78% menjadi 4,95%.



Menurut NetMarketShare masih banyak orang yang setiap menggunakan Windows XP lantaran bisa berjalan lancar di perangkat dengan spesifikasi seadanya. Banyak kantor pemerintahan di negara berkembang memakai sistem operasi ini di komputer kantor. Bahkan sejumlah sekolah pun masih memakainya.

Windows XP, Jadul Tapi Masih Banyak PenggunaFoto: PCmatic


Alasan lain, banyak aplikasi yang masih bisa berjalan di sistem operasi ini. Walaupun banyak developer yang telah menghentikan update.

Bahkan Microsoft pun telah menghentikan dukungan pada Windows XP sejak April 2014. Sehingga tidak ada lagi pembaruan keamanan untuk sistem operasi ini.



Faktor lain terkait biaya. Jika mengupgrade ke sistem operasi yang lebih baru harus mengeluarkan biaya lagi. Dan terkait alasan sebelumnya, ketika menggunakan sistem operasi yang baru, belum tentu hardware mendukung.

Tentu jika masih tetap menggunakan Windows XP, ada sejumlah konsekuensi yang harus ditanggung. Masalah utama adalah keamanan, sistem operasi ini sangat rentan akan serangan cyber.

Masih segar di ingatan sejumlah pengguna yang memakai WIndows XP terserang Ransomware WannaCry. Karena itu, Microsoft berulang kali menganjurkan pengguna untuk upgrade ke sistem operasi yang baru. (afr/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed