BERITA TERBARU
Kamis, 02 Mar 2017 11:11 WIB

Kehebohan Nokia 3310 Reborn Dianggap Keanehan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Versi baru Nokia 3310 sukses bikin kehebohan. Diluncurkan di arena Mobile Congress 2017 belum lama ini, Nokia 3310 reborn ini mampu mencuri perhatian dari beragam smartphone keluaran baru yang jauh lebih canggih. Ada apa gerangan?

Tentu yang pertama soal nostalgia. Orang-orang penasaran seperti apa reinkarnasi handset keluaran 17 tahun silam itu. Namun di sisi lain, tetap saja meledaknya pembahasan soal Nokia 3310 reborn dianggap keanehan.

"Adalah kesialan bagi pasar smartphone di mana dunia sungguh tertarik dan terobsesi dengan feature phone retro yang dikapalkan 17 tahun lampau," tukas Ben Wood dari CCS Insight yang dikutip detikINET dari Guardian.
Kehebohan Nokia 3310 Reborn Dianggap KeanehanFoto: Reuters

Ya ajang MWC biasanya menyita perhatian karena meluncurnya beragam smartphone dengan teknologi terkini, bukan feature phone semacam Nokia 3310 reborn. Apalagi dinilai, tidak ada yang terlalu istimewa dari Nokia 3310 reborn.


"Sebenarnya tidak ada yang spesial di Nokia 3310. Feature phone ala Nokia yang sudah mereka buat bertahun-tahun. Namun memang dengan nama Nokia 3310 itu, HMD berhasil membangkitkan sesuatu yang klasik dan diperbincangkan dunia," sebut Samuel Gibbs, kolumnis Guardian.

"Mungkin juga karena smartphone agak membosankan sekarang. Sudah menjadi pusat kehidupan kita dan sama saja. Smartphone sekarang dan yang nanti kelihatan sama. Ada kamera, layar, memainkan musik, menjalankan aplikasi dan game, internet dan segala macam," paparnya.

Memang belakangan, smartphone yang murah sekalipun sudah baik kemampuannya. Kecuali vendor menyuguhkan inovasi yang keren, mungkin saja mereka tidak terlalu jadi pusat perhatian. Kebangkitan ponsel klasik semacam Nokia 3310 pun terasa lebih menarik walau akhirnya, fokus orang kembali ke jagat smartphone.

Baca juga: Melihat dari Dekat Nokia 3310 Reborn! (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.