Senin, 06 Apr 2015 11:39 WIB

Kolom Telematika (2)

iPhone 6 vs Galaxy S6, Siapa Jiplak Siapa?

- detikInet
Jakarta -

Saat baru diperkenalkan, Samsung Galaxy S6 langsung disandingkan dengan iPhone 6. Tak cuma dari sisi kemampuan tapi juga kemiripan, bahkan ada yang menggangap salah satu di antara mereka menjiplak. Siapa menjiplak siapa, pasti sulit untuk mengetahuinya. Sebab kelahiran sebuah ponsel tentu tak lahir dalam semalam. Ada proses panjang yang harus dilalui, apalagi jika itu merupakan ponsel keluaran vendor ternama, dan menjadi produk flagship pula.

Timeline

Setelah melihat proses desain smartphone yang sesungguhnya ternyata panjang dan berbelit, kita juga bisa mengamati timeline sebagai acuan, apakah sebuah device mengekor bentuk brand lain, atau memang sudah mempunyai evolusi desain yang direncanakan. Dasar-dasar perubahan desain Samsung terasa dimulai di Samsung Galaxy Alpha. Seri ini mulai menggunakan bahan metal yang sesungguhnya, dan secara garis besar kulit desain masih mengambil basis dari Galaxy S5.

Galaxy Alpha diperkenalkan tanggal 13 Agustus 2014. Perubahan mendasar dari Galaxy S5 adalah penggunaan bahan metal pada bezel yang sudah memperlihatkan strip 'garis antena' pada bezel metal, dan memindahkan speaker bukan di belakang tapi ke bagian bawah.

Samsung Galaxy Note4, diperkenalkan 3 September 2014, sama seperti Galaxy Alpha, sudah menggunakan bahan metal, terutama terlihat di bezel, dengan strip 'garis antena' yang sekarang lebih tertutup karena penambahan warna pada bezel. iPhone 6 diperkenalkan tanggal 19 September 2014, hanya beda dalam hitungan hari setelah Galaxy Note 4 diperkenalkan.

Oktober 2014, kurang lebih 1 bulan semenjak iPhone 6 diluncurkan, Samsung memperkenalkan mid range phone-nya, A5 dan A3 dengan tema desain yang senada dengan Galaxy Note4, hanya kali ini sudah memindahkan jack headphone kebagian bawah.



Setelah bulan Oktober, biasanya kebanyakan vendor berhenti memperkenalkan device baru, terutama flagship device, karena bersiap konsentrasi kepada marketing penjualan besar disaat libur Natal dan diskon akhir tahun, termasuk persiapan hari libur yang cukup panjang di negara barat. Timeline device baru biasanya dimulai lagi pada bulan ke 2 dan 3 di tahun yang baru.

Samsung Galaxy S6 diperkenalkan pada 1 Maret 2015. Desain dan foto produknya sendiri sudah sempat bocor sebulan lebih sebelumnya.

Recap

Sebuah brand yang serius dan baik, harus memiliki karakter desain pada produk line up nya. Dari melihat bentuknya, ada bagian-bagian desain yang bisa dikenal sebagai karakter brand tersebut. Contoh paling mudah adalah mobil. Misalnya kita ambil contoh mobil BMW.

Walau tahun ke tahun desainnya berubah, ada bagian dari desain yang karakternya sama, misalnya bagian grill yang terbagi dua di depan. Tanpa perlu melihat logo atau emblem atau mereknya, kita bisa mengenali produknya sebagai milik brand tersebut.
Hal yang sama juga terjadi di produk line up smartphone. Brand yang memiliki karakter desain, memiliki tantangan desain yang lebih besar, bagaimana mereka melahirkan desain yang baru, tapi harus tetap memiliki jati diri yang tetap bisa dikenali.

Tidak semua brand smartphone peduli akan karakter desain ini. Suatu saat mereka akan seperti brand A, suatu saat akan seperti brand B dan seterusnya. Tidak ada yang mengenali brand tersebut dari karakter bentuknya kecuali dari merek yang tertempel di sana. Hal tersebut bisa saja membuat brand ini akhirnya tidak memiliki ikatan desain kepada pelanggan.

Jadi apakah desain Samsung Galaxy S6 ini menjiplak iPhone 6 atau memiliki dasar, karakter desain dan history desain dari Samsung product sendiri? Mari kita lihat lebih detail. Secara tampak depan dan tampak belakang tidak ada persamaan yang berarti yang bisa membuat orang tertukar, mana produk iPhone 6 dan mana Galaxy S6.





Pada sekilas tampak samping, secara keseluruhan tidak ada kesamaan yang berarti juga, selain penempatan yang umum tombol power dan volume, juga penempatan slot SIM card.

Untuk device dengan bezel berbahan metal dan baterai internal, cara memasukkan simcard dengan sistem 'ditusuk' SIM ejector sepertinya masih menjadi satu-satunya cara sampai sekarang, selain menghemat tempat, SIM tray bisa tersembunyi dalam bezel sebagai satu kesatuan desain.





Masuk lebih detail, pada bagian metal bezel, banyak orang mengira kalau bentuk lengkung metal bezel ini dianggap mirip dengan lengkung metal bezel dari iPhone 6. Mudah dipahami persepsi ini bisa terjadi karena sejarah pertarungan antara Apple dan Samsung yang sengit. Jika kita balik mengacu lagi kepada prinsip teknologi bahan, akan ada dua bentuk yang umum dengan bezel berbahan metal ini, rata, atau melengkung. Ketika diperhatikan ternyata lengkungan antara bezel iPhone 6 dengan Galazy S6 secara detail berbeda.

iPhone menggunakan desain full rounded, atau lengkungan yang sempurna, sementara Galaxy S6 menggunakan bentuk lengkung cornered round, yang sebenarnya membuat sudut di bagian tengah lengkung, seperti pertemuan dua sisi lengkung.

Kemungkinan bentuk lengkung yang tidak full rounded dari Samsung Galaxy S6 ini sebagai pilihan desain yang membuat struktur bezel menjadi lebih kuat walau ukurannya tipis, karena Samsung menjanjikan Galaxy S6 ini lebih tahan terhadap bengkok (bend). iPhone 6 membiarkan semua keliling bezel dengan bentuk lengkung sempurna demi estetika, sementara Samsung pada Galaxy S6 mengolah desainnya secara lebih dengan memberikan tambahan desain berupa flattened surface pada permukaan bezel sisi kiri dan kanan yang akan menjadi bagian yang digenggam.

Permukaan bezel yang dibuat rata ini memberikan grip lebih pada kulit tangan sehingga device lebih diam saat digenggam dan tidak mudah merosot. Selain itu cekukan flattened surface ini membuat sedikit tonjolan atas dan bawah pada bezel, sehingga jika device merosot, tonjolan ini akan membantu menahan supaya tidak mudah jatuh.



Apa yang membuat orang berpikir bahwa Samsung Galaxy S6 sama dengan iPhone 6 adalah ketika melihat bagian bawah dari Galaxy S6. Yang orang ingat dari desain bagian bawah Galaxy S6 mirip dengan iPhone 6 adalah
1. Lubang-lubang speaker yang berbentuk lingkaran agak besar.
2. Strip antenna.
3. Lubang headphone jack di bagian bawah.



Tetapi coba kita lihat lagi lebih jauh dasar desain dari Galaxy S6 dibandingkan iPhone 6.



Lubang Speaker

Lubang speaker paling umum pada bahan logam adalah berbentuk bundar, karena pengerjaannya menggunakan mata bor (drill). Yang membedakan desain yang satu dengan lainnya adalah susunan dan ukuran lubang.

iPhone hadir dengan komposisi lubang speaker yang berbeda di iPhone 6, kalau pada iPhone sebelumnya lubang speaker lebih kecil dan terletak di sisi kiri dan kanan (kabarnya ada obsesi desain Apple yang selalu ingin terlihat seimbang sisi kiri dan kanan, sehingga pada iPhone sebelumnya walau hanya memiliki satu speaker, lubang speaker tetap dibuat di dua sisi), pada iPhone 6 lubang speaker hanya dibuat di satu sisi saja dan kali ini dengan satu baris lubang berukuran cukup besar.

Galaxy S6 juga memiliki lubang speaker dengan ukuran lebih besar dari biasanya, tetapi tidak sebesar diameter lubang speaker iPhone 6, dan dibuat dalam 2 baris.
Mengapa posisi speaker Galaxy S6 sekarang juga di bawah? sedangkan pada Galaxy S sebelumnya di belakang. Jawabannya sederhana, karena Galaxy S6 sekarang menggunakan back casing dari kaca yang dilapis gorilla glass 4.

Tidak praktis membuat banyak lubang pada lapisan kaca yang berfungsi sebagai bagian struktur cangkang device, karena akan mengurangi kekuatannya. Perhatikan semua device yang menggunakan kaca sebagai back casing, misal Sony Xperia seri Z, iPhone 5, Wiko Highway, Lenovo S850, dll, semua akan menempatkan speaker pada sisi bezel untuk alasan yang sama.

Alasan berikutnya karena device Galaxy S6 dibuat tipis dengan ketebalan hanya 6.8mm. Dengan ketebalan yang tipis pemanfaatan ruang di dalam smartphone harus semaksimal mungkin. Sebagian part smartphone tersusun seperti kue lapis. Misalnya lapis pertama adalah layar, ditumpuk motherboard, kemudian baterai.

Penempatan speaker di belakang sudah tidak mencukupi lagi ruangnya, apalagi Galaxy S6 menggunakan speaker yang lebih besar untuk menghasilkan suara 1.5x lebih kencang dari Galaxy S5. Jadi penempatan speaker di bawah adalah murni pilihan logis, dan Samsung sudah pernah mencobanya di Galaxy Alpha, dimana Galaxy Alpha hadir lebih dulu dibanding iPhone 6.

Strip Antena

Seperti sudah disinggung sebelumnya, penggunaan bezel atau casing metal membuat efek penerimaan dan pengiriman sinyal terblok. Untuk itu perlu dibuat celah (antena strip) agar sinyal tetap bisa dikirim dan diterima dengan baik. Antena strip pada iPhone 6 telihat melintang panjang karena back casingnya juga terbuat dari metal. Pada Galaxy S6 dan beberapa model Galaxy sebelumnya seperti Alpha, A5, Note 4, antenna strip cukup pada bagian bezel saja, karena body belakang bukan terbuat dari bahan metal.

Penggunaan strip ini bukan model, tapi murni keharusan teknologi karena masalah sinyal seperti disinggung di atas. Lagipula jika diperhatikan tempat strip antenna ini berbeda, iPhone pada sisi kiri dan kanan, sedangkan Galaxy S6 pada bagian bawah dan atas.

Lubang Headphone

Memang seharusnya dimana lubang headphone diletakkan? Banyak orang mungkin tidak menyadari pentingnya posisi peletakan lubang headphone dan hanya melihat dari sisi fungsi saja. Berbagai tempat, baik sisi samping atas dan bawah dari smartphone sepertinya pernah jadi tempat peletakan lubang headphone dari berbagai brand smartphone. Tetapi yang paling umum adalah di sisi atas dan di sisi bawah.

Kembali ke human behavior yang bisa mendorong lahirnya acuan desain dimana tombol-tombol smartphone harus diletakkan, demikian juga sebenarnya posisi dari lubang headphone. Untuk mereka yang sering mengantongi smartphone di saku celana, coba perhatikan proses ketika smartphone ini dimasukkan ke dalam celana. Pertama, sepertinya kebanyakan orang akan memposisikan layar menghadap ke dalam, menempel dengan paha untuk memberi perlindungan terhadap bentur pada layar.

Kedua, bagian yang terpenting, ketika dimasukkan ke dalam saku celana, apakah bagian kepala smartphone dahulu, ataukah bagian bawah? Ketiga, apakah para pemakai smartphone ini sering mendengarkan musik atau memasang earphone/headphone ketika smartphonenya sedang di dalam saku? Peletakkan lubang earphone di bagian bawah smartphone paling cocok untuk mereka yang sering mendengarkan lagu dengan memasang earphone/headphone, sementara unit disimpan di dalam kantong celana, dengan posisi bagian atas yang lebih dahulu dimasukkan.

Mengapa kebanyakan orang, baik sadar atau tanpa sadar memasukkan smartphone ke saku celana dengan posisi kepala (atas) lebih dahulu? Karena ketika ada panggilan telepon atau mengeluarkan telepon dari saku, posisi smartphone tidak perlu lagi diatur dengan memindahkan posisi pegangan tangan, tinggal langsung melihat layar atau ditempelkan ke telinga. Begitu pula ketika smartphone kembali dimasukkan ke saku celana.

Galaxy S6 dikenal dengan project zero yang membuat engineer Samsung memulai lagi dari awal proyek smartphone flagship ini. Salah satu dasar rancangannya, mereka mendengarkan keinginan penggunanya. Kemungkinan besar setelah di breakdown, salah satunya adalah banyak pengguna seri S, menggunakan headphone/earphone untuk mendengarkan musik atau bertelepon selama unit berada di saku celana. Jadi penempatan lubang headphone ini paling sesuai diposisikan di bawah, yang mana Samsung juga sebenarnya sudah melakukannya pada Galaxy A5.

Dengan posisi sejajar port USB ini, ketika unit sedang di-charge sambil digunakan bersama earphone, kabel menjadi sejajar dan terlihat lebih rapi.



Jika ada yang berpikir lebih lanjut, mengapa posisi lubang headphone sama dengan iPhone 6 penempatannya? Simple saja karena sisi satunya lagi sudah ada speaker. Penempatan lubang speaker dan lubang earphone dalam sisi yang sama juga memberi keuntungan lain untuk mereka yang sering menyimpan smartphone di saku celana. Lubang speaker akan mengarah ke atas, ke arang lubang dari saku celana, sehingga bunyi ring telepon atau notifikasi akan lebih mudah terdengar.

Mungkin terbersit pertanyaan tambahan di pikiran kita, jadi kenapa jika sudah jelas begini alasannya, Samsung (dan brand lain), juga membuat banyak smartphone dengan lubang headphone di atas? Karena saku bukan hanya di celana. Kebanyakan pekerja kantor memakai kemeja, dan juga terkadang jas.
 
Perhatikan kebanyakan kemeja resmi, saku kemeja adanya di dada bagian kiri. Ini bukan tanpa alasan, sekali lagi mengacu bahwa kebanyakan orang adalah right handed (menggunakan tangan kanan sebagai tangan utama), maka lebih mudah meletakkan sesuatu ke saku kemeja adalah ke bagian dada kiri. Berbeda dengan cara meletakkan smartphone ke saku celana, smartphone jika diletakan di saku kemeja, posisinya akan lebih mudah memasukkannya dengan bagian bawah terlebih dahulu. Hal yang sama dilakukan jika meletakkan smartphone ke dalam saku tersembunyi yang berada di dalam jas.



Konklusi

Kita kembali lagi ke awal prolog di tulisan awal, tentang percobaan dari Universitas California. Ternyata kebanyakan orang hanya bisa mengingat sedikit detail untuk sesuatu yang mudah mereka akses dan lihat. Bisa dipahami kehadiran iPhone 6 dengan perubahan desain yang cukup signifikan dibanding seri pendahulunya, menanamkan sedikit detail kepada benak banyak orang, dan menghasilkan sebuah persepsi.

Persepsi ini tinggal sedikit didorong dengan sebuah ungkapan bahwa Galaxy S6 yang baru serupa dengan iPhone 6, orang akan menjadi mudah menyetujui tanpa memperhatikan lagi detailnya. Apalagi mengingat sejarah kemunculan Samsung sebelum menjadi pembuat smartphone nomor satu Android, selalu memiliki friksi dengan Apple, termasuk masalah desain.

Dari penjelasan di atas, kiranya bisa menjernihkan, bahwa sebenarnya Samsung sungguh mempunyai landasan yang kuat untuk desain Galaxy S6, baik berdasarkan pemikiran logis, teknologi desain dan bahan, juga history timeline.



Sebuah smartphone memiliki 6 bagian sisi, yang bisa di breakdown ke banyak bagian lagi. Mengatakan menjiplak hanya berdasarkan satu bagian sisi, dan itu pun tidak lengkap dan tidak ada yang persis sama, sepertinya lebih tepat dikatakan sebagai persepsi yang kabur, seperti percobaan yang dilakukan oleh Universitas California di atas.

Project Zero Samsung saat ini sepertinya sudah membuahkan hasil, dengan banyaknya apresiasi yang bagus untuk desain dan kinerja Galaxy S6 dari banyak pengamat di seluruh belahan dunia. Boleh saja dulu smartphone Samsung dikenal sebagai pengekor Apple, tetapi sekarang Apple sepertinya sudah menemukan lawan yang bukan hanya sepadan, tetapi sepertinya sudah bisa melewatinya.

Selesai.
Tulisan bagian pertama: iPhone 6 vs Galaxy S6, Siapa Jiplak Siapa?

*) Penulis, Lucky Sebastian merupakan sesepuh komunitas Gadtorade. Pria yang tinggal di Bandung ini sejatinya adalah seorang arsitek, tetapi antusiasme yang tinggi akan gadget justru semakin membawa Lucky untuk menjadi gadget enthusiast.

(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed