Rabu, 13 Sep 2017 10:59 WIB

iPhone 8 Cepat Masuk Indonesia Masih Sebatas Impian

Adi Fida Rahman - detikInet
iPhone 8 Plus, iPhone X dan iPhone 8. Foto: Reuters iPhone 8 Plus, iPhone X dan iPhone 8. Foto: Reuters
Jakarta - Impian iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X masuk ke Tanah Air lebih cepat sepertinya sirna. Sebab Apple tidak memasukkan Indonesia dalam daftar negara awal penjualan trio iPhone terbaru.

Dalam acara peluncuran dini hari tadi, memang perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat itu tidak menyebutkan negara mana yang disambangi iPhone terbaru. Tapi kita dapat melihat informasinya dari pembaruan di situs Apple Store.

Jika mengakses situs Apple Store Indonesia pun, kita tidak melihat kehadiran iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Laman tersebut masih menampilkan iPad Pro dan iPhone 7.

Kondisi ini berbeda dengan situs Apple Store di negara tetangga. detikINET menelusuri website Apple di Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand, semuanya telah diperbarui dengan ketiga iPhone terbaru dan produk Apple anyar lainnya.

Tidak hanya itu, harga yang ditampilkan pun sudah dalam mata uang negara tersebut. Jadi besar dugaan Apple akan serentak menghadirkan ponsel barunya itu di empat negara tadi.

Tapi Indonesia tidak sendiri. Saat detikINET menelusuri laman Apple Store Vietnam, kondisi yang sama terjadi. Padahal Vietnam cukup dilirik Apple sebagai pasar potensial. Mereka baru membuka layanan pelanggan dan bahkan akan membangun pusat riset di sana.

Memang adalah hak Apple untuk memilih negara mana saja yang kebagian iPhone terbaru paling cepat. Untuk saat ini, Indonesia sepertinya belum masuk hitungan seperti di masa silam.


iPhone 8 diketahui mulai bisa dipesan tanggal 15 September di negara terpilih yang dipastikan paling awal mendapatkannya. Yakni Australia, Austria, Belgia, Kanada, China, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Irlandia, Italia, Jepang, Luksemburg, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Puerto Rico, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, UAE, Inggris, Amerika Serikat dan US Virgin Islands.

Ancaman iPhone BM

Harapan kehadiran iPhone anyar lebih cepat di Indonesia sendiri muncul setelah Apple memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Meski tidak secepat Singapura yang selalu masuk dalam daftar negara tahap pertama, tapi setidaknya jadi lebih cepat dari sebelumnya.
Pertanda Kuat iPhone 8 Cepat Masuk Indonesia Cuma ImpianiPhone 8. Foto: istimewa

Seperti kita ketahui, Apple selalu memasukan ponsel barunya ke Indonesia setelah 6-7 bulan setelah diumumkan, sekitar bulan Februari dan Maret. Bila dibandingkan dengan Malaysia, iPhone masuk ke Negeri Jiran itu cuma selang tiga bulan.

Kondisi ini yang kemudian mendorong konsumen Indonesia lari ke Singapura agar bisa segera mendapatkan iPhone terbaru. Tapi parahnya, selisih yang cukup lama itu turut memicu masuknya iPhone black market (BM) di Tanah Air.

Menurut Djatmiko Wardoyo, Director of Marketing & Communication PT Erajaya Swasembada, ketika permintaan suatu produk besar dan terlambat masuk, maka akan muncul produk BM. Hadirnya produk seperti ini mendatangkan kerugian.

Pertama, pemerintah akan kehilangan pendapatan. "Potensi kehilangannya 10% dari setiap barang. Tentu ini membuat pendapat pajak tidak bagus bagi pemerintah," kata pria yang kerap disapa Koko beberapa waktu lalu.

Kedua, kerugian di sisi konsumen itu sendiri. Karena jika membeli perangkat BM, mereka tidak terlindungi dari segi garansi.

"Ketiga untuk distributor yang sudah berbedikasi berinvestasi membuat toko, after sales dan lain-lain, harus bersaing dengan black market yang harganya jauh lebih rendah," jelas Koko.

Semoga saja Apple segera memasukan trio iPhone baru ke Indonesia lebih cepat dari sebelumnya. Selain demi memudahkan Apple Fanboy di Tanah Air mendapatkan iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X, dapat pula mengurangi produk BM sehingga memberi pemasukan bagi negeri ini lewat pajak. (afr/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed