Kamis, 07 Mei 2015 07:30 WIB

Papan Tulis Pintar di Era Digital

- detikInet
Smartboard (istimewa) Smartboard (istimewa)
Jakarta - Di era digital, papan tulis dengan kapur maupun spidol mungkin perlahan akan mulai ditinggalkan. Apalagi teknologi dalam menunjang proses belajar mengajar terus berkembang.

Masih bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang belum lama ini diperingati, Indonesia kedatangan satu produk baru yang akan mengubah dunia pendidikan di masa depan. Alat ini diberi nama smartboard alias papan tulis pintar.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (7/5/2015), alat ini dibawa oleh PT EP-TEC Solutions Indonesia sebagai ekslusif distributor untuk produk Smart Board buatan Smart Technologies asal Kanada.

Teknologi ini mengajak penggunanya untuk menyajikan bahan ajar tanpa harus meninggalkan papan tulis. Cukup dengan menghubungkan kabel USB ke komputer atau laptop dan kabel VGA/HDMI ke proyektor, maka fitur dan konten dalam komputer atau laptop akan bisa dioperasikan di papan tulis pintar ini.

Empat kamera yang dipasang pada setiap sudut optical camera akan membaca pergerakan tangan penggunanya. Baik dalam menuliskan sesuatu, menghapus, atau menggeser tulisan.

Dengan begitu, jika ingin menuliskan tambahan penjelasan akan mudah dilakukan. Demikian juga apabila ingin menghapus atau memindahkan antara poin yang satu dengan yang lainnya.

Teknologi yang digunakan dalam produk smart ini ada dua yakni Digital Vision Touch (DViT) dan Infra Red (IR). Kemudian didukung teknologi SilkTouch yang berfungsi merespons sentuhan jari di atas smart board. Kemudian Smart Ink yang memungkinkan pengguna menulis di atas aplikasi apapun dalam komputer.

Selanjutnya dikorelasikan dengan teknologi object awareness yang memungkinkan pengguna untuk menulis dengan pen stylus, menyentuh dengan jari, dan menghapus tulisan tanpa menyentuh tombol apapun.

Khusus smart board 6000 series didukung resolusi gambar ultra HD Resolution (4K) dengan kerapatan pixel hingga 3840 x 2160 pixel. Sedangkan untuk smart board versi 4000 didukung dengan resolusi gambar full HD 1920 x 1.080 pixel.

Teknologi ini sebenarnya sudah menyasar dunia pendidikan Indonesia sejak 2005. Hanya saja baru menyasar international school dan nasional plus. Namun, dari situ saja, setidaknya 35 ribu unit smart board telah dilepas PT EP-TEC Solutions.

Menurut Andika Pratama, Presiden Direktur EP-TEC, alat ini menyasar sekolah negeri dan swasta, termasuk perguruan tinggi negeri maupun swasta. Teknologi ini diyakini akan mempermudah proses pengajaran.

“Saat presentase di depan kelas, tidak perlu bolak-balik dari komputer ke papan tulis. Semuanya bisa dilakukan di papan tulis. Mau membuka data baru, bahan ajar baru, tulisan baru, menerangkan poin-poin bahan ajar, menambahkan, menghapus. Termasuk mengirim ke email mahasiswa atau siswa bisa dilakukan,” ujar Andika.

Selain itu dia memaparkan, khusus untuk pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sains terapan atau ilmu pengetahuan alam, maka proses dan praktikum bisa dilakukan di papan pintar sebelum dipraktekkan bada objek nyata.

“Sudah ada konten yang kami sajikan. Misalnya bagaimana membedah kodok untuk mengetahui organ-organ vital dalam tubuhnya. Bisa dibedah di papan ini,” ujarnya sambil mempraktekkannya.

Hanya saja, dia mengakui memang harga dari satu unit produk ini dengan lengkap satu paket harganya masih terbilang mahal. pada kisaran harga mulai dari USD 2.000 hingga USD 20.000.

"Ini karena alat ini masih dianggap barang mewah dan pajak PPnBM-nya juga sangat besar yakni 47,5%. Jadi hampir setengah dari harganya itu adalah untuk membayar pajak,” pungkasnya.

(rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed