Sabtu, 20 Jan 2018 13:00 WIB

Catatan dari Beijing

Meizu Siapkan Gebrakan di Pasar Ponsel Indonesia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: detikINET/Fino Yurio Kristo Foto: detikINET/Fino Yurio Kristo
Jakarta - Indonesia memang pasar potensial sehingga jadi incaran para vendor ponsel, terutama asal China. Meizu pun tak mau kalah dan berencana lebih serius pada tahun 2018 ini tentu dengan tujuan menumbuhkan pangsa pasarnya di Tanah Air.

Hal itu antara lain dibuktikan dengan komitmen mereka memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN dengan menggandeng pabrikan lokal. Sehingga jika tahun lalu terkesan malu-malu, tahun ini Meizu dipastikan meluncurkan beberapa model andalan, termasuk di segmen flagship.

Daniel selaku Vice President Overseas Sales Meizu menandaskan Meizu M6S, ponsel barunya yang berotak Samsung dan memiliki pemindai sidik jari di sisi layar, pasti bakal masuk Indonesia. "Kira-kira pada bulan Maret," sebutnya.

"Di Indonesia kan ada aturan TKDN, sehingga kami gandeng partner lokal. Kami yakin produk ini dapat diterima masyarakat karena punya fitur unggulan menarik, harganya terjangkau. Mitra lokal kami juga amat percaya diri," tuturnya.

Kemudian berlanjut dengan Meizu 15, produk flagship yang dibuat khusus untuk menandai ulang tahun ke 15 mereka. Smartphone ini juga direncanakan memeriahkan pasar ponsel di Tanah Air.

"Namanya Meizu 15. Rencananya bakal diluncurkan pada kuartal II 2018 ini. Ponselnya bakal fashionable dan powerful," janji Daniel.

Diakui olehnya, pasar ponsel Indonesia menarik terutama karena banyaknya anak muda yang melek internet dan sangat aktif menggunakan smartphone. Ini sesuai dengan target Meizu yang menyasar millenial.

"Indonesia itu memang pasar yang sangat penting dan potensial, bukan cuma buat kami saja tapi juga vendor lain. Terutama karena banyaknya anak muda dan suka akses internet. Mirip-mirip kondisinya seperti di China sehingga mudah dipahami," lanjut Daniel.

Mengenai strategi, Daniel menilai antara vendor yang satu dengan yang lain tentu memiliki perbedaan jurus. Ada yang sangat agresif, ada yang ingin pelan-pelan tapi pasti seperti Meizu.

"Kami tidak mau tiba-tiba naik tinggi terus jatuh. Yang penting bagi kami adalah mencatat pertumbuhan yang stabil. Kami fokus terhadap pengembangan produk agar masyarakat dapat merasakan produk berkualitas dengan harga terjangkau, " papar Daniel.

"Kami juga tak ingin terburu-buru meluncurkan produk dan jadi follower. Harus ada yang spesial. Misalnya ponsel M6S ini berbeda dari yang lain," klaim dia.

Di sisi lain, Meizu mengaku saat ini sudah memiliki 26 pusat servis di beberapa wilayah di Indonesia. Kita nantikan saja sepak terjang vendor yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Alibaba ini. (jsn/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed