BERITA TERBARU
Jumat, 30 Des 2016 13:59 WIB

Compare IT

Pilih Ojek Online Mana, Go-Jek atau Grab?

Rachmatunnisa - detikInet
Jakarta - Jika beberapa tahun lalu kita masih sering naik kendaraan umum konvensional, lain ceritanya dengan sekarang. Hampir di setiap tempat kita bisa menjumpai ojek online yang siap digunakan.

Kehadiran ojek online memang membuat kita mudah ke mana-mana, praktis dan murah. Dari sejumlah penyedia layanan ini, Go-Jek dan Grab memang masih yang paling menonjol dan bersaing ketat di Indonesia. Sama-sama identik dengan warna hijau, masing-masing punya senjata untuk menarik perhatian konsumen. Simak perbandingannya.

Go-Jek

Saat ini total ada 13 layanan ditawarkan Go-Jek. Selain layanan utama ojek online Go-Ride, Go-Jek juga menawarkan layanan Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Busway, Go-Tix, Go-Box, Go-Clean, Go-Glam, Go-Massage, Go-Med dan Go-Auto.

Dengan jumlah armada sekitar 220 ribu driver (per April 2016), Go-Jek menguasai pasar lokal dengan operasional yang mencakup hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Layanan besutan Nadiem Makarim ini tersedia di wilayah Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan, Balikpapan, Yogyakarta, Semarang, Manado, Solo, Samarinda, Malang dan Batam.

Go-Jek memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normal.

Pilih Ojek Online Mana, Go-Jek atau Grab?


Untuk menarik minat konsumen, Go-Jek merayu pelanggannya dengan menawarkan diskon tarif perjalanan 50% jika membayar dengan uang elektronik Go-Pay. Sejauh ini, promosi tersebut masih berlaku hingga Januari 2017. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke cashless experience alias non tunai.

Berbicara pengalaman menggunakan aplikasi, sayangnya pada aplikasi Go-Jek masih kerap ditemui eror. Terkadang, orderan driver tersendat atau malah terjadi dobel order yang sering membingungkan pengguna dan driver.

Untuk komunikasi di antara driver dan penumpang, Go-Jek masih mengandalkan konektivitas selular. Jadi, ini akan memakan pulsa tambahan di luar paket data internet ketika driver dan penumpang perlu menelepon atau SMS. Di sisi lain, hal ini memungkinkan nomor telepon penumpang bisa diketahui driver.

Catatan lainnya, pada aplikasi Go-Jek tidak dicantumkan plat nomor kendaraan driver, sehingga menyulitkan pengguna menemukan driver yang menjemput mereka. Kondisi ini dipersulit dengan ketidakdisiplinan beberapa driver yang tidak menggunakan seragam.

Grab

Grab saat ini menawarkan tujuh layanan, GrabBike, GrabCar, GrabHitch, GrabExpress, GrabFood, GrabTaxi Promo dan GrabTaxi.

Jumlah armadanya kurang lebih 250 ribu (data April 2016), namun angka itu mencakup penyebarannya di Asia Tenggara. Startup yang dipimpin Anthony Tan ini masih kalah dengan dominasi armada Go-Jek di pasar lokal.

Grab memang tak hanya fokus di Indonesia, melainkan mengincar pasar Asia Tenggara. Layanan ride sharing tersebut saat ini hadir di Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filiphina.

Sebagai pesaing Go-Jek, Grab berupaya mengambil hati konsumen dengan memberikan berbagai diskon secara agresif. Grab kerap membuat kampanye tematik yang memasukkan kode tertentu untuk mendapatkan diskon, bahkan menggratiskan tarif perjalanan.

Sama seperti Go-Jek, Grab juga memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normal.

Grab Masnya, salah satu kampanye promosi Grab GrabMasnya, salah satu kampanye promosi diskon Grab


Beralih ke pengalaman menggunakan aplikasi, harus diakui aplikasi Grab relatif lebih smooth dan minim terjadi eror dibandingkan dengan Go-Jek. Nilai plusnya, Grab juga punya fitur chat dan panggilan telepon di dalam aplikasi.

Jadi, tidak perlu biaya tambahan (koneksi seluler) ketika harus menelepon atau SMS, karena berbasis data internet. Fitur komunikasi ini membuat driver maupun penumpang tidak saling tahu nomor telepon sehingga privasi lebih terjaga.

Grab juga mencantumkan plat nomor kendaraan si driver pada aplikasinya, sehingga memudahkan penumpang menemukan driver yang menjemput. Di sisi lain, rata-rata driver Grab juga terbilang lebih disiplin menggunakan seragam sebagai salah satu tanda pengenalnya.

Nah, masing-masing ada keunggulan dan kekurangannya. Kalau kalian lebih sering pakai Go-Jek atau Grab? (rns/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ucapan Duka Netizen Iringi Kepergian Eko DJ

    Ucapan Duka Netizen Iringi Kepergian Eko DJ

    Selasa, 28 Mar 2017 09:02 WIB
    Setelah menderita sakit yang cukup lama, pelawak Eko DJ akhirnya tutup usia pada pukul 23:00 WIB tadi malam. Ucapan duka pun berdatangan dari netizen.
  • iOS 10.3 Final Dirilis, Perlukah Update?

    iOS 10.3 Final Dirilis, Perlukah Update?

    Selasa, 28 Mar 2017 07:00 WIB
    Setelah menyodorkan tujuh versi beta, Apple akhirnya merilis iOS 10.3 versi final ke pengguna iDevice. Perlukah kita menginstall update ini?
  • Game Nostalgia Starcraft Lahir Kembali

    Game Nostalgia Starcraft Lahir Kembali

    Senin, 27 Mar 2017 18:53 WIB
    Blizzard, yang dikenal sebagai pengembang game di balik Dota, dipastikan bakal membangkitkan kembali salah satu game nostalgia andalannya, Starcraft.
  • Teknologi Penting di Kamera Mirrorless

    Teknologi Penting di Kamera Mirrorless

    Senin, 27 Mar 2017 17:30 WIB
    Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan saat memilih kamera mirrorless. Bagian terpenting yang harus diperhatikan adalah sensor yang digunakan. Apa lagi?
  • Andai Jokowi Jadi Rocker

    Andai Jokowi Jadi Rocker

    Senin, 27 Mar 2017 16:32 WIB
    Jokowi mendapat pertanyaan dari anak muda soal kemungkinan dirinya tetap berpolitik jika jadi rocker. Apa jawaban Jokowi?