Rabu, 07 Jun 2017 18:55 WIB

TKDN 4G Baru 20%, Sharp Berani Lepas Z2 dan M1

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Sharp Foto: Sharp
Jakarta - Kadar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk ponsel Z2 dan M1 ternyata masih 20%. Tapi Sharp sudah siap memasarkannya di Indonesia. Kok bisa?

Melihat spesifikasinya, Z2 dan M1 sudah mendukung jaringan 4G LTE. Bila mengacu aturan pemerintah, seluruh perangkat 4G diwajibkan telah memenuhi TKDN minimal 30% per 1 Januari 2017.
Saksikan video 20detik tentang wawancara dengan Global CEO Sharp di sini:


Artinya, dengan baru memenuhi 20% saja Sharp Z2 dan M1 mustinya belum boleh dijual di Indonesia lantar belum mencapai yang ditetapkan pemerintah. Penasaran detikINET pun coba menanyakan ke pihak Sharp dan Foxconn.

Country Director Foxconn Indonesia Sukaca Purwokardjono pun memaparkan duo ponsel Sharp sudah mengantongi sertifikat TKDN. Alhasil perangkat tersebut boleh dipasarkan di Tanah Air.

"Kami mengajukannya tahun lalu, jadi masih menggunakan aturan TKDN 20%," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Bagaimana dengan ponsel baru yang direncanakan meluncur Agustus mendatang? Pihak Sharp memastikan mereka sudah memenuhi aturan yang baru.

"Kami sudah merakit ponsel itu di Indonesia. Aksesori pun dibuat di sini. Jadi itu cukup untuk memenuhi selisih 10% kekurangan," kata Johnny Lim, President Director Foxconn Indonesia saat ditemui di tempat yang sama.

Seperti diketahui pemerintah telah resmi menetapkan kebijakan tentang TKDN yang akan dikenakan kepada vendor ponsel 4G LTE sebagai syarat berjualan di Indonesia.

Dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri untuk aturan TKDN 4G 30% ini, tata cara perhitungannya dibagi menjadi dua, yakni TKDN Hardware dan TKDN Software.

Untuk TKDN Hardware, komposisinya: manufaktur 70%, pengembangan 20%, dan aplikasi 10%. Sementara TKDN Software: aplikasi 70%, pengembangan 20%, dan manufaktur 10%.

Seluruh vendor wajib memenuhi kewajiban 30% TKDN untuk ponsel mulai 1 Januari 2017. Jika tak memenuhi aturan tersebut, maka mereka dilarang menjual produknya di Indonesia. (afr/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed